0%
logo header
Rabu, 10 Juni 2020 11:29

Polda Sulsel Tangkap 31 Pengambil Jenazah Covid-19

Polda Sulsel Tangkap 31 Pengambil Jenazah Covid-19

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Polda Sulsel bertindak Tegas, Sementara ini, Sudah 31 Orang Pengambil Paksa Jenasah di Beberapa Rumah Sakit di Makassar diamankan.

Polda Sulsel bersama jajarannya menindak tegas oknum warga yang mengambil paksa jenazah terduga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di rumah sakit.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, tim penyidik  kasus pengambilan paksa jenazah Pasien Covid-19 beberapa Rumah Sakit di Makassar telah telah melaksanakan gelar perkara di ruang Dirreskrimum Polda Sulsel dipimpin langsung Dirreskrimum Polda Sulsel juga  dihadiri para Kasubdit, Kabag Wasidik, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar dan seluruh penyidik yang menangani tersebut.

Baca Juga : Kadis Pendidikan Buteng Ajak Semua Pihak Tingkatkan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini

“Ya dilakukan gelar perkara oleh penyidik terhadap kasus pengambilan paksa jenazah di Rumah Sakit Dadi Makassar, RS. Stella Maris, RS Labuang Baji, RS. Bhayangkara, dan  prosesnya dinaikkan dari  Penyelidikan ke Penyidikan dan menetapkan tersangka,” ungkap Ibrahim.

Inbrahim Tompo kemudian menyebut Kasus pengambilan paksa jenazah di RS. Dadi Polisi telah mengamankan 31 orang dan telah menetapkan 2 terangka yaitu SA dan MR.  Untuk Kasus di RS.Stella Maris diamankan 1 tersangka yaitu  AW, sedangkan kasus di RS Labuang Baji Polisi sementara ini mengamankan  5 orang  tersangka.

“Kemungkinan para tersangka akan bertambah karena akan dilakukan penangkapan terhadap para pelaku, tim gabungan di lapangan sudah dibentuk yaitu terdiri dari tim resmob polda, brimob, shabara polda, jatanras polrestabes Makassar,” ungkap Kabid Humas.

Baca Juga : Hadiri Penamatan TK Sekecamatan Mawasangka, Ini Pesan Ketua TP-PKK Buteng

Menurut Ibrahim, Para tersangka pengambil paksa jenazah di Rumah Sakit ini akan dikenakan Pasal yg diterapkan yaitu pasal 214, 335, 207 KUHP dan pasal 93 UU no 6 thn 2018 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

“Jadi sekali lagi, saya harap masyarakat jangan lagi ada yang melakukan pengambilan paksa jenazah tersebut, karena polisi pasti bertindak, bahkan tim gabungan dilapangan sudah dibentuk yaitu terdiri dari tim Resmob Polda Sulsel, Brimob, Sabhara Polda Sulsel, dan Jatanras Polrestabes Makassar untuk menangkal kejadian ini terjadi lagi, tindakan tegas dan penegakan hukum tersebut dilakukan untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas, agar tidak ada lagi aksi yang menjadi potensi penyebaran covid 19,” tegas Kabid Humas. (Bayu Firmansyah)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646