0%
logo header
Kamis, 21 Desember 2023 22:08

Bawaslu Sulsel Gandeng MAN 2 Makassar dan Mafindo Gelar Madrasah Anti Hoaks

Rizal
Editor : Rizal
Bawaslu Sulsel bekerjasama dengan MAN 2 Makassar dan Mafindo Makassar menggelar kegiatan Madrasah Anti Hoaks di Aula PSBB MAN 2 Makassar, Kamis (21/12/2023). (Foto: Istimewa)
Bawaslu Sulsel bekerjasama dengan MAN 2 Makassar dan Mafindo Makassar menggelar kegiatan Madrasah Anti Hoaks di Aula PSBB MAN 2 Makassar, Kamis (21/12/2023). (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan bekerjasama dengan MAN 2 Makassar dan Mafindo Makassar menggelar kegiatan Madrasah Anti Hoaks di Aula PSBB MAN 2 Makassar, Kamis (21/12/2023).

Kegiatan ini dibuka sekaligus dilakukan prosesi launching oleh Lolly Suhenty selaku Anggota Bawaslu RI Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat.

Kepala Madrasah MAN 2 Makassar, Darmawati dalam sambutannya mengajak pada seluruh insan MAN 2 Makassar baik guru maupun peserta didiknya untuk menjadi pionir anti hoaks.

Baca Juga : Cikal Bakal Generasi Emas 2045, Ketua DPRD Sulsel Motivasi Siswa SMA Metro School

“Kalau istilahnya itu saring dulu baru sharing. Sebelum percaya terhadap suatu informasi lihat dulu apakah informasi itu sudah betul. Karena di era teknologi informasi ini semua bisa diedit bahkan suara pun bisa dimanipulasi,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad yang juga ikut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan kepada para peserta Madrasah Anti Hoaks untuk berhati-hati terhadap berita palsu. Karena sangat bertentangan dengan nilai-nilai intelektual dan agama.

“Kami berterima kasih kepada MAN 2 Makassar dan Mafindo yang bersama-bersama dengan Bawaslu Sulsel membuat Madrasah Anti Hoaks. Kegiatan ini bukan hanya untuk hari ini tapi akan terus berlanjut,” ujarnya.

Baca Juga : Rakorsus Pemkot Makassar Hadirkan Enam Pembicara dari Lima Negara, Bahas Soal Low Carbon City

Ada pun Lolly Suhenty dalam sambutannya mengajak seluruh pihak untuk berkomitmen menangkal hoaks. Termasuk mengajak siswa MAN 2 Makassar berhati-hati pada informasi yang menyesatkan.

“Begitu terima info perlu dicek dulu apakah ada sumber yang bisa diverifikasi atau tidak. Informasi ini baik atau tidak,” ujarnya.

Lolly menyebut siswa madrasah sebagai kaum intelektual organik yang harus hadir di masyarakat dan terlibat untuk menyelesaikan masalah di masyarakat. Termasuk terlibat aktif dalam memberantas hoaks.

Baca Juga : HUT POM AL ke-78, Danny Pomanto Ikut Fun Bike Sejauh 8 Kilometer

“Siswa madrasah bukan hanya sekadar pelajar. Tapi tanggung jawab banyak melekat pada kita,” ujarnya.

Lolly juga mengingatkan pada siswa MAN 2 Makassar jika saat ini sudah memasuki masa Pemilu 2024. Tantangan yang dihadapi sangat besar khususnya dalam memberantas hoaks. Karena derasnya arus informasi kepemiluan di media sosial. Ia mengajak untuk selalu bersikap kritis terhadap informasi dan menyalurkan suara dengan memilih pemimpin yang tepat.

“Pemimpin yang akan datang akan dipilih sebentar lagi. Harus memilih pemimpin yang benar supaya tidak menyesali di kemudian hari. Pastikan hak suara Anda tersalurkan,” ujarnya.

Baca Juga : Danny Pomanto Apresiasi Jappa Jokka Cap Go Meh 2024 Rekatkan Sosial Masyarakat

Pada kegiatan ini, pemaparan materi diberikan sepenuhnya pada Mafindo Makassar. Ada tiga fasilitator yang terlibat dalam memberikan materi mengenai Pengindraan Hoaks untuk Pemilu. Pada kesempatan ini, Koordinator Mafindo Makassar Andi Fauziah Astrid menjelaskan mengenai cara pencegahan hoaks atau prebunking.

“Pemilu seringkali dirusak oleh informasi termanipulasi atau hoaks. Selain cek fakta, pengindraan hoaks atau prebunking, bisa dilakukan. Tujuannya untuk memberikan strategi membangun ketahanan terhadap hoaks,” katanya.

Lebih lanjut Astrid menjelaskan jika hoaks terjadi bukan karena kebetulan. Tapi kekurangan atau ketidaksepahaman dalam informasi yang tersedia tentang suatu topik atau isu tertentu.

Baca Juga : Danny Pomanto Apresiasi Jappa Jokka Cap Go Meh 2024 Rekatkan Sosial Masyarakat

“Selain itu terjadi kekosongan pengetahuan atau pemahaman besar antara apa yang sudah diketahui dan apa yang sebenarnya perlu diketahui,” demikian Astrid. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646