0%
logo header
Senin, 01 April 2024 22:33

BI Sulsel Catat Transaksi Digital di Pesyar 2024 Capai Rp2 Miliar

Chaerani
Editor : Chaerani
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Wahyu Purnama A saat menyampaikan laporan kegiatan Pesyar 2024, di sela-sela Closing Ceremony Pekan Ekonomi Syariah 2024, di Sandeq Ballroom Claro Hotel Makassar, Senin, (01/04/2024). (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Wahyu Purnama A saat menyampaikan laporan kegiatan Pesyar 2024, di sela-sela Closing Ceremony Pekan Ekonomi Syariah 2024, di Sandeq Ballroom Claro Hotel Makassar, Senin, (01/04/2024). (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan mencatat aktivitas transaksi digital pada Pekan Ekonomi Syariah 2024 mencapai 10,17 persen dari jumlah total transaksi.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Wahyu Purnama A mengatakan, pada Pesyar 2024 ini pihaknya menilai aktivitas transaksi digital yang dilakukan masyarakat pada kegiatan Syariah Fair melalui Pameran Trend Hijab sudah cukup kuat. Berdasarkan jumlah total transaksi secara keseluruhan yang mencapai Rp3,35 triliun, sekitar 10,17 atau Rp2,01 miliar berasal dari transaksi Quick Response Code Indonesia Standar (QRIS).

“Hal yang kita syukuri juga yaitu ternyata masyarakat sudah memiliki kebiasaan transaksi secara digital melalui QRIS yang semakin kuat. Dimana dari total transaksi pembayaran itu 60,17 persen atau sekitar Rp2,01 miliar itu sudah mengenakan QRIS,” katanya di sela-sela Closing Ceremony Pekan Ekonomi Syariah 2024, di Sandeq Ballroom Claro Hotel Makassar, Senin, (01/04/2024).

Baca Juga : 13 Fakultas Deklarasikan Ikatan Alumni UMI

Lanjut Wahyu, sementara untuk jumlah pengunjung hingga hari kesembilan pelaksanaan atau pada 31 Maret 2024 telah mencapai 11 ribu orang. Pihaknya pun optimis jumlah pengunjung ini akan terus meningkat hingga hari terakhir pelaksanaan Pesyar 2024 pada hari ini.

“Kami pun optimis di hari ini angka pengunjung bisa naik, sedangkan nilai transaksi bisa mencapai Rp4 miliar atau lebih. Optimisme kami ini karena kami melihat terselenggara dengan baik dengan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat maupun peserta Pesyar,” terangnya.

Menurutnya, dengan besarnya kontribusi transaksi digital di Pesyar 2024 mengartikan bahwa tujuan untuk mendidik masyarakat memanfaatkan transaksi digital atau membudayakan transaksi non tunai dinilai berhasil.

Baca Juga : Pekerja Rentan di Desa Akan Dijamin Perlindungan Ketenagakerjaan

“Di Pesyar 2024 ini kan selain kami ingin mendorong sistem perekonomian dan aktivitas keuangan berbasis syariah juga untuk mensosialisasikan budaya transaksi non tunai ini,” ujarnya.

Pesyar 2024 yang berlangsung sejak 23 Maret hingga 1 April 2024 atau selama 10 hari diisi dengan kegiatan utama yakni Syariah Fair dan Syariah Forum. Termasuk berbagai lomba dan kegiatan hiburan.

Pada Syariah Fair sendiri diisi dengan Pameran Trend Hijab dan Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF) yang digelar Indonesia Fashion Chamber (IFC) Makassar. Pada pameran ini menawarkan produk pakaian muslim kekinian dengan segmen pasar saat ini. Di Pameran Trend Hijab ini menghadirkan sekitar 100 pengusaha desainer yang bukan hanya dari Sulsel, tetapi juga dari luar Sulsel seperti, Jakarta, Surabaya, Bandung dan lainnya.

Baca Juga : Teliti Soal Perilaku Politisi Perempuan, Desy Ratnasari Jadikan DPRD Sulsel Sebagai Lokus Penelitian Doktornya

Sementara, Kepala BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda mengungkapkan, tujuan utama Pesyar 2024 ini yaitu sebagai upaya pengembangan ekonomi keuangan syariah dalam hal ini memperkuat branding modest fashion syariah. Serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan ekonomi syariah.

“Saya menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dengan menyukseskan acara ini. Terimakasih atas dedikasi, semangat dan kontribusi yang diberikan,” ungkapnya.

Pelaksanaan Pesyar 2024 menandai pencapaian dalam perjalanan kita menuju ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang lebih eksklusif, inklusi, berkelanjutan, dan berkeadilan. Selain itu, dapay membangkitkan semangat pengetahuan, dan menginspirasi dalam berkontribusi memajukan ekonomi dan keuangan syariah khususnya di Sulawesi Selatan.

Baca Juga : The 3rd Mayor Meeting for Eastern Indonesia di Makassar Bahas Implementasi KTR

“Marilah kita menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan berkontribusi secara nyata dalam mewujudkan visi kita bersama dalam meningkatkan literasi keuangan ekonomi syariah yang berkelanjutan,” harap Rizki.

Di tempat yang sama, Ketua IFC Makassar Lily Gunawan menyampaikan terimakasihnya kepada BI Sulsel yang telah membantu para pelaku UMKM untuk terus bertumbuh dan berkembang. Selain itu, pihaknya juga optimis melalui kolaborasi tersebut akan membawa produk-produk fashion yang hadir dalam kegiatan tersebut menuju global.

“Dari produk lokal kita akan menuju global impact tahun depan. Kami pun kembali mengundang untuk para peserta yang terlibat agar tahun depan ikut kembali, kami juga masih berharap BI masih ikut berkolaborasi dan memfasilitasi kami di tahun depan,” harapnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646