REPUBLIKNEWS.CO.ID, DONGGALA — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui program PLN Peduli menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Program Konservasi dan Edukasi Penangkaran Penyu.
Bantuan ini menyasar kepada Kelompok Konservasi Penyu Lentora, di kawasan Pesisir Pantai Lentora, Desa Mapane Tambu, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Kamis, 30 Juli 2026 lalu.
Bantuan diserahkan oleh Manager PLN Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Tengah, Qadri, kepada ketua kelompok Konservasi Penyu Lentora, Saiful Bakri, disaksikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Balaesang, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta para pegiat lingkungan.
Baca Juga : Azis Peter Ajak Warga Gowa Jaga Kedamaian Daerah
Manager PLN UPP Sulawesi Tengah, Qadri menjelaskan, bantuan yang disalurkan meliputi renovasi area hatchery beserta 10 unit bak penetasan, 1 set peralatan monitoring telur, 10 unit lampu penerangan berikut penambahan daya listrik kawasan, pakan untuk kebutuhan 12 bulan, 1 unit freezer penyimpanan, perbaikan pagar, atap, dan lantai area tukik, perlengkapan keselamatan, 5 papan edukasi, dan 5 rambu pantai.
“Dalam bantuan ini PLN juga memberikan biaya operasional pada dua tahap kegiatan, yaitu pengumpulan dan pemindahan telur serta pelepasan tukik ke laut,” jelasnya, dalam keterangannya, kemarin.
Ia mengungkapkan, Pantai Lentora adalah rumah bagi penyu untuk menetaskan telurnya. Karena itu program ini diarahkan pada tiga hal sekaligus, yakni melindungi habitat peneluran, membangun kesadaran warga melalui edukasi, serta memperkuat sarana agar upaya tersebut berjalan berkelanjutan.
Baca Juga : Beri Kontribusi Ekonomi, Perputaran Uang di MHM 2026 Tembus Rp52,3 Miliar
Program tersebut menargetkan peningkatan daya tetas telur sekaligus menumbuhkan peran aktif warga pesisir dalam merawat pantai tempat penyu kembali bertelur setiap tahun.
“Bagi PLN, menjaga ekosistem laut, menghadirkan pendidikan lingkungan, dan memastikan tersedianya energi yang andal merupakan satu tarikan napas dalam menyalakan listrik tanpa memadamkan kehidupan lain di sekitarnya,” ujar Qadri.
Camat Balaesang, Asrun Kalam Jalaba, menyambut baik langkah tersebut, sekaligus berterima kasih atas bantuan ini.
Baca Juga : Upaya KALLA Jaga Biodiversitas Pesisir, Aksi Mangrove Lestari Raih Gold ISRA 2026
“Tanpa sinergitas dari seluruh pemangku kepentingan kita tidak akan bisa berbuat maksimal. Harapan kami kegiatan konservasi ini berkesinambungan secara terus-menerus agar kelestarian penyu tidak punah,” katanya.
Rasa syukur juga disampaikan Saiful Bakri mewakili kelompoknya. Ia pun mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PLN Peduli karena turut andil mendukung salah satu intervensi Desa Peduli Lingkungan di Mapane Tambu.
“Di luar dugaan, prosesnya tidak membutuhkan waktu lama. PLN menunjukkan aksi nyata dan gerak cepat dalam menjaga ekosistem penyu,” ungkapnya.
Baca Juga : Kalla Land & Property Raih Penghargaan Corporate Entrepreneurial Marketing Award 2026
Di tempat terpisah, General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menyoroti letak kawasan tersebut yang berdekatan dengan proyek transmisi yang tengah dibangun perusahaan. Apalagi, PLN meyakini pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan.
Keberadaan area konservasi yang tidak jauh dari proyek SUTT 150 kV Palu 3–Tambu ini menjadi wujud komitmen dalam menghadirkan listrik bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian ekosistem.
“Melalui kolaborasi bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan, kami berharap habitat penyu di Pantai Lentora tetap terjaga untuk generasi mendatang,” tutupnya.
