0%
logo header
Minggu, 16 Januari 2022 17:12

Baru Diaspal, Jalan Rantemario-Ujung Baru Luwu Timur Retak

Kondisi Ruas Jalan Desa Rante Mario menuju Desa Ujung Baru, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur yang retak belum cukup 1 bulan dikerjakan.
Kondisi Ruas Jalan Desa Rante Mario menuju Desa Ujung Baru, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur yang retak belum cukup 1 bulan dikerjakan.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, LUWU TIMUR – Belum cukup sebulan dirampungkan pengerjaan peningkatan ruas Desa Rante Mario menuju Desa Ujung Baru, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur sudah retak.

Terkait hal itu, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu Timur, Alpian Alwi meminta pihak kontraktor CV. Barata melakukan perbaikan.

“Saya harap ada itikad baik dari pihak kontraktor CV. Barata untuk melakukan perbaikan kembali,” kata Alpian kepada wartawan, Minggu (16/01/2022).

Baca Juga : Pemkab Luwu Timur Gelar Rapat FKP RPJMD 2021-2026, Legislator Hanura Sayangkan Tenaga Ahli Tak Hadir

Menurut Legislator Fraksi Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini, pihak kontraktor harusnya memperhatikan kualitas pekerjaan begitupun dengan pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) selaku pengguna anggaran harusnya betul-betul teliti dalam melakukan pengawasan dan pendampingan.

“Pekerjaan seperti ini harus memperhatikan kualitas, dan begitupun dengan pihak Dinas PUPR harus ketat dalam mengawasi hasil pekerjaan, kalau ada kerusakan seperti ini segera di perbaiki,” tegasnya.

Bahkan, menurut Alpian jika pihak kontraktor tidak ada itikad baik untuk melakukan perbaikan pihak penegak hukum perlu lakukan pemeriksaan terkait hasil pekerjaan ini.

Baca Juga : Pemkab Luwu Timur Gelar Rapat FKP RPJMD 2021-2026, Legislator Hanura Sayangkan Tenaga Ahli Tak Hadir

“Kalau tidak mau lakukan perbaikan, pihak penegak hukum kita minta lakukan pemeriksaan terkait hasil pekerjaan ini,” jelasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah oleh wartawan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Syahrir Syahruddin beralasan penyebab retaknya proyek peningkatan ruas disebabkan karena pergerakan air.

Syahrir Syahruddin menyatakan, pekerjaan itu belum rampung 100 persen dan telah dikenakan denda karena melampaui masa kerja.

Baca Juga : Pemkab Luwu Timur Gelar Rapat FKP RPJMD 2021-2026, Legislator Hanura Sayangkan Tenaga Ahli Tak Hadir

“Belum 100 persen ini pekerjaan, masih akan dilakukan pembenahan, kegiatan ini memang menyebrang tahun dan di kenakan denda, jadi belum diterima,” Kata Syahrir Syahruddin.

Sementara terkait dengan kerekatan itu, Syahrir Syahruddin beralasan jika disebabkan oleh pergerakan air.

“Pas samping itu, ada bronjong. Bronjong itu mi yang dilalui air. Memang aliran air disitu itu. Mungkin karena ada pergerakan air karena disitu mungkin ada mata air disitu mi dia turun,” jelasnya.

Baca Juga : Pemkab Luwu Timur Gelar Rapat FKP RPJMD 2021-2026, Legislator Hanura Sayangkan Tenaga Ahli Tak Hadir

Menurutnya, pekerjaan itu memang mengalami kesulitan karena terdapat mata air sehingga dilakukan pemasangan bronjong.

“Memang agak sulit perlakuannya disitu karena memang sumber air turun kebawah. Memang bukit disitu makanya di bronjong kalau ditutup pakai pasangan batu tidak mengalir air kebawah bisa jatuh proteksinya ke bawah,” ucap Syahrir Syahruddin.

Diketahui, pekerjaan pembangunan jalan paket 4, peningkatan ruas Rante Mario-Ujung Baru menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021 sebesar Rp998 juta.

Baca Juga : Pemkab Luwu Timur Gelar Rapat FKP RPJMD 2021-2026, Legislator Hanura Sayangkan Tenaga Ahli Tak Hadir

Proyek ini dikerjakan oleh CV. Barata selaku kontraktor pelaksana, sedangkan Konsultan Pengawas CV. Syafrina Survival Konsultan.

Penulis : Asril Astian
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646