REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Penyaluran kredit bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan menunjukkan peran yang semakin signifikan dalam mendorong perekonomian daerah.
Hingga Januari 2026, penyaluran kredit UMKM telah menyasar sekitar 909.544 debitur dengan total penyalurannya mencapai sekitar Rp61,58 triliun. Porsi kredit UMKM ini pun tercatat mencapai 36,32 persen dari total kredit.
“Secara keseluruhan, kredit UMKM tersebut telah menjangkau 909.544 debitur, menunjukkan luasnya akses pembiayaan bagi pelaku usaha di berbagai skala. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 0,75 persen secara tahunan atau year on year (yoy),” terang Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, dalam keterangannya, kemarin.
Baca Juga : Meriahkan 60 Seconds to Tokyo, Aston Makassar Hindangkan Aneka Street Food Jepang
Ia menjelaskan, dari sisi komposisi, penyaluran kredit masih didominasi oleh segmen usaha mikro yang menyumbang 57,30 persen atau mencapai Rp35,29 triliun. Dimana menyasar 851.918 debitur dari pelaku UMKM.
Sementara itu, penyaluran kredit pada usaha kecil mengambil porsi sebesar 27,72 persen dengan jumlah kredit yang disalurkan sebesar Rp17,07 triliun yang disalurkan ke 53.279 debitur. Adapun penyaluran kredit ke sektor usaha menengah sebesar 14,98 persen.
“Di sektor ini penyaluran kreditnya mencapai Rp9,2 triliun yang disalurkan ke 4.347 pelaku usaha,” katanya.
Baca Juga : Dari Lahan Terdegradasi, PLN UIP Sulawesi Ciptakan Benteng Hijau Bagi Warga Pesisir Jeneponto
Menurut Muchlasin, penyaluran kredit UMKM yang meningkat ini menandakan adanya perluasan akses pembiayaan formal bagi pelaku. Selain itu, kenaikan tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan modal usaha, ekspansi bisnis, dan penciptaan lapangan kerja.
