REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Keputusan Bupati Sinjai, Ratnawati Arif bergabung ke Partai Gerindra ditanggapi santai oleh DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan.
Ketua DPW PPP Sulsel, Ilham Ari Fauzi AU menyebut perpindahan partai harus disikapi secara dewasa sebagai bagian dari dinamika politik. Terlebih lagi jika figur yang berpindah partai tersebut menjabat sebagai kepala daerah.
“Saya rasa (perpindahan) itu lumrah. Mengingat banyak pertimbangan, apalagi kalau yang bersangkutan sudah menjadi kepala daerah. Artinya, bukan hanya kepentingan partai yang dibawa, tetapi juga kepentingan daerah yang dipimpinnya,” katanya saat ditemui usai Rakorwil PPP Sulsel di Hotel Melia, Jalan Andi Mappanyukki, Makassar, Jumat (7/8/2026).
Baca Juga : Perkuat Sinergi Antar Lembaga, Ketua DPRD Sulsel Sambut Baik Audiensi PLN UID Sulselrabar
“Menurut saya itu sangat wajar. Sebagai orang partai, kita harus memaklumi kondisi seperti itu,” tambahnya.
Meskipun demikian, Ilham Ari Fauzi tak menampik jika partainya kehilangan seorang figur kepala daerah. Namun dirinya memastikan tak ada sanksi bagi Ratnawati Arif atas keputusannya tersebut.
“Kalau merasa kehilangan, mungkin ada rasa kehilangan. Tetapi Insya Allah silaturahmi tetap terjaga. Bantuan dan komunikasi juga tetap berjalan dengan baik,” bebernya.
Baca Juga : Tuntut Restitusi dari Pelaku, Meity Rahmatia Kecam Penganiayaan dan Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar
Di sisi lain, Ilham Ari Fauzi juga memastikan bahwa putra Ratnawati Arif, Achmad Fauzan Guntur, yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi PPP masih setia bersama partai berlambang ka’bah itu.
“Beliau tetap menjadi anggota dewan dari PPP dan tetap berkontribusi untuk PPP. Tidak ada sanksi, karena PPP ini bukan sekadar partai, tetapi juga satu keluarga. Intinya, selama dia bisa bekerja untuk partai, kita tidak melihat siapa orang tuanya atau siapa saudaranya,” tutup Ilham Ari Fauzi. (*)