REPUBLIKNEWS.CO.ID, BUTON TENGAH – Bupati Buton Tengah, Azhari, terus mendorong peningkatan mutu pendidikan di daerahnya. Dalam kunjungan kerja ke Jakarta, Selasa (30/6/2026), ia menemui jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memperjuangkan Buton Tengah sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan Sekolah Rintisan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (SNT) tahun 2026.
Azhari diterima langsung oleh Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Peningkatan SNT, Prof Mailah Diniah Husni Rahim, bersama Kepala Bagian yang membidangi program SNT, Danar. Dalam pertemuan itu, Azhari menegaskan kesiapan pemerintah daerah menjalankan program sekolah rintisan tersebut.
Ia memaparkan, Buton Tengah telah memiliki pengalaman mengelola program pendidikan rintisan melalui Sekolah Rakyat Terpadu (SRT). Gedung baru SRT dijadwalkan mulai digunakan pada Juli 2026, dan pengalaman itu dinilai menjadi modal penting untuk mengelola program unggulan yang dirancang pemerintah pusat.
Baca Juga : Bawa Tujuh Sapta Mulia, Kota Makassar Pamer Inovasi Unggulan di APEKSI 2026
“Kami menyampaikan bahwa Buteng siap menjadi lokasi sekolah rintisan SNT sambil menunggu pembangunan fasilitas permanen. Pengalaman mengelola Sekolah Rakyat Terpadu menjadi bukti kesiapan daerah kami,” ujar Azhari.
Azhari berharap pemerintah pusat kembali mempertimbangkan Buton Tengah sebagai daerah percontohan, sembari menunggu terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) tentang penyelenggaraan program tersebut.
Ia menjelaskan, Sekolah Rintisan SNT merupakan sekolah unggulan yang berfokus pada penguatan kompetensi sains, teknologi, teknik, dan matematika. Program ini akan didukung fasilitas pendidikan yang memadai sehingga diharapkan menjadi model pengembangan bagi sekolah lain di Indonesia.
Azhari memaparkan perbedaan mendasar antara Sekolah Rakyat (SR) dan Sekolah Rintisan SNT. Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk yang pernah putus sekolah, serta menerapkan sistem pendidikan berasrama.
Sementara itu, Sekolah Rintisan SNT terbuka bagi siswa dari berbagai latar belakang ekonomi, dengan syarat memiliki prestasi akademik yang memenuhi kriteria seleksi.
“Program ini ditujukan bagi siswa aktif yang lolos seleksi berdasarkan kemampuan akademik,” kata Azhari.
Baca Juga : Ketua TP PKK Kecamatan dan Tim Pembina Posyandu Diminta Jaga Integritas dan Etika
“Meski saat ini belum dirancang sebagai sekolah berasrama, konsep tersebut masih dimungkinkan diterapkan, terutama di daerah yang berada jauh dari kawasan perkotaan,” tambahnya.
Menurut Azhari, kehadiran Sekolah Rintisan SNT di Buton Tengah akan membuka akses pendidikan berkualitas bagi putra-putri daerah sekaligus memperkuat daya saing sumber daya manusia di masa depan.
“Kami optimistis pemerintah pusat memberikan kesempatan kepada daerah untuk menjadi bagian dari pengembangan sekolah unggulan nasional. Semoga doa dan ikhtiar kita bersama untuk memajukan pendidikan di Buton Tengah dapat terwujud,” tutupnya. (*)
Baca Juga : Kolaborasi OJK, UNODC dan Satgas PASTI Perkuat Pemberantasan Penipuan Keuangan Digital
