0%
logo header
Rabu, 20 September 2023 09:48

Ranperda APBD Perubahan Pemkab Gowa Diarahkan ke Agenda Strategis dan Prioritas

Chaerani
Editor : Chaerani
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat memberikan arahan usai menyerahkan Ranperda APBD Perubahan di Ruang DPRD Kabupaten Gowa, kemarin. (Dok. Humas Gowa)
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat memberikan arahan usai menyerahkan Ranperda APBD Perubahan di Ruang DPRD Kabupaten Gowa, kemarin. (Dok. Humas Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menyerahkan Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2023.

Pada APBD Perubahan tersebut diarahkan pada sejumlah program kerja yang bersifat strategis dan prioritas.

“Perubahan kebijakan belanja daerah pada perubahan APBD 2023 ini diarahkan pada penambahan belanja yang bersifat strategis, dan mendesak,” katanya usai menyerahkan Ranperda APBD Perubahan Tahun Anggaran 2023, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gowa, kemarin.

Baca Juga : Indonesia Ajak Negara Asia-Afrika Jadi Mitra Dialog Global

Lanjutnya, dalam menyusun APBD Perubahan tersebut banyak hal yang dilakukan perubahan. Salah satunya didasari pada kebijakan prioritas nasional yang dituangkan pada PMK 211 Tahun 2022 yakni pada perubahan target penerimaan dan lainnya

“Termasuk adanya pergeseran belanja karena adanya keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antar unit kerja, antar kegiatan, antar rekening, dan antar jenis belanja,” ujar Adnan.

Adnan menyebutkan, perubahan pendapatan daerah Kabupaten Gowa Tahun Anggaran 2023 yakni target pendapatan daerah secara akumulatif bertambah lima persen atau naik sebesar Rp84.283.896.962, dari Rp1.812.877.649.166 sebelum perubahan menjadi Rp1.897.161.546.128.

Baca Juga : Peringatan HUT BHP Ke-399, Liberti Sitinjak: Momen Refleksi Kinerja

“Pendapatan daerah yang mengalami penyesuaian target yaitu komponen pendapatan asli daerah yang bertambah 14 persen. Dimana dari target semula pada APBD pokok atau naik sebesar Rp37.676.242.092 dari Rp272.867.797.710, menjadi Rp310.544.039.802, pada perubahan APBD,” jelasnya.

Selain itu, pada belanja operasi mengalami kenaikan sebesar Rp116.011.276.376, atau naik sembilan persen dari anggaran pokok sebesar Rp1.332.308.119.153, sehingga anggaran setelah perubahan menjadi Rp1.448.319.395.528.

Menurutnya, perubahan APBD 2023 tersebut disusun dalam rangka penyempurnaan dan penyesuaian terhadap beberapa asumsi. Antara lain, nilai pendapatan daerah, nilai belanja daerah, baik belanja operasi, belanja modal, belanja tak terduga dan belanja transfer, pembiayaan daerah dan sisa lebih perhitungan anggaran 2021.

Baca Juga : Di Gowa, Rangga Ingatkan Warga Bersama Kawal Pembangunan

“Dalam penyusunan perubahan APBD ini didasarkan pada perubahan kebijakan di tingkat nasional, provinsi dan kebijakan pemerintah daerah sendiri. Kemudian diharmonisasi dengan kondisi serta kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan di daerah untuk percepatan pembangunan daerah saat ini dengan tetap mengacu pada RKPD Kabupaten Gowa,” ungkapnya.

Ia pun berharap APBD Perubahan tersebut dapat segera dibahas dan disahkan untuk kemudian segera diimplementasikan lewat program-program yang digagas.

“Kita berharap agar bisa segera dibahas dan berjalan dengan baik. Sehingga mempercepat penetapannya sebagai suatu Peraturan Daerah (Perda),” katanya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646