0%
logo header
Kamis, 21 Mei 2026 18:44

Pemkab Gowa Dorong Penyusunan Kebijakan Berbasis Riset dan Kebutuhan Masyarakat

Chaerani
Editor : Chaerani
Balitbangda Kabupaten Gowa saat menggelar FGD Kajian Kelitbangan Tahun 2026, di Ruang Rapat Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, Kantor Bupati Gowa. (Dok. Humas Gowa)
Balitbangda Kabupaten Gowa saat menggelar FGD Kajian Kelitbangan Tahun 2026, di Ruang Rapat Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, Kantor Bupati Gowa. (Dok. Humas Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa akan mendorong penyusunan kebijakan yang berbasis riset dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Sebagai langkah awal pemerintah daerah melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Gowa menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kajian Kelitbangan Tahun 2026.

Mengusung tema “Menata Riset, Menata Masa Depan: Merumuskan Kebijakan Tepat dan Akurat untuk Kemajuan Daerah”, pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, Kantor Bupati Gowa.

Baca Juga : Peringatan Harkitnas, PLN UIP Sulawesi Perkuat Semangat Kebangkitan Nasional

Kepala Balitbangda Kabupaten Gowa, Muh Taslim mengatakan, tema yang diangkat tersebut menjadi bagian dari upaya penyusunan arah penelitian dan pengembangan daerah yang lebih terukur, kolaboratif, dan sesuai kebutuhan pembangunan daerah.

Sehingga, kajian kelitbangan memiliki peran penting dalam mendukung lahirnya kebijakan berbasis data dan kebutuhan masyarakat.

“Kajian kelitbangan menjadi instrumen penting dalam menghasilkan kebijakan berbasis riset dan kebutuhan nyata masyarakat. Kami berharap FGD ini melahirkan masukan strategis untuk mendukung pembangunan daerah yang inovatif dan berkelanjutan,” ujarnya, dalam pertemuan, Kamis, (21/05/2026).

Baca Juga : Bantuan Pangan Pemkab Gowa dan Bulog akan Sasar 70.944 Penerima

Dalam forum tersebut, pembahasan difokuskan pada dua kajian utama yakni penelitian dan pengembangan sektor pariwisata serta penelitian dan pengembangan koperasi dan UMKM. Kedua sektor ini dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan daya saing daerah dan memperkuat ekonomi masyarakat.

Taslim menambahkan, kolaborasi antara perangkat daerah dan akademisi diperlukan agar hasil kajian dapat diterapkan secara efektif dalam penyusunan program pembangunan.

“Kami ingin hasil kajian ini benar-benar menjawab kebutuhan daerah. Karena itu, sinergi antar perangkat daerah dan akademisi penting agar rekomendasi yang dihasilkan memberi dampak positif bagi masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga : Pemkab Gowa Siapkan Pasar Murah, Penuhi Kebutuhan Pangan Warga Jelang Iduladha

Sementara, Tim akademisi, Prof. Akhmad menilai riset daerah perlu diarahkan pada persoalan yang dihadapi masyarakat sehingga hasilnya lebih tepat sasaran.

“Penelitian daerah harus menjadi dasar pengambilan keputusan yang konkret. Ketika riset disusun sesuai kebutuhan daerah, hasilnya akan lebih mudah diterapkan dalam program pembangunan,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa, Abd Halim Hamid menyebut kajian pengembangan koperasi dan UMKM menjadi langkah penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat.

Baca Juga : Bupati Gowa: Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan Perlu Perhatian Pemerintah Pusat

“Melalui kajian ini, kami berharap lahir rekomendasi yang mampu memperkuat kapasitas pelaku usaha dan meningkatkan daya saing produk lokal,” ungkapnya.

Melalui FGD Kajian Kelitbangan ini, Balitbangda Kabupaten Gowa berharap tercipta sinergi antar perangkat daerah dalam merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis riset dan inovasi.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646