REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Aktivitas industi pasar modal di Sulawesi Selatan mengalami penguatan kinerja seiring dengan meningkatnya minat serta keterlibatan masyarakat dalam kegiatan investasi.
Salah satunya terlihat pada produk saham melalui peningkatan jumlah transaksi hingga investornya secara tahunan atau year on year (yoy). Dimana, secara akumulasi transaksi saham sampai dengan Desember 2025 (ytd) membukukan transaksi sebesar Rp39,90 triliun.
“Ketika masyarakat daerah mulai memahami dan memanfaatkan instrumen saham sebagai sarana investasi, maka terbentuk budaya keuangan yang lebih modern, produktif, dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang,” ujar Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, dalam keterangan resminya, kemarin.
Baca Juga : Muscab PKB Zona II Jadi Momentum Regenerasi Partai, Azhar Arsyad Tekankan Kader Lebih Adaptif
Sementara, jika dilihat dari pertumbuhan jumlah investor atau Single Investor Identification (SID) juga meningkat pada seluruh produk pasar modal. Mulai dari produk saham, reksa dana, hingga surat berharga negara (SBN).
“Secara akumulasi peningkatan jumlah investor secara tahunan sebesar 31,23 persen atau mencapai 525.596 SID pada Desember 2025 atau di tahun sebelumnya hanya mencapai 400.517 SID,” terangnya.
Adapun secara portofolio produk pertumbuhan SID tertinggi berada pada portofolio saham yang tumbuh sebesar 40,46 persen atau sebanyak 180.427 SID, menyusul pertumbuhan SID reksa dana sebesar 30,48 persen dengan jumlah SID sebanyak 499.226, Kemudian produk SBN yang tumbuh 19,75 persen secara tahunan atau dengan 21.480 SID.
Baca Juga : Kemenangan Kontingen Gowa di MTQ Sulsel Berhasil Masuk Lima Besar
“Tetapi jika dilihat secara jumlah investor (SID) produk reksa dana paling banyak diminati yaitu 499.226 investor dari tahun sebelumnya 382.559 investor,” kata Muchlasin.
Selain itu, meningkatnya transaksi saham juga mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di daerah. Masyarakat menjadi lebih mengenal berbagai instrumen keuangan, memahami manajemen risiko, serta mampu merencanakan keuangan secara lebih baik.
“Hal ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan individu, tetapi juga menciptakan masyarakat yang lebih mandiri secara finansial,” katanya.
Baca Juga : Pesta Siaga Perdana di Gowa jadi Ruang Belajar Nilai-nilai Kepramukaan
Dalam rangka menjaga pertumbuhan pasar modal yang sehat dan berkelanjutan, OJK bersama pemerintah dan stakeholder terkait menegaskan komitmen untuk mempercepat reformasi pasar modal Indonesia secara menyeluruh guna memperkuat likuiditas, meningkatkan transparansi, serta menjaga kepercayaan investor.
