0%
logo header
Selasa, 17 Februari 2026 08:45

PT SJAM Ajak 15 SMK Sulselbar Kunjungan Industri di Pabrik Yamaha

Rizal
Editor : Rizal
PT SJAM memboyong siswa dan guru dari 15 SMK se-Sulselbar untuk melihat langsung proses produksi sepeda motor Yamaha di pabrik PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). (Foto: Istimewa)
PT SJAM memboyong siswa dan guru dari 15 SMK se-Sulselbar untuk melihat langsung proses produksi sepeda motor Yamaha di pabrik PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA – Siswa dan guru dari 15 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mendapat kesempatan melihat langsung proses produksi sepeda motor Yamaha di pabrik PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Kunjungan ini berlangsung di pabrik Yamaha yang ada di Karawang, Jakarta Barat pada 9 sampai 12 Februari 2025.

15 sekolah yang berkunjung merupakan SMK binaan Yamaha yang merupakan pemenang SMK Kontes Road to Yamaha Factory yang digelar PT Suracojaya Abadimotor (SJAM).

Baca Juga : OJK Tegaskan Debitur Pelaku Kejahatan Perbankan Bisa Dipidana

Sebelumnya, sebanyak perwakilan 31 SMK terpilih mengikuti tahap final kompetisi setelah melalui seleksi dari 138 sekolah binaan Yamaha di Sulselbar.

Program ini menjadi agenda rutin PT SJAM dalam memperkuat sinergi dengan SMK, khususnya untuk menyiapkan sumber daya manusia yang siap terjun ke dunia industri di bidang teknisi dan pemasaran sepeda motor.

Trainer Yamaha Institute, Suwardi menjelaskan bahwa selain kunjungan ke pabrik Yamaha, peserta juga diajak ke berbagai tempat wisata.

Baca Juga : PLN UPP Sulsel Berbagi Santunan bagi Anak Panti di Momen Ramadan

“Program ini adalah inisiasi dari PT SJAM. Karena bisa dibilang dari seluruh Yamaha itu, hanya PT SJAM yang aktif kerja sama sama SMK,” kata Suwardi.

Ia menyebutkan, pabrik yang dikunjungi peserta ini memproduksi motor matic dan sport Yamaha.

“Selain kunjungan ke pabrik, peserta juga diajak ke tempat wisata Monas, Museum, dan juga Pantai Indah Kapuk. Mereka juga diberikan uang saku,” ujarnya.

Baca Juga : Pimpin Konsolidasi Kader di Takalar, Syaharuddin Alrif Targetkan NasDem Tambah Kursi di Dapil Sulsel I

Siswa dan guru yang melakukan kunjungan ke pabrik berasal dari jurusan teknik dan jurusan pemasaran.

Budi Ade Irawan dari SMKN 2 Majene yang merupakan salah satu peserta yang ikut kunjungan merasa bersyukur karena bisa melihat langsung pabrik Yamaha.

“Melihat langsung pabriknya, membuat semakin cinta dengan Yamaha. Ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Kagum karena melihat pembuatan motor Yamaha yang sangat cepat pengerjaannya,” kata Budi Ade.

Baca Juga : Ini Profil Fadel Tauphan Anshar, Legislator DPRD Sulsel yang Kini Nakhodai KNPI Sulawesi Selatan

Siswa SMKN 4 Makassar Nurfadilah juga menyampaikan terima kasih kepada PT SJAM karena menghadirkan program Road To Factory Yamaha.

“Terima kasih kepada PT Suracojaya Abadimotor karena karena sudah menghadirkan program ini. Saya dari teknik pemasaran senang karena bisa ke Jakarta untuk melihat pabrik Yamaha,” ujarnya.

Area Marketing Development YIMM Sulselbar, Hardian Mahendra mengatakan, melalui program ini diharapkan siswa dan guru bisa lebih melihat langsung dan belajar langsung di pabrik Yamaha.

Baca Juga : Ini Profil Fadel Tauphan Anshar, Legislator DPRD Sulsel yang Kini Nakhodai KNPI Sulawesi Selatan

“Siswa bersama gurunya masing-masing dari jurusan pemasaran dan teknik belajar langsung di pabrik Yamaha. Melihat bagaimana motor Yamaha di rakit dan dari pamasaran melihat bagaimana proses pemasaran motornya,” ujarnya.

Kompleks Pabrik Motor Yamaha YIMM di Karawang, Jakarta Barat, merupakan fasilitas produksi terpadu yang menangani proses perakitan sepeda motor dari tahap awal hingga siap distribusi. Para siswa dan guru asal Sulselbar ini kemudian melihat langsung setiap detil dari proses tersebut.

Proses produksi diawali di gedung press dan welding. Di area tersebut, lembaran logam dibentuk melalui proses pengepresan untuk menjadi rangka dan sejumlah komponen bodi. Setelah itu, rangka disambung melalui proses pengelasan hingga membentuk struktur utama sepeda motor sebelum masuk ke tahap berikutnya.

Baca Juga : Ini Profil Fadel Tauphan Anshar, Legislator DPRD Sulsel yang Kini Nakhodai KNPI Sulawesi Selatan

Rangka yang telah selesai kemudian diproses di gedung pengecatan. Di sini, komponen mendapatkan pelapisan antikarat dan pengecatan sesuai standar warna yang telah ditentukan. Setelah dicat, rangka dan komponen bodi melalui proses pengeringan menggunakan oven khusus guna memastikan daya tahan serta kualitas tampilan tetap terjaga.

Sementara itu, perakitan mesin dilakukan di gedung engine assembly. Berbagai komponen mesin, seperti blok silinder, crankshaft, hingga sistem transmisi, dirakit dengan tingkat presisi tinggi. Setelah perakitan selesai, mesin menjalani pengujian awal untuk memastikan kinerjanya sesuai standar sebelum dipasangkan ke rangka.

Tahap selanjutnya berlangsung di lini main assembly atau perakitan utama. Di sinilah mesin dipasang ke rangka, disusul instalasi sistem kelistrikan, suspensi, roda, serta komponen bodi. Unit sepeda motor bergerak di atas jalur perakitan hingga menjadi produk utuh yang siap memasuki tahap pemeriksaan akhir.

Baca Juga : Ini Profil Fadel Tauphan Anshar, Legislator DPRD Sulsel yang Kini Nakhodai KNPI Sulawesi Selatan

Menariknya di area ini pekerjanya tidak hanya dilakukan oleh laki-laki, tetapi banyak juga dari kaum perempuan. Dari sisi usia pun, juga tampak masih muda.

Selanjutnya, rombongan melihat unit yang telah selesai dirakit menjalani proses quality control dan final inspection. Pemeriksaan meliputi uji fungsi mesin, sistem kelistrikan, keselarasan komponen, hingga uji jalan untuk memastikan kendaraan layak edar. Motor yang dinyatakan memenuhi standar mutu selanjutnya dikirim ke area distribusi. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646