0%
logo header
Sabtu, 04 Juni 2022 11:00

Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Sadis Oleh Sepasang Sejoli di Pintu Tol Tangerang

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Reka ulang sepasang kekasih yang membunuh seorang pria di pintu Tol Tangerang, Jumat (03/06/2022). (FOTO. Wahyu Widodo/republiknews.co.id)
Reka ulang sepasang kekasih yang membunuh seorang pria di pintu Tol Tangerang, Jumat (03/06/2022). (FOTO. Wahyu Widodo/republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, TANGERANG — Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi (reka adegan) pasangan kekasih pembunuh di pintu Tol Tengerang.

Gelar reka adegan tersebut dilakukan setelah pihak kepolisian berhasil menangkap pasangan kekasih pembunuh pria yang mayatnya ditemukan penuh luka di area pintu masuk tol Tangerang-Merak, Karang Tengah, Kota Tangerang.

Tersangka laki-laki berinisial FR (21) dan tersangka perempuan DF (18).

Baca Juga : Polsek Metro Taman Sari Tangkap Pengedar Sabu, Amankan 30 Paket Siap Edar

Keduanya nekat menghabisi nyawa BS (19), karena motif cemburu, lantaran korban sering menghubungi DF yang merupakan pacar FR, sehingga keduanya sepakat untuk membunuh korban.

Aksi pembunuhan diperagakan oleh kedua tersangka dalam reka adegan yang digelar oleh kepolisian dari Polda Metro Jaya di dua tempat kejadian perkara (TKP) salah satunya di perumahan Fortune Cilandak.

Sedangkan lokasi satunya lagi berada di Jalan Puri 11, Parung Jaya, Karang Tengah, Kota Tangerang, tepatnya di pintu masuk tol Tangerang-Merak tempat jasad korban ditemukan.

Baca Juga : Wakapolda Pimpin Apel Besar Saka Bhayangkara Di Polda Metro Jaya

Kanit 3 Resmob Polda Metro Jaya Kompol Widi Irawan mengatakan, ada 34 adegan yang diperagakan dalam kasus pembunuhan oleh sepasang kekasih itu.

“Sebelumnya ada 22 adegan ternyata ada penambahan 12 adegan,” kata Widi kepada wartawan, Jumat 3 Juni 2022.

Kompol Widi menjelaskan bahwa adegan yang paling menonjol adalah ketika pelaku datang kembali ke TKP di jalan Puri 11 untuk memastikan korban sudah tak bernyawa.

Baca Juga : Deolipa Yumara Kuasa Hukum Bharada E Datangi LPSK Ajukan Justice Collaborator

Setelah sebelumnya korban tak sadarkan diri usai dipukul dengan martil, tersangka FR kembali lokasi kejadian untuk memastikan korban benar-benar meninggal dunia, dengan cara menggorok leher dan menyayat wajahnya menggunakan pisau cutter.

“Selain itu juga ada adegan di mana pelaku mengambil motor dan STNK korban,” ucapnya.

Widi mengungkapkan, dari hasil rekonstruksi diketahui korban meninggal dunia pada adegan ke 31 ketika korban dipukul oleh pelaku FR menggunakan martil sebanyak tiga kali.

Baca Juga : Polri Sebut Dana Penyelewengan Boeing Oleh ACT Diduga Capai Rp107,3 Miliar

Setelah korban dipukul itu diseret ke dalam (semak-semak), dan menurut keterangan visum kematian disebabkan oleh benturan di kepala.

Jadi pada saat itu korban sudah meninggal dunia tetapi tersangka datang lagi untuk memastikan kematian korban dengan menggorok leher dan bagian wajahnya.

Motif pelaku membunuh korban dilatarbelakangi oleh dendam dan rasa cemburu karena korban merupakan mantan pacar DF, tetapi setelah putus korban masih sering menghubunginya.

Penulis : Wahyu Widodo
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646