0%
logo header
Kamis, 16 Mei 2024 05:44

Bupati Gowa: Bendungan Jenelata Akan Aliri Tiga Kabupaten

Chaerani
Editor : Chaerani
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat memberikan penjelasan terkait progres pembangunan Bendungan Jenelata di lokasi pembangunan saat melakukan peninjauan, kemarin. (Dok. Humas Gowa)
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat memberikan penjelasan terkait progres pembangunan Bendungan Jenelata di lokasi pembangunan saat melakukan peninjauan, kemarin. (Dok. Humas Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pembangunan Bendungan Jenelata yang terletak di Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa direncanakan akan mengaliri tiga kabupaten di Sulawesi Selatan. Masing-masing Kabupaten Gowa, Takalar, dan Maros.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, Bendungan Jenelata merukapan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di Sulawesi Selatan. Proses pengerjaan tahap awal bendungan tersebut telah dikerjakan sejak Desember 2023 lalu.

“Ini rencananya akan mengaliri tiga daerah yakni Kabupaten Gowa, Maros dan Takalar,” katanya, di sela-sela meninjau meninjau progres pembangunan, kemarin.

Baca Juga : KPU Sulsel Gagas KKN Tematik bersama Unhas

Adnan mengatakan, proses pembangunan Bendungan Jenelata ini diharapkan dapat berjalan dengan lancar hingga dapat selesai dan difungsikan sesuai target. Termasuk, terus memantau proses pengerjaannya dapat berjalan sesuai rencana, tanpa kendala sesuai petunjuk yang diberikan pemerintah pusat dan provinsi.

“Alhamdulillah sampai dengan hari ini berkat petunjuk Bapak Gubernur Sulsel kita mampu menyelesaikan seluruh permasalahan-permasalahan yang akan timbul dan tidak menghalangi proses pembangunan ini,” ungkapnya.

Ia mengatakan, saat ini pembebasan lahan akan terus dilakukan oleh pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, meskipun terdapat beberapa kendala karena adanya penataan lokasi. Sebab, sebagian lokasi terdapat kawasan hutan sehingga saat ini terjadi penundaan pembayaran.

Baca Juga : Ketua DPRD Sulsel Fasilitasi Petani Milenial Barru Diskusi Penerapan Smart Farming

“Salah satu kendalanya karena penetapan lokasi, namun solusi kami kepada pihak balai agar sebaiknya yang tidak masuk dalam kawasan hutan agar segera dibayarkan karena memang secara syarat, prosedur dan mekanisme ini sudah tidak ada masalah. Jadi kami minta bantuan pak gubernur untuk mengkomunikasikan dengan Kejati agar bisa sesuai prosedur hukum yang berlaku dan pembayaran pembebasan lahan bisa segera dilanjutkan,” jelasnya.

Sementara, Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin mengatakan, pihaknya akan terus memantau proyek startegis yang menjadi perhatian pemerintah pusat agar berjalan sesuai yang ditargetkan.

“Hari ini kami sengaja melakukan kunjungan ke lokasi proyek strategis yang menjadi prioritas dan atensi Bapak Presiden salah satunya pembangunan Bendungan Jenelata untuk melihat progresnya dan memastikan apa yang diarahkan oleh bapak presiden yaitu jangan sampai ada proyek-proyek atau program-program pusat di daerah itu terhambat,” katanya.

Baca Juga : 40 Menit Terjual 1.000 Unit, Konsumen NMAX Generasi Terbaru Berburu Beli Online di Marketplace

Selain itu, pihaknya menyebut akan mengkomunikasikan terhadap stakeholders terkait agar kendala-kendala teknis dilapangan bisa teratasi terutama adanya pendampingan hukum, sehingga proyek pembangunan berjalan sebagaimana mestinya.

“Memang ada hal yang secara teknis harus dikomunikasikan untuk mempercepat terutama soal pengadaan lahan menyesuaikan tata lingkungan disini, nah kita lihat progresnya sangat baik dan akselarasi pembangunan sangat positif, tersisa kami segera berkomunikasi pihak terkait terutama dalam melakukan pendampingan pihak kejaksaan agar  pengadaan lahan dan percepatan pembangunan yang menjadi atensi pemerintah pusat ini bisa dilaksanakan percepatan,” tambah Bahtiar.

Ditempat yang sama Kepala Satker Bendunga Jenelata, IGN Carya Andi Baskara menyampaikan Pembangunan Bendungan Jenelata ini merupakan proyek terpadu dari sistem pengelolaan sumber daya air terutama di Kabupaten Gowa. Dimana mampu menampung hingga 223 juta m³ air yang ditargetkan selesai pada 2028 mendatang.

Baca Juga : Total 14 Ekor, Huadi Group Distribusi Sapi Kurban untuk Warga Bantaeng

“Desember 2023 kita lakukan ground breaking, untuk sekarang progres sudah 2,1 persen dan kita sudah mulai penggalian untuk maindam. Harapan kami dengan dukungan dari pak gubernur dan pak bupati untuk percepatan pengadaan lahan ini kita akan dorong lebih cepat lagi dan bisa mencapai 8-10 persen diakhir 2024,” harapnya.

Pembangunan Bendungan Jenelata telah melalui beberapa tahapan. Pertama, pada 2019 dilakukan re-desain. Kedua, pada 2022 dilakukan penandatanganan kontrak, dan Desember 2023 mulai dilakukan groundbreaking sebagai tanda dimulainya pengerjaan proyek.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646