0%
logo header
Rabu, 08 November 2023 18:08

Rayakan BKGN 2023, Pepsodent Libatkan Organisasi Dokter Gigi Beri Perawatan Gratis di UMI Makassar

Chaerani
Editor : Chaerani
Unilever Indonesia melalui brand Pepsodent merayakan BKGN 2023 bertajuk "Senyum Indonesia, Gigi Kuat Mulut Sehat" di Kota Makassar dengan menggelar perawatan kesehatan gigi gratis bagi masyarakat di RSIGMP UMI Makassar. (Dok. Unilever Indonesia)
Unilever Indonesia melalui brand Pepsodent merayakan BKGN 2023 bertajuk "Senyum Indonesia, Gigi Kuat Mulut Sehat" di Kota Makassar dengan menggelar perawatan kesehatan gigi gratis bagi masyarakat di RSIGMP UMI Makassar. (Dok. Unilever Indonesia)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Dalam rangka perayaan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2023 di Kota Makassar, Unilever Indonesia melalui brand Pepsodent kembali memberikan perawatan kesehatan gigi gratis bagi masyarakat.

Dalam kegiatan ini pihaknya bekerjasama dengan organisasi kedokteran gigi mulai Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), dan Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI).

Kali ini kegiatan tersebut dipusatkan di Fakultas Kedokteran Gigi dan Rumah Sakit Islam Gigi dan Mulut Pendidikan (RSIGMP), Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar selama tiga hari atau sejak 8 hingga 10 November 2023 mendatang.

Baca Juga : Puskesmas Somba Opu Jalani Penilaian Re-Akreditasi

Head of Professional Marketing Personal Care Unilever Indonesia drg. Ratu Mirah Afifah mengatakan, pada tema BKGN tahun ini yakni “Senyum Indonesia, Gigi Kuat Mulut Sehat”. Tema ini pun seiring dengan komitmen Pepsodent yang lebih dari 75 tahun, mewujudkan purpose untuk mendukung edukasi serta perawatan gigi dan mulut.

“Upaya tersebut menjadi krusial karena saat ini masyarakat Indonesia kian rentan mengalami gigi berlubang akibat konsumsi gula yang semakin tinggi. Bahkan di 2023, konsumsi gula per kapita diproyeksi meningkat hingga 9 persen dari 2019,” katanya di sela-sela kegiatan, Rabu, (08/11/2023).

Lanjutnya, pengetahuan masyarakat tentang risiko gula bagi kesehatan gigi dan mulut juga masih harus ditingkatkan. Survei Pepsodent menunjukkan bahwa 66 persen orangtua sebenarnya merasa khawatir akan kesehatan gigi dan mulut mereka. Hal ini disebabkan asupan gula, namun di sisi lain 58 persennya menganggap anak-anak boleh menerima asupan gula yang tinggi atau bahkan tidak mengetahui batas yang dianjurkan.

Baca Juga : Rutan Pinrang, Enrekang dan Makale Jadi Lokasi Monev Kanwil Kemenkumham Sulsel

Lanjutnya, pada pelaksanaan BKGN tahun ini Unilever Indonesia melalui Pepsodent bersama 65 PDGI Cabang, AFDOKGI dan ARSGMPI akan digelar perawatan gigi gratis sejak September hingga Februari 2024 mendatang di seluruh Indonesia. Termasuk di Fakultas Kedokteran Gigi dan Rumah Sakit Islam Gigi dan Mulut Pendidikan (RSIGMP) UMI Makassar.

Pada perawatan gigi gratis yang digelar di seluruh Fakultas Kedokteran Gigi & Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan di Indonesia disiapkan layanan teledentistry gratis sebagai bagian upaya pemerataan layanan konsultasi gigi, dan mendukung transformasi teknologi kesehatan Kemenkes RI, serta edukasi kesehatan gigi dan mulut ke 250.000 anak melalui Program Sekolah yang lebih inklusif karena juga memberi manfaat bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Di tengah kemeriahan BKGN 2023, Pepsodent turut meluncurkan Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang Baru dengan formula pro-fluoride kompleks dan mikro kalsium aktif yang mampu memperbaiki lubang tak kasat mata, 10X lebih kuat mencegah gigi berlubang. Seluruh kemasannya dilengkapi QR code yang terhubung ke layanan teledentistry “Tanya Dokter Gigi by Pepsodent”, sebagai solusi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan untuk berkonsultasi gigi langsung di BKGN 2023.

