0%
logo header
Senin, 27 Juli 2026 20:41

Bulog Kanwil Sulselbar Siapkan 27.000 Ton Beras untuk Program Bantuan Pangan di Sulsel

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Fahrurozi, saat diwawancarai media, di Karna Coffee, Jalan AP Pettarani, kemarin. (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)
Kepala Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Fahrurozi, saat diwawancarai media, di Karna Coffee, Jalan AP Pettarani, kemarin. (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) menyiapkan sekitar 27.000 ton beras untuk program Bantuan Pangan Tahap II di Sulsel.

Ribuan toh beras ini akan dibagikan selama tiga periode berturut-turut, mulai Juli, Agustus dan September 2026 kepada 927 ribu Penerima Bantuan Pangan (PBB). Dimana dengan masing-masing 10 kilogram (kg) beras per-PBB.

Penambahan alokasi bantuan dari sebelumnya hanya dua menjadi tiga periode sebagai bentuk mitigasi dari kondisi yang terjadi saat ini. Baik pada fenomena alam El-Nino maupun antisipasi terjadinya kenaikan harga pada sejumlah komoditas, termasuk beras.

Baca Juga : Pemkab Gowa dan Portage Energy dari Kanada Jajaki Kerjasama Pengolahan Sampah Modern

“Karena fenomena alam yang terjadi saat ini pemerintah bersepakat untuk menambah jumlah beras yang disalurkan kepada keluarga miskin atau rentan. Dari awalnya hanya 20 Kg per-PBB atau dua bulan sekarang bertambah 30 Kg atau penambahan 10 Kg per-PBB nya,” terang Kepala Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Fahrurozi, kemarin.

Ia menjelaskan, dari 27.000 ton beras yang dialokasikan sekitar 9.270 ton per bulannya. Sementara, jumlah stok beras yang dimiliki Perum Bulog Kanwil Sulselbar saat ini masih cukup besar, sehingga dipastikan tidak terjadi kendala penyaluran dengan alasan tidak adanya stok beras.

“Kita memerlukan beras sekitar 27 ribu ton, dengan stok saat ini yang kami miliki sebesar 855 ribu ton. Ini masih sangat cukup untuk memenuhi keperluan penyaluran,” tegasnya.

Baca Juga : Founder Kopi Ogud, Muh Resa Erlangga Nakhodai TDA Makassar 9.0

Hanya saja ia mengaku, pada hasil rapat koordinasi terkait penyaluran bantuan pangan tahap kedua ini hanya disalurkan berupa beras saja atau tidak ada produk lainnya berupa minyak goreng.

“Bantuannya kali ini tidak ada minyaknya. Yang kita salurkan hanya beras saja. Kebijakannya seperti itu ya. Kami hanya menerima perintah kebijakan dari pemerintah hasil rakornya memang di luar minyak,” terangnya.

Fahrurozi menambahkan, adapun yang menjadi tantangan penyaluran di tahap kedua ini adalah faktor cuaca. Misalnya kepada masyarakat di daerah Kepulauan Selayar dan Pangkep.

Baca Juga : Fokus Bangun UMKM dan Ekonomi Kerakyatan, Kosgoro 1957 Sulsel Konsolidasi hingga Desa

“Tantangan terberat itu di semester kedua yaitu cuaca untuk masyarakat yang tinggal di daerah kepulauan. Ini yang perlu kita mitigasi betul terkait kapan waktu ombak besar dan tidak, sementara waktu penyaluran bantuan ini kan dibatasi. Hanya saja kita tetap akan mapping bentuk antisipasinya,” ujarnya.

Sementara, terkait dengan penyaluran program Bantuan Pangan diperiode sebelumnya atau pada periode Februari dan Maret 2026 berhasil disalurkan 100 persen.

“Allhamdullillah di periode ini bantuan terdistribusi 100 persen ke masyarakat dengan total total 18.556 ton dan minyak goreng sebanyak 3,7 juta liter, itu selesai per 30 Juni,” ujarnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646