0%
logo header
Selasa, 04 Juni 2024 23:35

Buka Rakor Penyelenggaraan Informasi Geospasial Regional Sulawesi, Ini yang Disampaikan Prof Zudan

M. Imran Syam
Editor : M. Imran Syam
Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan Arif Fakrulloh, memukul Gong tanda dimulainya Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Informasi Geospasial Regional Sulawesi, Selasa (04/06/2024). (Istimewa)
Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan Arif Fakrulloh, memukul Gong tanda dimulainya Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Informasi Geospasial Regional Sulawesi, Selasa (04/06/2024). (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pj Gubernur Sulawesi Selatan Prof Zudan Arif Fakrulloh, membuka Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Informasi Geospasial Regional Sulawesi, di Hotel Swissbell, Makassar, Selasa (04/06/2024).

Prof Zudan menyampaikan, kegiatan ini penting karena telah terjadi pergeseran yang luar biasa dalam hidup. Dulu bekerja berbasis kertas untuk menyajikan data, kemudian mulai data didigitalkan, serta menyajikan pada layar elektronik.

“Jadi kita mulai bergerak ke digital. Maka harus bertransformasi digital berbasis data,” kata Prof Zudan.

Baca Juga : Bunda PAUD Sulsel Ninuk Triyanti Zudan Apresiasi Layanan Ruang Tumbuh Kembang Anak RSKD Dadi

Hal pertama yang harus dilakukan, kata Prof Zudan, adalah membuat satu data. Kedua, menetapkan institusi untuk mengelola data.

Prof Zudan menjelaskan, di tempatnya memimpin sebelumnya di Sulbar, bulan lalu telah melaunching “Satu Data”. Iapun menargetkan di Sulsel dapat launching pada Bulan Juli mendatang. Dengan bimbingan Badan Geospasial Indonesia menghadirkan Satu Data Sulawesi Selatan, ini akan membantu secara terfokus.

Dia mengakui telah merasakan manfaatnya ketika menjadi Dirjen Dukcapil, membangun basis peta dengan menempelkan data demografi dan statistik. Sistem ini dikerjasamakan dengan BIG. Ini kemudian mendapatkan penghargaan terbaik kedua di dunia.

Baca Juga : Sulawesi Memimpin Integrasi Geospasial, Memulai Revolusi dengan Target Peta Skala 1:5000 Tahun Depan

Sistem ini dapat mengetahui pendidikan dan kesehatan warga.

“Misalnya, bisa mencari warga pendidikan doktor, perempuan usia 30an tahun di Jeneponto,” jelasnya.

Terkait rencana pengembangan geospasial selanjutnya, dia mendukung kegiatan ini. Dengan satu data, satu peta, maka akan bergerak ke level internasional karena akurasinya tinggi.

Baca Juga : Inflasi Sulawesi Selatan Terkendali di Angka 2,42% YoY

“Satu data, satu peta manfaatnya banyak sekali dan luar biasa,” tandasnya.

Prof Zudan menambahkan, penerapan satu data ini masuk dalam rencana kerja pemerintah dan telah dianggarkan.

Sementara, Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Prof. Dr.rer.nat. Muh Aris Marfai, M.Sc, dalam kesempatan tersebut menjelaskan terkait pemanfaatan geospasial. Untuk kepentingan Pemda, dalam perencanaan pembangunan yakni tata ruangan dan pembangunan jangka menengah dan panjang, dimana selalu membutuhkan peta, dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) adalah peta dasar yang diselenggarakan oleh BIG.

Baca Juga : Kementerian Koperasi dan UKM – Pemprov Sulsel Dukung RPB Garam Pangkep, Kapasitas Maksimal 30 Ton Per Hari

Turut hadir, Direktur Tata Ruang, Pertanahan dan Penanggulangan Bencana Kementerian PPN/Bappenas, Uke Muhammad Hussein dan Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Jamaluddin Jompa. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646