REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sulawesi Selatan resmi memiliki nakhoda baru. Adalah Andi Iwan Darmawan Aras yang resmi didaulat memimpin DPD HNSI Sulsel periode 2026-2031.
Peserta Musyawarah Daerah (Musda) III HNSI Sulsel memilih AIA, akronim panggilan akrabnya, secara aklamasi dalam forum yang berlangsung di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Makassar, Sabtu (20/6/2026).
Proses pemilihan berlangsung sangat singkat. Seluruh peserta Musda menyepakati nama Andi Iwan Darmawan Aras sebagai ketua hanya dalam waktu sekitar 10 menit.
Baca Juga : Serahkan Genset dan Pompa Air, Munafri Harap Sinergi Bangun Pulau Lanjukang Terus Berlanjut
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HNSI, Lydia Assegaf, menyebut Musda HNSI Sulsel sebagai salah satu musyawarah daerah tercepat dalam sejarah organisasi.
“Ini merupakan Musda yang sangat cepat dalam sejarah HNSI. Hanya dalam waktu sekitar 10 menit, seluruh peserta Musda telah mencapai kesepakatan dan memberikan kepercayaan penuh kepada Pak Andi Iwan Darmawan Aras untuk memimpin DPD HNSI Sulawesi Selatan,” ujar Lydia.
Usai terpilih, Iwan Darmawan Aras langsung menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi sektor kelautan dan perikanan di Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Mardiono Targetkan PPP Raih 39 Kursi DPR RI di Pemilu 2029, Ulang Kesuksesan di 2014
Berdasarkan data yang dipaparkannya, jumlah nelayan di Sulsel saat ini mencapai kurang lebih 500 ribu orang, atau merepresentasikan sekitar 5,3 persen dari total populasi provinsi. Komposisi tersebut mencakup 280 ribu nelayan tangkap dan lebih dari 220 ribu orang yang bergerak di sektor budi daya.
Meski memiliki potensi yang masif, Andi Iwan Darmawan Aras menyayangkan potret kesejahteraan masyarakat pesisir yang dinilainya masih memprihatinkan.
”Yang cukup miris sebenarnya adalah kemiskinan di para nelayan kita. Masih ada 28 ribu nelayan kita yang kesejahteraannya masuk kategori miskin, bahkan miskin ekstrem,” ungkap Wakil Ketua Komisi V DPR RI itu.
Baca Juga : Andi Tenri Indah Dikukuhkan Jadi Bunda Guru, Siap Perjuangkan Kesejahteraan Pendidik di Gowa
Oleh karena itu, HNSI Sulsel di bawah kepemimpinannya akan memprioritaskan program-program yang mampu menaikkan kualitas hidup dan meningkatkan taraf ekonomi para nelayan serta pembudidaya.
“Kehadiran HNSI harus menjadi wadah perjuangan yang nyata untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. Kita ingin memastikan nelayan mendapatkan perlindungan hukum, pendampingan, dan kemudahan mengakses program pemerintah,” katanya.
Selain persoalan kesejahteraan, ia juga menyoroti aspek keselamatan kerja nelayan. Menurut AIA, nelayan menghadapi risiko tinggi saat melaut sehingga perlu dukungan informasi cuaca dan iklim yang lebih optimal.
Baca Juga : Pengurus PPP Sulsel Resmi Dilantik, Ilham Ari Fauzi Janjikan Prestasi di Hadapan Mardiono
Karena itu, dirinya mendorong pengurus HNSI memperkuat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui program Sekolah Lapang Iklim dan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan.
“Keselamatan nelayan harus menjadi prioritas. Hasil laut yang kita nikmati hari ini berasal dari kerja keras para nelayan yang setiap hari mempertaruhkan nyawa di tengah lautan,” ujarnya.
Dalam masa kepemimpinannya, Andi Iwan Darmawan Aras berkomitmen menjadikan HNSI sebagai jembatan antara nelayan, pembudidaya, petambak, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Baca Juga : Pengurus PPP Sulsel Resmi Dilantik, Ilham Ari Fauzi Janjikan Prestasi di Hadapan Mardiono
Ia juga menilai pemerintah perlu terus memperkuat dukungan terhadap sektor perikanan melalui bantuan alat tangkap, penerapan teknologi modern, hingga perluasan akses pasar agar produk perikanan Sulsel memiliki nilai tambah dan daya saing ekspor yang lebih tinggi.
Tidak hanya nelayan tangkap, AIA juga memberi perhatian kepada pembudidaya dan petambak yang menurutnya masih belum mendapatkan dukungan maksimal dibanding sektor pertanian.
“Pembangunan sektor kelautan dan perikanan tidak hanya menyangkut nelayan tangkap, tetapi juga para pembudidaya dan petambak yang berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan dan perekonomian daerah,” katanya.
Baca Juga : Pengurus PPP Sulsel Resmi Dilantik, Ilham Ari Fauzi Janjikan Prestasi di Hadapan Mardiono
Sementara itu, Lydia Assegaf mengingatkan kepengurusan baru agar segera melakukan konsolidasi organisasi sesuai tema Musda tahun ini, yakni ‘Solid, Bergerak, dan Berdampak’.
Ia meminta HNSI Sulsel memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kabupaten/kota, kecamatan, ranting, dan kelompok nelayan agar program organisasi dapat berjalan lebih efektif.
“Saya melihat semangat yang luar biasa dari Pak Ketua. Dengan semangat, kerja sama, dan dukungan seluruh pengurus serta anggota, saya yakin HNSI Sulawesi Selatan akan semakin maju dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan nelayan,” ujar Lydia.
Baca Juga : Pengurus PPP Sulsel Resmi Dilantik, Ilham Ari Fauzi Janjikan Prestasi di Hadapan Mardiono
Terpilihnya Andi Iwan Darmawan Aras secara aklamasi menandai babak baru kepemimpinan HNSI Sulsel. Organisasi tersebut kini menghadapi tantangan besar untuk memperjuangkan kesejahteraan lebih dari setengah juta nelayan dan pelaku usaha perikanan di Sulawesi Selatan di tengah besarnya potensi sektor maritim daerah. (*)