Baca Juga : Pemkab Gowa Berangkatkan Puluhan Orang Beribadah Umrah

“Semoga seluruh rangkaian edukasi dan perawatan gigi gratis yang kami persembahkan di BKGN 2023 dapat membantu masyarakat Makassar memancarkan senyum Indonesia dengan gigi kuat dan mulut sehat, serta bebas gigi berlubang,” harap drg. Mirah.

Sementara, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi UMI Prof. drg. Moh. Dharma Utama mengungkapkan, kondisi rentan masyarakat terhadap kesehatan gigi harus mulai diwaspadai secara bersama-sama, termasuk di lingkungan keluarga di wilayah Sulawesi Selatan seperti Makassar.

“Tercatat 56,3 persen masyarakat Sulsel memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman manis sehari-hari. Perlu diketahui, sisa makanan atau minuman manis yang tidak dibersihkan pada gigi menyebabkan bakteri berkembang lebih cepat. Bakteri ini memfermentasi sisa karbohidrat pada gigi menjadi asam, dan membuat lapisan gigi lebih rentan berlubang,” ungkapnya.

Baca Juga : Peringatan HUT KORPRI, ASN Pemkab Gowa Diajak Jaga Kekompakan

Ia menjelaskan, studi menunjukkan, saat seseorang mengonsumsi 1-2 porsi minuman berpemanis setiap hari, maka risiko gigi berlubangnya meningkat hingga 31 persen. Sehingga, tentu tidak bisa sepenuhnya menghindari gula, karena fungsinya sebagai sumber energi dan pendorong fungsi kerja otak.

“Meski demikian konsumsinya harus dibarengi perilaku menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur, dan rutin berkonsultasi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali,” lanjut Prof. Dharma.

Ia menegaskan, masyarakat Makassar harus lebih mewaspadai hal ini, karena permasalahan gigi berlubang di Sulawesi Selatan merupakan yang tertinggi ke-empat di Indonesia atau sebanyak 55,5 persen. Apalagi, hanya 4,5 persen masyarakatnya yang mengaku pernah berobat ke dokter gigi selama setahun.

Baca Juga : Peringatan HUT KORPRI, ASN Pemkab Gowa Diajak Jaga Kekompakan

“Artinya, kebiasaan menyikat gigi yang tepat masih perlu ditanamkan, disertai akses layanan kesehatan gigi dan mulut yang lebih merata,” akunya.

Di tempat yang sama Direktur RSIGMP UMI drg. Nurfadhilah Arifin menjelaskan, dengan target 1.000 pasien, seluruh tim RSIGMP yang terdiri dari staf klinis dan non klinis, dokter gigi muda, dokter gigi dan dokter gigi spesialis siap melayani dan mengajak masyarakat lebih memperhatikan kesehatan gigi dan mulutnya. Apalagi Kota Makassar terkenal dengan surganya kuliner, termasuk aneka kue tradisional yang manis dan lengket.

“Saat ini jenis kasus terbanyak di RSIGMP UMI adalah masalah gigi berlubang yang sudah parah, yakin sebesar 59 persen, seperti peradangan pulpa gigi, tertinggalnya sebagian akar gigi, hingga matinya syaraf gigi yang perawatannya memakan waktu serta biaya yang tidak sedikit. Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati, jadi manfaatkan layanan gratis di BKGN 2023 untuk mulai berkonsultasi ke dokter gigi secara teratur,” ujarnya.

Baca Juga : Peringatan HUT KORPRI, ASN Pemkab Gowa Diajak Jaga Kekompakan

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr. Nursaidah Sirajuddin mengatakan, di Kota Makassar terdapat 51 Rumah Sakit, 4 RSGM, 47 Puskesmas, 35 Pustu, dan 187 Klinik. Dari semua sarana kesehatan yang ada, bisa menjalankan tugas masing-masing dengan membuat masyarakat percaya bahwa saat ini bisa menyelenggarakan new normal lifestyle dengan inovasi, sosialisasi dan edukasi.

“Saya merasa berbangga hati sekaligus memberikan penghargaan kepada panitia BKGN yang diselenggarakan oleh FKG UMI. Dengan adanya acara BKGN ini, Pemerintah Kota Makassar sangat mengharapkan dapat membantu memulihkan permasalahan kesehatan di Indonesia, utamanya di Kota Makassar,” harapnya singkat.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646