0%
logo header
Senin, 18 Maret 2024 13:12

BI Sulsel Siapkan Rp5,5 Triliun Uang Kartal Untuk Kebutuhan Ramadan dan Idulfitri

Chaerani
Editor : Chaerani
Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto bersama Kepala BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda (tengah), dan Staf Ahli Gubernur Sulsel Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan Subbidang Keuangan Since Erna Lamba, di sela-sela melakuka Layanan Penukaran Uang Bank Indonesia, di Pelataran Kantor Perwakilan BI Sulsel, Senin, (18/03/2024). (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)
Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto bersama Kepala BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda (tengah), dan Staf Ahli Gubernur Sulsel Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan Subbidang Keuangan Since Erna Lamba, di sela-sela melakuka Layanan Penukaran Uang Bank Indonesia, di Pelataran Kantor Perwakilan BI Sulsel, Senin, (18/03/2024). (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan menyiapkan uang kartal sebesar Rp5,5 triliun untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Idulfitri 2024/1445 Hijriah. Jumlah uang yang disiapkan pun mengalami peningkatan sekitar 3,7 persen atau Rp5,3 triliun jika bandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Peningkatan kebutuhan uang kartal sebesar 3,7 persen dari tahun lalu disebabkan karena ekonomi yang bertumbuh. Sehingga kebutuhan masyarakat juga ikut tumbuh,” kata Kepala Perwakilan BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda di sela-sela Kick Off Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (Serambi) Bank Indonesia, di Kantor Perwakilan BI Sulsel, Senin, (18/03/2024).

Ia mengaku, pemenuhan kebutuhan uang kartal melalui penarikan bank ini sudah dilakukan masyarakat sejak 13 Maret hingga 5 April 2024 mendatang. Pemenuhan layanan penarikan uang kartal melalui perbankan bertujuan agar kebutuhan uang kartal khususnya uang pecahan kecil (UPK) dapat terjadi di seluruh wilayah di Sulsel dengan dapat segera terdistribusi melalui perbankan di bulan Ramadan dan Idulfitri.

Baca Juga : 13 Fakultas Deklarasikan Ikatan Alumni UMI

“Bulan ini kan merupakan momentum yang sangat berharga untuk membuka komitmen kami dalam mendukung perayaan besar keagamaan. BI memastikan ketersediaan rupiah yang cukup, sehingga tidak hanya memfasilitasi transaksi ekonomi, tetapi juga turut memperkuat fondasi ekonomi di masyarakat,” katanya.

Kondisi ini tentunya mencerminkan peran BI sebagai penjaga mata uang negara, serta sebagai pilar penting dalam memajukan perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan. Penyelenggaraan layanan kemitraan uang kepada masyarakat pada periode Ramadan dan Idulfitri ini menekankan pada tiga aspek utama.

Pertama, ketersediaan rupiah dengan jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, serta kondisi yang layak edar bagi masyarakat. Kedua, layanan rupiah yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan jangkauan maksimal dan frekuensi yang optimal, dan ketiga yakni edukasi rupiah melalui peningkatan pemahaman masyarakat untuk Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

Baca Juga : Pekerja Rentan di Desa Akan Dijamin Perlindungan Ketenagakerjaan

Selain layanan penukaran oleh perbankan, pihaknya juga mulai mengoperasikan Mobil Layanan Kas Keliling atau layanan penukaran uang, khususnya UPK. Selain yang di siapkan BI, layanan penukaran uang juga dilakukan bersama dengan 41 bank dengan menyiapkan 75 titik penukaran, di tambah 4 Kas Titipan BI Sulsel yang ada di Kabupaten Bone, Bulukumba, Kota Palopo, dan Parepare.

“Secara nasional ada 4.264 titik penukaran, sementara di Sulsel ada 75 titik. Penukaran di Mobil Kas Keliling Bank Indonesia dimulai 18 Maret (hari ini) hingga 4 April 2024,” terang Rizki.

Pada proses penukaran masyarakat terlebih dahulu memesan secara online melalui laman pintar.bi.go.id. Tujuannya untuk menghindari kerumunan di lokasi penukaran. Sementara untuk batas penukaran yang ditentukan pada seluruh layanan kas keliling tersebut antara lain, pecahan Rp50 ribu sebesar Rp1 juta, pecahan Rp20 ribu sebesar Rp1 juta, pecahan Rp10 ribu sebesar Rp1 juta, pecahan Rp5 ribu sebesar Rp500 ribu, pecahan Rp2 ribu sebesar Rp400 ribu, dan pecahan seribu sebesar Rp100 ribu.

Baca Juga : Teliti Soal Perilaku Politisi Perempuan, Desy Ratnasari Jadikan DPRD Sulsel Sebagai Lokus Penelitian Doktornya

Selain itu, Bank Indonesia juga akan menyiapkan layanan kas keliling tersebut di 12 instansi pemerintahan. Mulai dari kantor pemerintah daerah, Kodam, Lantamal, dan lainnya.

“Kami juga hadir di berbagai event lokal di Sulsel, khususnya Makassar. Hal ini dilaksanakan sebagai upaya memberikan akses yang luas terkait layanan kepada masyarakat,” terangnya.

Sementara, Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto mengatakan, layanan penukaran uang di momen Ramadan dan Idulfitri menjadi kebutuhan masyarakat setiap tahunnya.

Baca Juga : The 3rd Mayor Meeting for Eastern Indonesia di Makassar Bahas Implementasi KTR

“Di saat-saat seperti ini kebutuhan uang kecil sangat membantu masyarakat. Dimana digunakan untuk sedekah, infak, atau kebutuhan lainnya,” katanya.

Dukungan BI Sulsel melalui layanan kas ini akan membantu dalam melancarkan peredaran uang di masyarakat. Hal ini pun sesuai dengan prinsip ekonomi bagaimana uang tersebut dapat beredar.

“Ini kan tanpa disadari ada pemerataan ekonomi disitu, dan ada share atau semangat saling berbagi,” katanya.

Baca Juga : The 3rd Mayor Meeting for Eastern Indonesia di Makassar Bahas Implementasi KTR

Ia pun berharap, lokasi-lokasi layanan kas keliling yang disiapkan di Kota Makassar dapat disediakan di wilayah-wilayah yang strategis bagi masyarakat.

“Ya paling tidak layanan kas itu juga ada di Bank Indonesia, karena masyarakat kan tahu disini tempatnya uang,” terangnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646