0%
logo header
Selasa, 20 Februari 2024 17:49

Periode Desember 2023, OJK Catat Transaksi Saham di Sulsel Tembus Rp18,84 Triliun

Chaerani
Editor : Chaerani
Ilustrasi pasar modal. (Dok: Istimewa)
Ilustrasi pasar modal. (Dok: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mencatat kinerja industri jasa keuangan sepanjang Desember 2023 tumbuh positif. Salah satunya pada perkembangan pasar modal.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Darwisman mengatakan, dari kinerja perkembangan saham tersebut nilai transaksi saham di Sulawesi Selatan sampai dengan Desember 2023 sebesar Rp18,84 triliun.

“Nilai saham yang berhasil diraih ini tentunya dari peningkatan jumlah rekening investasi yang ada di Sulsel sepanjang 2023,” katanya dalam keterangannya, kemarin.

Baca Juga : Jelang Pilwali Makassar, Ustadz Das’ad Latif Masuk Radar NasDem

Sementara, pada jumlah rekening investasi periode Desember 2023 mencapai 420.806 rekening. Nilai tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan pada periode yang sama di 2022 lalu yakni 306.23 rekening.

“Porsi terbesar pada rekening investasi tersebut yakni produk rekening reksadana sebanyak 303.350 rekening, rekening saham sebanyak 102.305 rekening, dan rekening Surat Berharga Negara (SBN) 15.151 rekening,” terangnya.

Lanjutnya, untuk kondisi perkembangan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di Sulawesi Selatan posisi Oktober 2023 juga menunjukkan kinerja positif. Dimana, kinerja dana pensiun mampu tumbuh positif dengan melihat total aset yang tumbuh 25,51 persen year of year (yoy) menjadi Rp1,53 triliun. Begitu pula dengan piutang yang disalurkan oleh perusahaan pembiayaan yang tumbuh 11,69 persen yoy menjadi Rp16,98 triliun, pembiayaan modal ventura tumbuh 3,24 persen yoy menjadi Rp367 miliar, dan pinjaman yang disalurkan pergadaian juga tumbuh sebesar 22,71 persen yoy menjadi Rp5,85 triliun.

Baca Juga : Sukseskan Utsawa Dharma Gita IX Tingkat Sulsel, Muhammad Fauzi Sumbang Hadiah Rp30 Juta

“Termasuk total penjaminan oleh perusahaan penjaminan tumbuh sebesar 0,56 persen yoy menjadi Rp691 miliar,” ujarnya.

Kemudian, pada kinerja fintech peer to peer lending (Fintech P2PL) di Sulawesi Selatan juga mencatatkan kinerja positif yang tercermin dari peningkatan jumlah outstanding pinjaman dan jumlah rekening yang tumbuh masing-masing 15,49 persen dan 5,75 persen yoy. Pada posisi Oktober 2023 outstanding pinjaman yang disalurkan Fintech P2PL di Sulawesi Selatan sebesar Rp1,12 triliun dengan tingkat wanprestasi pengembalian yang cukup terjaga di angka 2,05 persen.

“Untuk jumlah rekening penerima pinjaman yaitu 394.112 rekening,” jelas Darwisman.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646