0%
logo header
Senin, 02 November 2020 02:39

Tingkatkan Produktivitas Ayam Kampung di Tengah Pendemi, TIM PKM-I Peternakan UHO Adakan Pelatihan dan Bimtek

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Tim PKM-I Peternakan UHO saat melaksanakan kegiatan Pelatihan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang tata cara beternak ayam kampung di Kel. Lalodati Kec. Puuwatu Kota Kendari, Sabtu (31/10/20). Foto: istimewa
Tim PKM-I Peternakan UHO saat melaksanakan kegiatan Pelatihan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang tata cara beternak ayam kampung di Kel. Lalodati Kec. Puuwatu Kota Kendari, Sabtu (31/10/20). Foto: istimewa

REPUBLIKNEWS.CO.ID, Kendari– Tim Program Kemitraan Masyarakat Internal (PKM-I) Peternakan Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan kegiatan Pelatihan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang tata cara beternak ayam kampung di Kelurahan Lalodati Kecamatan Puuwatu Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara, Sabtu (31/10/20).

Ketua Tim PKM-I Peternakan UHO, Musram Abadi S.Pt. M.Si. mengatakan, pelatihan dan bimtek tentang cara ternak ayam kampung adalah agar meningkatkan pendapatan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Kalau ternak ayam kampung dikembangkan khususnya oleh masyarakat perkotaan, maka nantinya akan menjadi tambahan pendapatan untuk masyarakat apalagi ditengah pandemi sekarang ini” ungkapnya, saat dihubungi melalui telpon selulernya, Minggu (01/11/20).

Musram menjelaskan, ternak ayam kampung lebih menguntungkan dan tidak membutuhkan banyak syarat dibandingkan dengan ternak ayam lainnya.

“Ternak ayam kampung ini dalam pengembangannya tidak membutuhkan lahan yang luas kemudian tahan terhadap penyakit dibandingkan dengan ternak ayam lain, misalnya ayam potong,” jelasnya.

Lanjutnya, kegiatan tersebut rencananya dilaksanakan selama satu bulan dengan beberapa tahapan diantaranya, penyuluhan, bimbingan teknis yang dimulai dari sosialisasi sampai dengan proses penetesan ayam.

“Kami berikan bimbingan teknis diantaranya bagaimana menyeleksi ayam yang benar, baik jantan maupun betina agar menghasilkan telur yang banyak,” paparnya.

Dirinya menyebut, masyarakat sangat antusias dengan kegiatan tersebut khususnya masyarakat Kelurahan Lalodati, dimana pada perencanaan awal jumlah yang ditentukan sejumlah 10 orang, tetapi yang hadir kurang lebih 20 orang.

“Awalnya yang ditetapkan itu 10 orang, karena masyarakat di situ sangat antusias, ternyata yang hadir 20. Tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ujarnya.

Terakhir, ia berharap program yang dijalankan berupa penyuluhan dan bimbingan teknis yang dapat meningkatkan pemahaman serta keterampilan masyarakat peternak dalam menjalankan usaha budidaya ayam kampung serta dapat menjawab permasalahan yang dihadapi oleh peternak.

“Melalui kegiatan ini kami berharap dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat peternak sehingga dapat merubah sistem pemeliharaan ayam kampung dengan memaksimalkan sumberdaya yang tersedia dan adanya perhatian peternak terhadap kesehatan ayam,” tutupnya. (Akbar Tanjung)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646