REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAMUJU — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar terus memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda, khususnya pelajar di wilayah Sulawesi Barat.
Hal dilakukan melalui serangkaian program edukasi keuangan yang kali ini menyasar siswa-siswi tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Kegiatan yang digelar pada Selasa, 9 Juni 2026 lalu melalui kolaborasi bersama industri perbankan diikuti sebanyak 120 siswa dari SMP Negeri 2 Mamuju.
Melalui program edukasi keuangan yang menyasar pelajar, OJK mendorong pembentukan kebiasaan menabung sejak dini sebagai bekal menghadapi masa depan yang semakin kompleks dan Digital. Pada pertemuan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan simbolis rekening Simpanan Pelajar (SimPel) sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan keuangan bagi pelajar di lingkungan sekolah.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Gandeng PLN Enjiniring Perkuat Pengawasan Konstruksi Ketenagalistrikan
“Melalui kepemilikan rekening tabungan sejak usia sekolah, para siswa diharapkan dapat mulai memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat, termasuk membiasakan diri menyisihkan uang saku untuk ditabung dan merencanakan penggunaan uang secara lebih bijak,” tegas Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, dalam keterangannya, kemarin.
Dari sisi edukasi ekonomi, kebiasaan menabung sejak dini memiliki peran penting dalam membangun karakter disiplin dan kemampuan mengelola keuangan. Dengan menabung, pelajar belajar membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun target keuangan sederhana, serta memahami manfaat lembaga keuangan formal dalam mendukung perencanaan masa depan.
Lanjut Muchlasin, peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan memiliki kecakapan finansial. Tak hanya itu, edukasi keuangan yang diberikan sejak usia sekolah akan membantu generasi muda memahami cara mengelola keuangan secara bertanggung jawab serta mengambil keputusan keuangan yang tepat di masa mendatang.
Baca Juga : Kolaborasi PLN UIP Sulawesi dan Kejari Jeneponto Dukung Pembangunan SUTT 150 kV Punagaya–Bantaeng
“Pemahaman keuangan yang baik sejak usia sekolah merupakan bekal penting bagi generasi muda dalam merencanakan masa depan. Selain mampu mengelola keuangan secara bijak, generasi muda juga perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan layanan keuangan digital secara cerdas serta memahami berbagai risiko yang dapat muncul dalam aktivitas keuangan di era digital,” ujarnya.
Upaya OJK tersebut juga sejalan dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman keuangan di kalangan pelajar. Dimana, tingkat literasi keuangan kelompok pelajar pada 2025 mencapai 61,76 persen, meningkat dibandingkan 56,42 persen pada 2024.
Selain itu, tingkat literasi keuangan syariah pada kelompok yang sama juga mengalami peningkatan signifikan, dari 30,17 persen pada 2024 menjadi 40,49 persen pada 2025.
Baca Juga : Rombongan KTNA Gowa Diminta Promosi Produk Unggulan di Penas Petani Nelayan Ke-XVII
“Data tersebut menunjukkan bahwa kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pengelolaan keuangan dan pemanfaatan layanan keuangan yang sesuai kebutuhan terus berkembang,” kata Muchlasin.
Melalui kegiatan edukasi yang berkelanjutan, OJK Sulselbar berharap semakin banyak pelajar yang memiliki pengetahuan keuangan yang memadai, mampu memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara bijak, serta terhindar dari berbagai risiko keuangan di era digital. Dengan demikian, generasi muda dapat tumbuh menjadi masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
