0%
logo header
Kamis, 21 Oktober 2021 09:55

Andi Seto Optimis Kabupaten Sinjai jadi Sentra Benih Jagung Hibrida di Sulsel

Rizal
Editor : Rizal
Bupati Sinjai Andi Seto Ghaditsa Asapa, memperlihatkan jagung Hibrida hasil pertanian masyarakat beberapa waktu lalu.
Bupati Sinjai Andi Seto Ghaditsa Asapa, memperlihatkan jagung Hibrida hasil pertanian masyarakat beberapa waktu lalu.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, SINJAI – Penangkaran benih jagung hibrida yang berada di Desa Kalobba Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, kini sudah menuai hasil panen yang memuaskan.

Hingga saat ini, penangkaran tersebut sudah menghasilkan 14 ton benih jagung hibrida kualitas unggul melalui hasil kerjasama dari Pemerintah Kabupaten Sinjai dengan Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal) Balitbangtan di Maros.

“Alhamdulillah, para petani kita sudah ada yang panen dan sampai saat ini berdasarkan laporan yang kami terima dari Balitsereal melalui Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Pertanian di Maros, itu sudah lebih dari 14 ton calon benih yang tiba di Balitsereal untuk dijadikan benih, ” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Sinjai H. Kamaruddin, kamis (21/10/2021).

Baca Juga : Beredar Pamflet KLB PC PMII Baubau, Ketua Komsat PMII UMB: Itu Mengada-ngada

Untuk pemasarannya, kata Kamaruddin, tidak mengalami kesulitan sebab para petani sudah bermitra dengan salah satu perusahaan yang akan membeli benih jagung hibrida hasil panen petani di Sinjai.

“Keberhasilan penangkaran ini tidak lain berkat upaya sentuhan teknologi yang dilakukan Balitsereal. Petani kita juga tidak kesulitan memasarkan karena sudah bermitra perusahaan yang bergerak dibidang penangkaran yaitu CV. Agro Lestari Mandiri, ” ungkapnya.

Belasan ton calon benih jagung hibrida ini dihasilkan dari petani yang ada di desa Kalobba dengan luas lahan sekitar 13,5 hektar.

Baca Juga : Tembus ke Pelatnas Bulutangkis, Reza dan Sofy Harumkan Nama Sulsel

Namun para petani juga sedikit mengalami kendala sebab ada diantara mereka yang juga salah panen sekitar 500 kg. Sebab, para petani baru pertama kali melakukan panen calon benih jagung sehingga masih ada yang kurang memahami metode panen benih jagung hibrida.

Adapun luas lahan penangkaran jagung hibrida di desa Kalobba saat ini seluas 35 hektar dari target 50 hektar.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 852-9999-3998