Anies Baswedan Tak Ngotot Nyapres, Tapi Selalu Siap Jika Rakyat Menginginkan

  • Bagikan
Ketua Jaringan Nasional Mileanies Muhammad Ramli Rahim (MRR) menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Jumat (10/09/2021).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Jaringan Nasional Mileanies 24 Muhammad Ramli Rahim (MRR), kembali bertemu Anies Baswedan di Jakarta. Banyak hal yang menjadi bahan pembahasan termasuk nama Anies Baswedan yang hampir selalu masuk 3 besar dan tak jarang berada di puncak.

Meskipun demikian, Anies Baswedan tetap akan fokus menuntaskan tugasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga masa jabatan berakhir.

“Anies Baswedan tak terlalu ngotot untuk nyapres dan memilih untuk tetap fokus di Jakarta menuntaskan seluruh janji kampanye dan menjadikan Jakarta maju kotanya, bahagia warganya. Masih ada waktu 1 tahun 1 bulan bagi Anies menuntaskan semua janji kampanye tersebut, Anies hanya berikhtiar dan Allah tetap yang menjadi penentu, yang terpenting, niat menuntaskan janji kampanye itu begitu kuat, soal hasil akhir, biarlah Allah yang menjadikannya,” kata Muhammad Ramli Rahim, melalui rilis yang diterima republiknews.co.id, Jumat (10/09/2021) kemarin.

Sementara itu, Mileanies 24 meminta ijin Anies Baswedan untuk tetap fokus membangun jejaring di seluruh pelosok tanah air dan tidak lagi membatasi diri hanya di 17 provinsi saja di luar Jawa Sumatera.

Dalam pertemuan dengan MRR, Anies juga sempat membicangkan tokoh-tokoh potensial dari Timur Indonesia. Dua nama yang mengemuka adalah Amran Sulaeman dan Syahrul Yasin Limpo.

“Dua Tokoh ini dianggap sebagai The Next JK sebagai representasi luar Jawa dan representasi Sulsel sebagai Provinsi dengan Jumlah penduduk terbesar di luar Jawa-Sumatera,” katanya.

“Meskipun Anies akan fokus ngurus DKI, dalam 1 tahun 1 bulan kedepan, Mileanies 24 tetap akan melakukan serangkaian deklarasi di berbagai tempat di Indonesia dan tetap fokus membangun jaringan agar elektabilitas Anies sebagai Capres tetap berada di puncak apapun sistem pilpres yang nantinya diputuskan DPR jika harus berubah,” tegas Ramli Rahim. (*)

  • Bagikan