0%
logo header
Rabu, 22 Juni 2022 16:20

Polisi Didesak Ungkap Kasus Pembakaran Mobil Anggota DPRD Jeneponto

Tangkapan Layar rekaman video CCTV pembakaran Mobil Anggota DPRD Kabupaten Jeneponto Andi Kahar Mustamu, yang terparkir di Garasi rumahnya pada bulan Maret lalu. Diketahui kejadian sekitar Pukul 02.15 wita dini hari. (Istimewa)
Tangkapan Layar rekaman video CCTV pembakaran Mobil Anggota DPRD Kabupaten Jeneponto Andi Kahar Mustamu, yang terparkir di Garasi rumahnya pada bulan Maret lalu. Diketahui kejadian sekitar Pukul 02.15 wita dini hari. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JENEPONTO – Kepolisian Resor (Polres) Jeneponto  sampai saat ini belum bisa mengungkap siapa pelaku di balik pembakaran mobil anggota DPRD Jeneponto.

Padahal barang bukti utama berupa CCTV yang merekam perbuatan pelaku pembakaran juga sudah diamankan penyidik polres Jeneponto.

Diketahui pembakaran Mobil pribadi anggota DPRD Jeneponto, Andi Kaharuddin Mustamu yang terjadi Jumat dini hari (11/03/2022), sekira pukul 02.15 wita.

Baca Juga : Pemilu 2024, Bawaslu Jeneponto Mulai Persiapkan Pengawasan Pemutakhiran Data

Perkara ini sudah empat bulan lebih ditangani Polres Jeneponto, namun  hingga kini belum menunjukkan progres yang signifikan alias mandet.

Menurut Andi Kaharuddin Kareng Muang kasus yang dialaminya sampai saat ini belum ada ciri-ciri dari penyidik polres Jeneponto untuk mengungkap pelaku pembakaran mobil miliknya.

Ia menganggap jika dirinya tidak pernah ada masalah dengan orang lain, tidak pernah diancam sama seseorang, hanya saja pernah ada kasus keributan waktu pemilihan kepala desa,” Ungkap Andi Kaharuddin.

Baca Juga : PAN Jeneponto Usul 8 Calon Presiden 2024, Berikut Nama-namanya

“Belum ada ciri-ciri dari penyidik polres Jeneponto untuk mengungkap siapa pelaku pembakar mobilku,”ucap Kaharuddin saat dihubungi via telepon selulernya, Selasa (21/06/2022).

Selain itu, jika pembakaran mobil miliknya dianggap terbakar dengan sendirinya karena lupa matikan mesin, namun ternyata setelah di lihat CCTV pada sekitar pukul 08.00 pagi terlihat seseorang sengaja menyiram bensin dan membakar mobil tersebut.

Ia menganggap jika penyidik Polres Jeneponto tidak serius menangani kasus ini.

Baca Juga : Hadiri Rakerda PAN Jeneponto, Bupati Iksan Iskandar Harap Bersinergi Dengan Pemda

“Karena ini kasus bukan kasus pencurian ayam melainkan ini menyangkut nyawa dan harga diri seorang Anggota DPRD, apalagi rakyat kecil, saya saja sebagai Ketua Partai masih saja dikasi begitu,” tambah Kaharuddin.

“Saya anggap penyidik polres Jeneponto tidak becus menangani kasus ini, apalagi ini menyangkut nyawa, dan harga diri seorang anggota DPRD, apalagi rakyat kecil, saya selaku ketua partai saja masih dikasi begitu,” jelas Kaharuddin.

Politisi Partai Demokrat ini juga mengatakan jika sudah adaAanggota Resmob Polda mendatangi rumahnya tadi malam mempertanyakan kasusnya, namun ia tidak bisa menyimpulkan siapa tersangkanya karena belum bisa terdeteksi di CCTV.

Baca Juga : Dianggap Termiskin Daerahnya, Bupati Jeneponto Sebut Data BPS Sangat Keliru

“Kalau betul-betul serius Anggota Polres dan Polda menangani kasus ini gampang sekali, tinggal pakai alat canggih untuk menzoom wajah pelaku sampai seratus kali, supaya terlihat jelas wajah pelaku,” tegasnya.

Ia berharap kepada Kapolres Jeneponto untuk bersungguh-sungguh menangani kasus yang dialaminya, karena kurang lebih empat bulan belum ada dari penyidik sejak tanggal 11 Maret 2022 hingga saat ini tidak ada titik yang terang yang diberikan penyidik Polres Jeneponto.

“Saya berharap kepada Kapolres Jeneponto bersungguh-sungguh menangani kasus saya, kasihan saya, saya merasa dizolimi, karena kalau mobil saya meledak dan terbakar bisa saja saya dan keluarga mati di dalam rumah,” pungkasnya

Baca Juga : Dianggap Termiskin Daerahnya, Bupati Jeneponto Sebut Data BPS Sangat Keliru

Sementara itu kasat Reskrim Polres Jeneponto Iptu Nasaruddin mengatakan akan berusaha secara maksimal dalam proses penyidikan dalam mengungkap kasus pembakaran mobil Anggota DPRD Jeneponto ini.

Ia juga menjelaskan kalau sudah menyurati ditreskrimum Polda untuk permohonan bantuan bantu back up dan analisa ITE untuk mengungkap kasus tersebut  tertanggal 20 Mei 2022.

“Kami sudah menyurat ke Polda untuk di back up pengungkapan kasus ini,” pungkas Iptu Nasaruddin saat ditemui ruangannya, Rabu, (22/06/2022).

Penulis : Andi Nurul Gaffar
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646