REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Dalam upaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan setiap tahunnya menggelar Bulan Ekonomi dan Keuangan Syariah (BEKS).
Di tahun ini dengan mengangkat tema “Akselerasi Sinergi Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah Sulawesi Selatan yang Inovatif, Inklusif, dan Berkelanjutan”, BI Sulsel melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan melalui kolaborasi bersama mitra strategis. Hal ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam mengakselerasi pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Selatan.
“Kami dengan komitmen dan secara konsisten memperkuat fondasi ekosistem ekonomi syariah di daerah. Salah satunya dengan pelaksanaan BEKS yang setiap tahun digelar,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, di sela-sela Pembukaan BEKS 2026, di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, kemarin.
Baca Juga : Kolaborasi BI Sulsel dan TNI AL Distribusi 25 Miliar Rupiah Layak Edar ke Warga 3T
Lanjutnya, penyelenggaraan BEKS yang telah memasuki tahun ketiga ini mencakup tiga agenda besar utama. Pertama, Seremoni Pencapaian Eksyar Sulawesi Selatan 2026 dengan penyerahan secara simbolis 30 Sertifikat Juleha dan 50 Sertifikat Halal UMKM, 2 Sertifikat Nazhir bagi DMI dan BWI Sulsel, serta dukungan Impactful Program Tani Berkah dan Air Berkah Indonesia bagi 6 pondok pesantren.
Selain itu, diberikan apresiasi atas partisipasi UMKM EIWA di ajang Istanbul Fashion Connection (IFCO) 2026, serta penghargaan bagi para pemenang asal Sulsel dalam FESyar KTI 2026 di kategori ZISWAF unggulan, Olimpiade Eksyar, Halal Chef, dan Modest Fashion.
Kedua, Penandatanganan Komitmen Bersama Akselerasi Ekosistem Syariah, yang mencakup Komitmen Program Wakaf Produktif Pesantren Kabupaten Maros dan Komitmen Pengembangan Pariwisata Ramah Muslim Toraja Utara. Komitmen ini merupakan inisiatif bersama antara KPw BI Sulsel, Pemerintah Daerah, dan mitra strategis untuk mengoptimalisasi aset tanah/lahan wakaf produktif serta sarana pendukung, dan industri kreatif sektor pariwisata ramah Muslim guna mendukung kemandirian ekonomi pesantren dan mewujudkan destinasi unggulan yang inklusif dan berdaya saing di Kawasan Timur Indonesia.
Baca Juga : 4.500 Pelari Meriahkan Kalla 10K 2026, Robi Syianturi Raih Podium Pertama
Ketiga, Forum Ekonomi Syariah yang mengusung tema “Penguatan Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah: Pemanfaatan Lahan Wakaf Produktif Pesantren dan Pariwisata Ramah Muslim Menuju Sulawesi Selatan sebagai Destinasi Unggulan”. Kegiatan menghadirkan narasumber utama di bidang ekonomi syariah yaitu Prof. Sapta Nirwandar, (Pakar Ekonomi dan Perbankan Syariah dan Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center), serta Sutan Emir Hidayat, (Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS).
Ke depan, keberlanjutan pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah memerlukan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan.
“BEKS diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi berkembang menjadi wadah perwujudan program yang impactful, inklusif, terintegrasi, dan bersinergi dalam menghadirkan dampak positif yang terukur serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” harap Rizki.
Melalui sinergi yang semakin kokoh bersama Pemerintah Daerah, KDEKS, lembaga keuangan syariah, akademisi, pesantren, pelaku usaha, dan komunitas ekonomi syariah, Bank Indonesia Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus mendorong akselerasi ekosistem ekonomi dan keuangan syariah Sulawesi Selatan yang inovatif, berdaya saing, dan berkeadilan.
Sementara, Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan potensi 8,53 juta penduduk muslim atau 90 persen dari jumlah penduduk di Sulawesi Selatan yang ada.
“Ini dibutuhkan guna memperkuat posisi Sulsel sebagai hub ekonomi syariah di Kawasan Timur Indonesia (KTI),” katanya.
Baca Juga : PLN Hadirkan Harapan Terang, Tiang Listrik Disambut Tangis Haru Masyarakat Laonti.
Ia berharap BEKS menjadi living agenda tahunan bersama KDEKS agar program pengembangan ekonomi syariah tidak berhenti pada seremoni, tetapi memberikan dampak nyata di 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Di tempat yang sama, Direktur Jaminan Produk Halal Kemenag RI, Muhammad Fuad Nasar menyampaikan apresiasi atas konsistensi BEKS. Dengan penguatan rencana aksi daerah, percepatan sertifikasi halal, serta pemanfaatan wakaf produktif secara tepat sasaran menjadi kunci dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
