Banjir di Kabupaten Bandung, Gubernur Ridwan Kamil dan Bupati Nasser ‘Ngumpet’?

0
Bupati Bandung Dadang M. Nasser, dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BANDUNG — Ribuan warga Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Baleendah dan Kecamatan Bojongsoang mempersoalkan terhadap orang nomor satu di Jawa Barat dan di Kabupaten Bandung. Pasalnya semenjak terjadinya banjir Kamis (23/01/2020) sampai saat ini Selasa (28/01) tidak menampakan diri.

Setidaknya sekitar 17.998 ribu Kepala Keluarga (KK) atau sejumlah 60.005 dari 4 Kecamatan yang terendam banjir, 10.772 rumah terendam banjir dengan ketinggian rata-rata mencapai 150 cm, 411 gedung sekolah, 57 tempat ibadah dan puluhan fasilitas umum lainnya masih terendam banjir. Dampak banjir selain perkonomian lumpuh pelajar pun terpaksa diliburkan.

Banjir musiman di 4 Kecamatan wilayah Kabupaten Bandung Jawa Barat, sampai saat ini belum dapat diatasi oleh Pemprov Jawa Barat maupun Pemerintah Kabupaten Bandung. Pembangunan proyek normalisasi Citarum Harum sebagai solusi agar tidak terjadi banjir musiman, selama dua tahun baru dikerjakan 20 persen. Proyek yang menelan biaya miliaran rupiah ini, masih jalan ditempat.

Pasca kunjungan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Sufahriyadi, bersama Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi ), meninjau situasi banjir yang berada di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung Senin (27/1/2020). Dalam peninjauan lokasi banjir tersebut, Kapolda dan Pangdam III didampingi oleh Dansektor 7 Citarum Harum Kolonel Purwadi, Kapolresta Bandung KBP Hendra Kurniawan, Dandim 0609 Kabupaten Bandung Letkol Teguh Waluyo serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Nina.

Dalam kegiatan peninjauan lokasi banjir di Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, mereka memberikan bantuan berupa sembako dan dibagikan kepada para korban banjir. Tidak melepaskan begitu saja rombongan Kapolda Jabar ini meninjau lokasi penampungan Selter Desa Dayeuhkolot. Ratusan warga korban banjir sangat memprihatinkan, mereka sangat membutuhkan air bersih.

Pantauan Republiknews.co.id di lapangan, selama musibah banjir melanda 4 wilayah Kecamatan di Kabupaten Bandung sejak tanggal 20 Januari 2020 lalu. Belum ada pejabat pemerintah (eksekutif) baik Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten Bandung meninjau lokasi korban banjir. Yang sering melakukan kunjungan dan peninjauan lokasi banjir serta memberikan bantuan sembako hanya dari pihak Kepolisian dan TNI. Banjir musiman tahun 2020 saat ini, seakan akan Gubernur dan Bupati tutup mata.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu warga korban banjir di Selter Desa Dayeuhkolot Maman Abdurahman (56), Selasa (28/2/2020), mengucakan banyak terima kasih atas perhatian Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi beserta jajarannya dan Angdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi beserta staff nya yang telah meninjau kondisi banjir serta mengunjungi para korban banjir.

“Bagi kami merasa sangat kecewa terhadap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil) dan Bupati Kabupaten Bandung Dadang M. Naser belum pernah mengunjungi dan meninjau kondisi banjir sejak terjadinya banjir di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot, kemana saja orang Nomor 1 di Jabar dan Kabupaten Bandung itu,” ungkapan Maman Abdurahman di Selter.

Sementara itu menurut Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi mengatakan, maksud kedatangannya di Lokasi banjir untuk membenarkan berdasarkan laporan Kapolsek, Kapolres, Danramil dan Dandim bahwasanya warga korban banjir sangat membutuhkan bantuan dan pemberian bantuan. ” Ya Alhamdulillah semua itu benar-benar dilaksanakan,” ujarnya.

Rudy sangat mengapresiasikan terkait korban banjir yang menimpa wilayah Bandung, pihaknya bersama Pangdam mengerahkan anggotanya untuk membantu masyarakat korban banjir. Dan melakukan pengamanan di titik – titik pengungsian dalam hal ini masyarakat segera meminta pertolongan kepada petugas yang telah diturunkan dilapangan. (Muhamad Yadi)

Tinggalkan Balasan