REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan beserta Komisi D DPRD Sulsel menyambangi PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi di Jalan Garuda, Kota Makassar, Rabu (9/9/2026). Rombongan tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi didampingi Wakil Ketua DPRD Sulsel, Sufriadi Arif.
Pada kesempatan itu, pihak DPRD Sulsel mempertanyakan penyebab kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji 3 kilogram yang terjadi beberapa pekan terakhir ini. Kelangkaan BBM ini bahkan menyebabkan antrean mengular hingga lebih dari 1 kilometer di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar.
Pada kesempatan itu, Sales Area Manager (SAM) Pertamina Retail Sulselbar, Rainier Axel SP Gultom menjelaskan bahwa antrean BBM dan elpiji 3 kilogram yang terjadi di Kota Makassar ini akibat adanya panic buying yang dilakukan oleh masyarakat.
Baca Juga : Serbu Kalla Toyota, Hadirkan Flash Sale Akhir Pekan dan Banyak Penawaran Spesial
“Panic buying itu terjadi karena adanya indikasi penggiringan opini sehingga meresahkan masyarakat. Padahal, stok selalu kami suplai setiap hari dan tidak pernah terputus tapi antrean ini tetap saja terjadi,” kata Rainier.
Menurutnya, pihak Pertamina juga telah bergerak cepat merespons keadaan ini. Misalnya dengan menambah waktu operasional sejumlah SPBU di Kota Makassar menjadi 24 jam. Pihaknya juga melakukan penambahan kuota gas elpiji 3 kilogram terkhusus di wilayah-wilayah yang rawan antrean.
“Saat ini kami sudah membentuk tim satgas gabungan di masing-masing wilayah. Kami juga meminta tokoh-tokoh masyarakat untuk melakukan imbauan agar tidak terpancing dengan adanya pemberitaan-pemberitaan yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya,” tambah Rainier.
Baca Juga : 4 Dosen Unsa Makassar Kembali Ditugaskan jadi Asesor Seleksi PPG Prajabatan 2026
Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi mengaku pihaknya juga akan ikut turun terlibat melakukan pengawasan. Menurutnya, seluruh anggota DPRD Sulsel akan melakukan pengawasan di masing-masing daerah pemilihannya.
“Sudah ada jaminan dari pihak Pertamina bahwa suplainya normal. Artinya pengawasannya yang mesti diperketat agar betul-betul tepat sasaran,” kata Cicu, sapaan karibnya.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid meminta Pertamina segera menyiapkan langkah konkret untuk mengurai antrean tersebut. Menurutnya, kelancaran distribusi BBM perlu dijaga agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat maupun kendaraan logistik.
Baca Juga : Lantik Pejabat Fungsional, Wali Kota Makassar Titip Tugas Khusus untuk Kepala UPT TPA Tamangapa
Kadir Halid juga mengimbau masyarakat Sulawesi Selatan tidak mudah terpengaruh informasi mengenai kelangkaan BBM. Menurutnya, masyarakat cukup membeli BBM sesuai kebutuhan. Dengan begitu, distribusi dapat berjalan lebih merata dan antrean di SPBU bisa berkurang.
“Komisi D DPRD Sulsel juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) meningkatkan pengawasan di lapangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan penyaluran BBM tepat sasaran sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan,” kata legislator dari Fraksi Partai Golkar itu.
Dengan pengawasan dan pengaturan distribusi yang lebih baik, Kadir Halid berharap antrean panjang di SPBU Makassar segera terurai sehingga aktivitas masyarakat dan kendaraan logistik kembali berjalan normal.
Baca Juga : PLN UID Sulselrabar Pantau Sistem Kelistrikan 24 Jam dan Tinjau Langsung Optimalisasi Pembangkit
Di sisi lain, Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Muhammad Sadar, menjelaskan bahwa kunjungan mereka merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD. Dengan demikian, kedatangan Komisi D bukan untuk mencampuri operasional PT Pertamina.
Berdasarkan hasil pemantauan, kata Sadar, pasokan BBM dari Pertamina masih berjalan normal dan sesuai kuota. Namun, peningkatan konsumsi akibat kepanikan masyarakat membuat antrean semakin panjang.
Sejumlah pengendara memilih mengisi tangki hingga penuh karena khawatir tidak mendapatkan BBM di perjalanan berikutnya.
Baca Juga : PLN UID Sulselrabar Pantau Sistem Kelistrikan 24 Jam dan Tinjau Langsung Optimalisasi Pembangkit
”Seharusnya pengisian dilakukan secukupnya untuk perjalanan terdekat. Karena panik, banyak pengendara yang memilih langsung mengisi penuh tangki di satu titik. Inilah yang memicu penumpukan kendaraan,” demikian Muhammad Sadar.
Setelah melakukan rapat koordinasi dengan pihak Pertamina, rombongan Komisi D DPRD Sulsel melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah SPBU yang antreannya membludak. Salah satunya di SPBU yang terletak di Jalan AP Pettarani, Makassar.
Di SPBU tersebut, mereka mengecek langsung stok BBM yang tersedia serta mengecek kondisi antrean yang cukup panjang. (*)
