0%
logo header
Kamis, 12 Oktober 2023 08:02

Sahruddin Said Tekankan Pentingnya Orang Tua Berikan Air Susu Ibu Ekslusif untuk Bayi

Rizal
Editor : Rizal
Anggota DPRD Makassar, Sahruddin Said saat menyosialisasikan Perda nomor 3 tahun 2016 tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Ekslusif di Hotel Karebosi Premier Makassar, Rabu (11/10/2023). (Foto: Istimewa)
Anggota DPRD Makassar, Sahruddin Said saat menyosialisasikan Perda nomor 3 tahun 2016 tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Ekslusif di Hotel Karebosi Premier Makassar, Rabu (11/10/2023). (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Sahruddin Said menyebut salah satu nutrisi paling penting untuk untuk bayi baru lahir adalah pemberian air susu dari ibunya.

Karena itulah, Legislator Fraksi PAN DPRD Makassar ini mengambil tema Sosialisasi Perda nomor 3 tahun 2016 tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Ekslusif di Hotel Karebosi Premier Makassar, Rabu (11/10/2023).

Ajid, sapaan akrabnya menjelaskan, begitu pentingnya pemberian ASI ekslusif sehingga pemerintah Kota Makassar bersama legislatif mengeluarkan peraturan daerah.

Baca Juga : Kunjungi Bawaslu Makassar, Herwyn Tegaskan Jajaran Telah Siap Sambut Pilkada 2024

“Makanya dengan adanya Perda ini, para ibu-ibu mempunyai kewajiban untuk memberikan bayinya ASI ekslusif, karena kenapa? Gizi paling penting yang didapatkan oleh bayi itu adalah ASI,” terangnya.

Dalam sosialisasi Perda kali ini juga menghadirkan dua narasumber yaitu Direktur Umum PDAM Kota Makassar, Indira Mulyasari Paramastuti dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr Nursaidah Sirajuddin.

Indira Mulyasari Paramastuti memaparkan pemberian ASI ekslusif merupakan hak bayi dan kewajiban bagi ibu tanpa campuran apapun agar kandungan gizi dan kesehatan terhadap bayi bisa tumbuh subur.

Baca Juga : Penguatan Pemberitaan dalam Pengawasan Pilkada Serentak 2024, Bawaslu Sulsel Bangun Sinergitas dengan Media

“Kadang ada ibu hamil sudah ada yang keluar ASI-nya begitu juga pada saat melahirkan sama sekali tidak keluar, prinsip ASI pertama harus dirangsang agar keluar,” paparnya.

Kemudian, kata Indira, harus ada inisiasi menyusui dini (IMD). Sebab, langkah IMD adalah proses alamiah, begitu bayi keluar dari rahim ibu langsung ditempel ke dada ibu.

“Nah, pada saat itulah bayi akan mencoba perlahan-lahan menjalankan proses IMD kepada ibunya dalam mendapatkan haknya untuk menyusui,” demikian mantan wakil ketua DPRD kota Makassar periode 2014-2019 ini. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646