0%
logo header
Jumat, 10 Mei 2024 09:41

Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Korban Banjir di Elikobel Merauke Papua Selatan

M. Imran Syam
Editor : M. Imran Syam
Proses evakuasi korban banjir di Elikobel Merauke oleh Tim SAR Gabungan. (Foto: Humas Basarnas Merauke)
Proses evakuasi korban banjir di Elikobel Merauke oleh Tim SAR Gabungan. (Foto: Humas Basarnas Merauke)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MERAUKE – Tim Gabungan Pencarian dan Pertolongan atau Search Anda Rescue (SAR) Merauke berhasil mengevakuasi seluruh warga yang terjebak banjir di Jalan Trans Papua, Distrik Elikobel, Merauke, Papua Selatan, Kamis (09/05/2024).

Keberhasilan Tim SAR Gabungan mengevakuasi sejumlah korban banjir ini berkat kerja keras sejumlah personel yang berjibaku di lokasi menggunakan perahu karet untuk memindahkan warga terdampak ke tempat yang aman.

Tim Evakuasi Gabungan Merauke yang terdiri dari personel Basarnas, BPBD Provinsi Papua Selatan, BPBD Kabupaten Merauke, Lantamal XI, Polres Merauke, dan Sat. Pol Air Merauke  bergerak menuju lokasi terdampak dan melaksanakan proses evakuasi warga sejak Rabu (08/05/2024).

Baca Juga : Lepas Jemaah Calon Haji Merauke, Bupati Romanus: Jaga Kesehatan di Tanah Suci

Dalam siaran Pers yang diterima media ini, Kamis (9/5/2024 malam, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Alman S. Imbiri melalui Humasnya, Darmawan menjelaskan Tim Rescue Basarnas Merauke sebanyak 6 personel dikerahkan menuju lokasi bencana di Elikobel dengan peralatan evakuasi dan tiba sekitar pukul 17.20 WIT.

“Setelah berkoordinasi dengan anggota Koramil Elikobel, rencananya Rabu, kami langsung melakukan evakuasi. Namun karena kondisi sudah mulai gelap dan kurangnya penerangan, evakuasi belum bisa dilakukan hari itu,” kata Darmawan.

“Kamis pagi, pukul 08.00 WIT tim gabungan melakukan dropping logistik ke tempat terisolir menggunakan 2 (dua) perahu karet milik Basarnas Merauke dan Polair, sekaligus memastikan posisi lokasi korban yang terjebak banjir,” sambungnya.

Baca Juga : Lantik 66 Pandis, Ketua Bawaslu Merauke: Pengawas Pemilu Harus Bekerja Jujur

Darmawan menyebutkan, hingga pukul 10.55 WIT, Kamis (9/5/2024) kondisi air di lokasi bencana sedikit surut hingga batas leher orang dewasa. Tim rescue meminta penambahan personel untuk mempercepat proses evakuasi.

“Tambahan jumlah personel diantaranya dari Polres Merauke, Satpolair, BPBD Provinsi Papua Selatan dan BPD Kabupaten Merauke, Koramil Bupul, Polsek Bupul dan Satgas Bim,” bebernya.

Ia menambahkan, hingga pukul 12.00 WIT tim gabungan sudah berhasil mengevakuasi berjumlah 9 (sembilan) korban, antara lain 4 orang dewasa, 3 anak-anak dan 2 bayi yang masih berusia 11 bulan dan 4 bulan.

Baca Juga : Ratusan Alsintan Bantuan Kementan Tiba di Merauke, Dihantar KRI Soeharso 990

Para korban adalah Nuraini (30), Rodiah (50), Wilhemia (30), Fransiskus (45), Elis (10), Erni (7), Anita (3), Irnawati 4 bulan dan Alussia 11 bulan.

Hingga Kamis malam, lanjut Darmawan, para korban di lokasi banjir sudah berhasil dievakuasi seluruhnya. Ruas jalan utama menuju Distrik Bupul dan Distrik Muting sudah bisa dilalui kendaraan.

“Sebagian warga memilih kembali. Tim evakuasi gabungan rencana akan ditarik kembali ke Merauke untuk beberapa waktu kedepan,” pungkasnya.

Baca Juga : Ceramah di Depan Ribuan Umat Muslim Merauke, Gus Miftah Puji Sikap Toleransi Masyarakat Papua Selatan

Perlu diketahui, Pj. Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo bersama Forkopimda serta sejumlah rombongan turun ke lokasi banjir di Distrik Elikobel dan memantau langsung proses evakuasi dengan menggunakan perahu karet.

Sebagaimana diberitakan media ini, Rabu (8/5/2024) kemarin, ratusan warga, penumpang bus jalur Merauke-Boven Digoel Papua Selatan terjebak banjir setinggi leher orang dewasa di Jalan Trans Papua, Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke sudah selama 3 hari sejak Minggu (05/05/2024).

Genangan air setinggi leher orang dewasa lantaran meluapnya air Kali Maro Papua Selatan ditambah banjir kiriman dari sungai di wilayah Papua Nugini akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga : Ceramah di Depan Ribuan Umat Muslim Merauke, Gus Miftah Puji Sikap Toleransi Masyarakat Papua Selatan

Ratusan warga baik anak-anak maupun orang dewasa yang terjebak banjir setinggi leher ini, untuk sementara dievakuasi sementara ke 3 tiga titik yakni di Pos Bim Satgas Pamtas RI- PNG Yonif 726/TML, Pos Koramil Elikobel dan di Pos Bupul Kampung Kabupaten Merauke.

Warga terdampak menunggu bala bantuan berupa perahu karet dari Basarnas Merauke maupun Pemerintah Provinsi Papua Selatan untuk segera dievakuasi.

Bati Tuud 1707-07/Koramil Elikobel, Serma Leo Chandra yang dihubungi awak media ini via telepon seluler menuturkan, warga berjumlah ratusan itu sudah terjebak selama 3 (tiga hari) di Distrik baik yang akan meneruskan perjalanan ke Merauke maupun ke Boven Digoel.

Baca Juga : Ceramah di Depan Ribuan Umat Muslim Merauke, Gus Miftah Puji Sikap Toleransi Masyarakat Papua Selatan

“Luapan sungai Kali Maro, itu air setinggi leher. Air kiriman dari atas juga, maksudnya dari PNG sana. Ratusan warga, masyarakat pejalan Merauke-Boven maupun Boven-Merauke,” tutur Leo Chandra yang dikonfirmasi, Rabu (8/5/2024).

Serma Leo Chandra menyebutkan, areal jalan Trans Papua yang digenangi air setinggi 1 meter mulai dari km 105 hingga km 189 dari arah Merauke menuju Boven Digoel Papua Selatan.

“Warga ada tiga titik yang ditampung. Kalau yang dari arah Merauke di Pos Bim Satgas Pamtas. Kalau di sini Pos Koramil yakni mereka yang sudah di tengah-tengah. Kalau yang dari arah Boven di Bupul kampung sana,” bebernya. (*)

Penulis : Hendrik Resi
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646