0%
logo header
Jumat, 05 Juli 2024 06:36

TP PKK Kecamatan Parigi Olah Bayam Brazil Jadi Cemilan Hingga Makanan Pendamping

Chaerani
Editor : Chaerani
Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa, Mussadiyah Rauf saat menyaksikan olahan Bayam Brazil yang dihasilkan TP PKK Kecamatan Parigi bekerjasama Puskesmas Parigi, di sela-sela pelaksanaan SMEP, kemarin. (Dok. Humas Gowa)
Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa, Mussadiyah Rauf saat menyaksikan olahan Bayam Brazil yang dihasilkan TP PKK Kecamatan Parigi bekerjasama Puskesmas Parigi, di sela-sela pelaksanaan SMEP, kemarin. (Dok. Humas Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Tim Penggerak PKK Kecamatan Parigi, bersama Puskesmas Parigi menyuguhkan inovasi panganan yang berbahan dasar bayam Brazil.

Inovasi panganan berbahan dasar bayam Brazil tersebut diperlihatkan kepada Tim Supervisi, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan (SMEP) Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa, di Panyeroang, Lingkungan Parang, Desa Lanna, Kecamatan Parigi.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Jonjo Irma Arifin menuturkan, salah satu upaya dari TP PKK Desa Jonjo untuk meningkatkan gizi keluarga serta upaya menurunkan angka stunting, maka pihaknya memasyarakatkan bayam Brazil disetiap rumah.

Baca Juga : 2.145 Atlet Berlaga di Pekan Olahraga NIPAH 2024, Anak-Anak Ikut Serta

“Bayam Brazil ini kami buat sedemikian rupa baik dikomsumsi sebagai sayur maupun dibuat dalam bentuk panganan. Mulai dari puding, kerupuk, abon, brownis, dan bisa berupa keripik daun bayam Brazil yang disenangi anak-anak,” katanya, dalam pertemuan, kemarin.

Saat ini, PKK dan Kader Posyandu kerap kali melakukan demo pembuatan panganan dari bahan dasar bayam Brazil sekaligus mensosialisasikan pentingnya mengkonsumsi panganan berbahan lokal dengan nilai gizi yang tinggi.

“Kami gencar melakukan demo masak pembuatan puding, maupun panganan lainnya karena bayam Brazil ini bahannya mudah didapatkan sekaligus memberikan sosialisasi pentingnya mengolah panganan bagi Balita dan ibu hamil dari bahan dasar lokal yang mudah dan murah serta bergizi tinggi,” ungkapnya.

Baca Juga : Survei Terbaru LSI Network untuk Pilkada Bone 2024, Popularitas dan Elektabilitas Yasir Machmud Tertinggi

Diketahui, setelah memanfaatkan bayam Brazil di masyarakat, jumlah angka stunting di Desa Jonjo sudah tidak ada.

“Alhamdulillah saat ini stunting di Desa Jonjo telah berhasil kita turunkan setiap tahunnya sehingga saat ini anak stunting di Desa Jonjo tidak ada lagi,” katanya.

Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa, Mussadiyah Rauf terkesan dengan inovasi tersebut. Ia mengatakan kandungan gizi dalam inovasi panganan bayam Brazil yang dibuat sudah sesuai, namun ada beberapa olahan yang takaran gulanya perlu dikurangi.

Baca Juga : Awasi Mutarlih, Ketua Bawaslu Sulsel Beri Penguatan Jajaran Adhock di Pinrang

“Saya bersama tim SMEP sangat terkesan dengan kreasi panganan yang disuguhkan, ini membuktikan bahwa PKK Desa Jonjo bersama para Kader Posyandu mampu berkolaborasi dengan baik, apalagi tadi bu Desa mengatakan bahwa stunting di Desa Jonjo sudah tidak ada lagi,” ujarnya.

Sementara Ketua TP PKK Kecamatan Parigi, Nuraeni mengatakan bahwa rencana program kerja TP PKK Kecamatan Parigi Tahun 2024 dilingkup sekretaria. Antara lain, pembinaan adminstrasi buku 6, Pembinaan Aplikasi SIM PKK (Dasawisma), pembinaan kelompok-kelompok PKK dan pembuatan laporan kegiatan.

“Khusus Dasawisma dalam waktu dekat ini kami akan melakukan pelatihan. Alhamdulillah tahun ini ada anggaran di Kecamatan yang melekat untuk pelatihan ini,” ungkapnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646