0%
logo header
Rabu, 17 Januari 2024 13:50

Apolo Safanpo dan Mahasiswa di Tengah Derasnya Hujan, Demi Solusi Internet di Merauke

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Pj Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, menerima petisi pernyataan sikap dari Mahasiwa Unmus Merauke. (Foto: Humas Pemprov PPS)
Pj Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, menerima petisi pernyataan sikap dari Mahasiwa Unmus Merauke. (Foto: Humas Pemprov PPS)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MERAUKE — Derasnya hujan yang mengguyur Kota Merauke, Selasa (16/1/2024), tak menyurutkan niat anak-anak mahasiswa Universitas Negeri Musamus untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan masyarakat kepada Pj. Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo di Gedung Negara Jl. Trikora Merauke.

Aspirasi yang disampaikan itu, tak lain dan tak bukan adalah perihal gangguan telekomunikasi dan jaringan internet. Tentu sudah menjadi momok dan keresahan bersama yang dialami warga Merauke.

Di sisi lain, Apolo Safanpo, Pj. Gubernur Papua Selatan pun demikian. Apolo tak bedanya dengan mahasiswa. Dia rela diterpa hujan dan melebur dengan mahasiswa di tengah orasi demi menerima aspirasi.

Baca Juga : Apolo Safanpo Beri ‘Award’ Atas Dukungan Jurnalis Terhadap Pemprov Papua Selatan

Di tengah cuaca yang tak bersahabat itu, Sang Gubernur jua tak enggan menjaga jarak dengan mahasiswa. Dia justru menyapa mahasiswa, lalu menaiki mobil pickup orasi untuk berdiri bersama dan berdialog dengan mahasiswa.

“Kalian semua adalah anak-anak saya. Saya siap menerima semua keluhan kalian. Sekarang silahkan sampaikan apa yang kalian inginkan,” ujar Apolo Safanpo ketika mahasiswa peserta unjuk rasa tiba di depan Gedung Negara, Kantor Gubernur Provinsi Papua Selatan.

Pria yang pernah menjabat Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen) Papua dua periode ini, tak canggung berbaur dengan mahasiswa yang berunjuk rasa di hadapannya. Dia justru menempatkan diri di tengah mahasiswa Unmus dan memastikan seluruh aspirasi dan keluhan didengar.

Baca Juga : Kunjungan ke Merauke, Zulkifli Hasan Pastikan Kesiapan PAN Papua Selatan pada Pemilu 2024

Sikap empati yang ditunjukkan orang nomor satu di provinsi baru Papua Selatan ini, seolah mengisyaratkan Sang Gubernur turut merasakan bersama warga masyarakat, betapa pedihnya kehilangan jaringan internet.

Mahasiswa perguruan tinggi ternama di Provinsi Papua Selatan ini, pun kembali berorasi meskipun di tengah hujan, Selasa siang. Aksi orasi itu dilakukan lantaran  belum mendapatkan jawaban pasti kapan pemulihan jaringan internet di Merauke dan sekitarnya.

Kendati sehari sebelumnya, mereka telah menggelar aksi serupa di Kantor Bupati dan Telkom Merauke, namun tak puas dengan jawaban Bupati Romanus Mbaraka dan General Manager Wilayah Telkom Papua, Antonius Joko Sritomo.

Baca Juga : Apolo Safanpo Dianugerahi Gelar ‘Warga Kehormatan’ Masyarakat Jawa, Sunda dan Madura

Mahasiswa tetap konsisten dengan tuntutannya untuk mendapatkan kepastian ganti rugi dan kompensasi akibat terdampak gangguan jaringan telekomunikasi dan internet, meski sempat bersitegang dengan aparat keamanan.

Mereka mengeluhkan tujuh kali putusnya kabel optik bawah laut ruas Merauke-Timika yang menyebabkan penurunan kualitas layanan internet di Merauke dan berdampak langsung di dunia pendidikan, ekonomi dan sektor lainnya. Akibatnya kerugian diderita masyarakat.

“Kami di sini berdiri panas dan hujan untuk meminta solusi dari Bapak Gubernur. Kami sudah melakukan aksi selama dua kali di tempat yang sama, di Kantor Bupati dan kami tidak puas dengan jawabannya. Maka, hari ini kami datang ke sini untuk bertemu langsung dengan Bapak Gubernur,” seru salah seorang peserta aksi dalam orasinya.

Baca Juga : Kapal Dnex Pacific Link Sudah di Perairan Makassar, Selanjutnya Menuju Titik Kerusakan Kabel Optik Ruas Merauke-Timika

Senada dengan itu juga disampaikan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unmus, Albertina Betaubun. Dalam orasinya, Albertina menyampaikan bahwa gangguan internet di Merauke sudah terjadi sejak Provinsi Papua Selatan belum terbentuk. Hal itu menjadi masalah yang sangat genting. Masyarakat sudah memiliki ketergantungan yang sangat tinggi kepada internet di era digitalisasi.

“Kami adalah korban dan ketika bertemu dengan Telkom maupun Bupati Merauke kami kecewa atas jawabannya. Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur, namun kami juga meminta untuk Bapak dapat mendengar aspirasi kami, karena kami sudah tidak tahu mau mengeluh kemana lagi,” seru Albertina.

Setelah berorasi, mahasiswa kemudian membacakan petisi pernyataan sikap dan diserahkan kepada Pj. Gubernur Apolo Safanpo yang hadir dan berdiri di hadapan mahasiswa, meskipun di tengah guyuran hujan. Mereka berharap Pj. Gubernur dapat mewadahi aspirasi mereka untuk diperjuangkan.

Baca Juga : Kapal Dnex Pacific Link Sudah di Perairan Makassar, Selanjutnya Menuju Titik Kerusakan Kabel Optik Ruas Merauke-Timika

Menanggapi aksi mahasiswa, Pj. Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo dengan sikap tenang dan bijaksana berupaya menyapa dan meyakinkan mahasiswa. Apolo menyatakan siap memanggil  pimpinan Telkom guna mencari solusi dan menjawab keluhan masyarakat.

“Jadi semua aspirasi yang sudah disampaikan Bapak terima dan hari ini juga Bapak akan keluarkan surat kepada pihak Telkom untuk lakukan pertemuan dan carikan solusi. Anak-anak Bapak, para mahasiswa akan diundang juga,” kata Apolo Safanpo usai menerima petisi pernyataan sikap mahasiswa.

Bagi Apolo Safanpo, menghadapi aspirasi kritis mahasiswa adalah hal yang lumrah dan sudah menjadi bagian dari tuntutan jabatannya sebagai pemimpin di Provinsi Papua Selatan. Apalagi Apolo pernah menjabat Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen) Papua di Jayapura selama dua periode.

Baca Juga : Kapal Dnex Pacific Link Sudah di Perairan Makassar, Selanjutnya Menuju Titik Kerusakan Kabel Optik Ruas Merauke-Timika

Apolo dengan lantang dan tegas menjawab semua tuntutan aspirasi mahasiswa dalam aksi unjuk rasa damai. Dia berjanji akan menjadi mediator yang memfasilitasi pertemuan segera mahasiswa dengan pihak Telkom. Dia berkomitmen membantu menemukan jalan keluar melalui diskusi dengan mengedepankan nurani dan intelektualitas. (*)

Penulis : Hendrik Resi
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646