0%
logo header
Sabtu, 06 Agustus 2022 09:04

Cuaca Buruk, KLM Cinta Mulia I Tenggelam di Perairan Teluk Sampit Saat Labuh Jangkar

Fathir
Editor : Fathir
Ilustrasi Kapal Tenggelam. (Istimewa)
Ilustrasi Kapal Tenggelam. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, KOTAWARINGIN TIMUR – Diduga akibat cuaca buruk dan ombak besar, kapal layar motor (KLM) Cinta Mulia I yang akan menuju Semarang tenggelam di perairan Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (4/08/2022).

“KLM Cinta Mulia I adalah kapal kayu kemudian akibat kondisi cuaca ekstrem mungkin itu yang menyebabkan kapal tenggelam, karena saat itu kapal masih dalam posisi labuh jangkar”, kata Kepala KSOP Kelas III Sampit, Capt Sidrotul Muntaha, Jum’at (5/08/2022).

Menurutnya, sehari sebelum kejadian rencananya KLM Cinta Mulia I akan berangkat menuju Semarang dengan membawa muatan bungkil sawit sebanyak 450 ton.

Baca Juga : Cerita Korban KM Ladang Pertiwi yang Tenggelam di Selat Makassar: Triplek dan Jerigen Selamatkan 10 Penumpang

Namun, karena cuaca ekstrem nakhoda bersama anak buah kapal (ABK) memutuskan labuh jangkar untuk berlindung disekitar Muara Sungai Mentaya, perairan Teluk Sampit.

Lalu pada pagi harinya, sekitar pukul 07.00 Wib, Kepala Kamar Mesin (KKM) kapal bermaksud mematikan generator yang digunakan untuk menyalakan lampu, karena hari sudah mulai terang. Sekaligus, menyalakan pompa mesin.

“Saat itulah KKM melihat air masuk dengan deras dari arah depan, KKM kemudian melakukan aksi dengan menggunakan 4 unit pompa air, tapi tidak berhasil. Air malah semakin banyak masuk”, jelasnya.

Baca Juga : Gunakan Helikopter, Gubernur Pantau Pencarian KM Ladang Pertiwi di Perairan Pangkep

Setelah KKM melaporkan situasi tersebut, nakhoda KLM Cinta Mulia I segera turun ke lambung kapal untuk mengecek secara langsung.

Saat itu nakhoda memperkirakan kapal tidak dapat lagi diselamatkan dan segera memerintahkan semua ABK untuk meninggalkan kapal.

Kejadian itu berlangsung selama kurang lebih 3 jam, lalu sekitar pukul 10.00 Wib kapal dinyatakan tenggelam. Namun semua ABK termasuk nakhoda sempat naik ke kapal nelayan dan dinyatakan selamat.

Baca Juga : Sahbandar Tegaskan KM Ladang Pertiwi yang Tenggelam Tak Kantongi Izin Angkut Penumpang

“Lokasi kejadian masih di luar alur lalu lintas kapal, sehingga masih aman untuk digunakan lalu lalang kapal, namun sesuai aturan pihak pemilik kapal bertanggungjawab untuk mengangkat atau mengamankan bangkai kapal tersebut dari lokasi”, jelas Capt Sidrotul Muntaha.

Berdasarkan informasi, saat kejadian kapal membawa 4 ABK dan seorang nakhoda. KLM Cinta Mulia I memiliki bobot 148 Gross Ton (GT), panjang 14 meter dan sebagian besar badan kapal terbuat dari kayu.(*)

Penulis : Tommy Barito
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646