0%
logo header
Selasa, 30 Juni 2026 21:05

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Bupati Buton Tengah Temui Jajaran Kemendikdasmen

Redaksi
Editor : Redaksi
Bupati Buton Tengah, Azhari saat melakukan kunjungan kerja ke Kemendikdasmen di Jakarta, Selasa (30/6/2026). (Foto: Istimewa)
Bupati Buton Tengah, Azhari saat melakukan kunjungan kerja ke Kemendikdasmen di Jakarta, Selasa (30/6/2026). (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BUTON TENGAH – Bupati Buton Tengah, Azhari, terus mendorong peningkatan mutu pendidikan di daerahnya. Dalam kunjungan kerja ke Jakarta, Selasa (30/6/2026), ia menemui jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memperjuangkan Buton Tengah sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan Sekolah Rintisan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (SNT) tahun 2026.

Azhari diterima langsung oleh Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Peningkatan SNT, Prof. Mailah Diniah Husni Rahim, bersama Kepala Bagian yang membidangi program SNT, Danar. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Azhari menegaskan kesiapan pemerintah daerah menjalankan program sekolah rintisan unggulan ini.

“ Kami menyampaikan bahwa Buteng siap menjadi lokasi sekolah rintisan SNT sambil menunggu pembangunan fasilitas permanen. Pengalaman mengelola Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) menjadi bukti kesiapan daerah kami,” ujar Azhari.

Baca Juga : Transaksi KKI BI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Penjualan UMKM Sulsel Capai Rp1,028 M

Ia memaparkan bahwa Buton Tengah telah memiliki pengalaman mengelola program pendidikan rintisan melalui Sekolah Rakyat Terpadu (SRT). Gedung baru SRT dijadwalkan mulai digunakan pada Juli 2026. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mengelola program unggulan yang dirancang pemerintah pusat.

Azhari berharap pemerintah pusat kembali mempertimbangkan Buton Tengah sebagai daerah percontohan, sembari menunggu terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) tentang penyelenggaraan program tersebut.

Sekolah Rintisan SNT merupakan sekolah unggulan yang berfokus pada penguatan kompetensi sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Program ini akan didukung fasilitas pendidikan yang memadai, sehingga diharapkan menjadi model pengembangan bagi sekolah lain di Indonesia.

Baca Juga : Pemkot Makassar Sambut 1.157 Peserta MTQ VIII KORPRI Nasional Lewat Defile Kafilah

Azhari juga menjelaskan perbedaan mendasar antara Sekolah Rakyat (SR) dan Sekolah Rintisan SNT. Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk yang pernah putus sekolah, dengan sistem pendidikan berasrama. Sementara Sekolah Rintisan SNT terbuka bagi siswa dari berbagai latar belakang ekonomi, asalkan memiliki prestasi akademik yang memenuhi kriteria seleksi.

“Program ini ditujukan bagi siswa aktif yang lolos seleksi berdasarkan kemampuan akademik,” kata Azhari.

Meski saat ini belum dirancang sebagai sekolah berasrama, konsep tersebut masih dimungkinkan diterapkan, terutama di daerah yang berada jauh dari kawasan perkotaan.

Baca Juga : Tuntaskan Transformasi Teknologi, Nasabah BSI Capai Rekor Tertinggi

Menurut Azhari, kehadiran Sekolah Rintisan SNT di Buton Tengah akan membuka akses pendidikan berkualitas bagi putra-putri daerah sekaligus memperkuat daya saing sumber daya manusia di masa depan.“Kami optimistis pemerintah pusat memberikan kesempatan kepada daerah untuk menjadi bagian dari pengembangan sekolah unggulan nasional. Semoga doa dan ikhtiar kita bersama untuk memajukan pendidikan di Buton Tengah dapat terwujud,” tutupnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646