0%
logo header
Minggu, 24 Desember 2023 21:33

Serap Aspirasi di Luwu, Masyarakat Keluhkan Keterbatasan Infrastruktur Pertanian ke Muhammad Fauzi

Rizal
Editor : Rizal
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar, Muhammad Fauzi menggelar reses atau serap aspirasi di Desa Mario, Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu, Minggu (24/12/2023). (Foto: Istimewa)
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar, Muhammad Fauzi menggelar reses atau serap aspirasi di Desa Mario, Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu, Minggu (24/12/2023). (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, LUWU – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar, Muhammad Fauzi menggelar reses atau serap aspirasi di Desa Mario, Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu, Minggu (24/12/2023).

Kegiatan serap aspirasi ini diikuti ratusan warga setempat. Mereka secara bergantian menyampaikan terkait kondisi atau masalah yang mereka hadapi selama ini.

Infrastruktur pertanian dan air bersih menjadi paling banyak disampaikan masyarakat setempat ke Fauzi untuk dibenahi.

Baca Juga : Cikal Bakal Generasi Emas 2045, Ketua DPRD Sulsel Motivasi Siswa SMA Metro School

“Pada intinya dari beberapa perwakilan masyarakat yang tadi berbicara ada dua masalah yang menyangkut orang banyak, yaitu kebutuhan air bersih dan irigasi untuk infrastruktur pertanian,” kata Muhammad Fauzi usai reses tersebut.

Merespons hal itu, Muhammad Fauzi menawarkan dua program sekaligus yakni program Percepatan Peningkatan Tata  Guna Air irigasi (P3-TGAI) yang dilaksanakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan program PAMSIMAS.

“Kebetulan di Komisi V tempat saya, ada dua program itu P3A dan PAMSIMAS. Saya harap masyarakat Desa Mario ini segera buat proposal penawaran dan bentuk kelompok tani pengguna air. Begitu juga untuk program PAMSIMAS pemerintah desa segera usulkan proposalnya agar kita bisa tindak lanjuti,” jelas Fauzi.

Baca Juga : Rakorsus Pemkot Makassar Hadirkan Enam Pembicara dari Lima Negara, Bahas Soal Low Carbon City

Pria yang akrab disapa Abang Fauzi itu menambahkan, dari hasil resesnya di Desa Mario itu selama ini masyarakat dalam menggarap sawah hanya mengandalkan sistem tadah hujan, sehingga kegiatan petani tidak maksimal.

“Bahkan ada sawah yang sudah lama tidak tergarap karena sulit akan kebutuhan air untuk mengairi sawah mereka. Makanya tadi saya langsung minta untuk segera membuat kelompok tani pengguna air dan proposalnya,” demikian anggota DPR RI dari Dapil Sulsel III itu. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646