REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar secara massif memperkuat literasi dan inklusi keuangan melalui beragam program edukasi.
Program-program edukasi keuangan yang berhasil dilaksanakan telah menjangkau berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari pelajar dan mahasiswa, aparatur sipil negara (ASN), pelaku UMKM, perempuan, komunitas masyarakat, santri dan pengajar, serta karyawan.
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin mengatakan, selama Januari hingga Mei 2026 pihaknya telah menyelenggarakan 159 kegiatan edukasi melalui kolaborasi bersama pemangku kepentingan. Dari kegiatan ini menjangkau 1.823.473 peserta di wilayah kerja OJK Sulselbar yakni Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Baca Juga : Renovasi Tuntas, Gedung Sayap Kanan Segera Jadi Kantor Sementara DPRD Makassar
“Kami mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui berbagai program edukasi yang menjangkau beragam lapisan masyarakat,” katanya, dalam keterangan resminya, kemarin.
Melalui berbagai kegiatan edukasi yang dilaksanakan secara tatap muka maupun digital, OJK Sulselbar terus berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang bijak, pemanfaatan produk, dan layanan jasa keuangan yang sesuai kebutuhan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas keuangan ilegal.
“Dari kegiatan edukasi ini masyarakat diharapkan semakin cerdas finansial, mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat, serta terlindungi dalam bertransaksi di sektor jasa keuangan,” ujarnya.
Baca Juga : Maxi Race Jadi Daya Tarik Baru di Gelaran Yamaha Sunday Race 2026
Sebelumnya, OJK Sulselbar mengambil peran secara serius dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan sejak dini melalui siswa-siswi di lingkup sekolah dasar.
Hal ini dilakukan dengan melaksanakan edukasi keuangan di SD Inpres Ngapaboa, Kabupaten Mamuju Tengah, pada Juni 2026 lalu. Kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan dari tiga kegiatan literasi keuangan yang digelar OJK Sulselbar di wilayah Sulawesi Barat.
Pada pertemuan kali ini diikuti sekitar 100 siswa dengan memberikan edukasi melalui metode yang interaktif dan mudah dipahami.
Baca Juga : TDA Miles 2026: Dorong Ekosistem Wirausaha Bertumbuh Bersama
“Kami melaksanakan kegiatan ini dengan mengenalkan konsep dasar pengelolaan keuangan, pentingnya menabung, serta kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan sejak usia dini,” terang Muchlasin.
Selain itu, merupakan komitmen OJK dalam membentuk generasi muda yang dimulai sejak usia dini. Sehingga terbentuk generasi yang cakap finansial, mampu mengelola keuangan secara bijak, serta memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara aman dan bertanggung jawab.
“Edukasi keuangan juga diarahkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko kejahatan keuangan, termasuk penipuan digital, pinjaman online ilegal, dan investasi ilegal,” terangnya.
