REPUBLIKNEWS.CO.ID, SELAYAR — Pemandangan berbeda terlihat di Masjid Nurul Yaqin Muhammadiyah, Kelurahan Batangmata Sapo, Kabupaten Kepulauan Selayar, Jumat (08/05/2026).
Saf-saf jamaah salat Jumat dipenuhi prajurit TNI dari tiga matra dengan seragam loreng yang membaur bersama masyarakat setempat.
Kehadiran personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1415/Selayar membuat suasana masjid tampak didominasi warna hijau loreng. Meski demikian, nuansa kekeluargaan dan kebersamaan terasa hangat sejak sebelum hingga usai pelaksanaan ibadah.
Baca Juga : TMMD Selayar: Jalan Tani Sepanjang 1.200 Meter Mulai Dibuka di Desa Tamalanrea
Di tengah saf jamaah, tampak pula Dandim 1415/Selayar Letkol Czi Yudo Harianto, yang juga menjabat sebagai Dansatgas TMMD ke-128. Ia melaksanakan salat Jumat bersama warga dan personel Satgas tanpa sekat.
Usai pelaksanaan salat Jumat, suasana akrab terlihat di halaman masjid. Sejumlah warga Batangmata Sapo tampak bercengkrama santai dengan personel TNI.
Percakapan ringan mengenai kegiatan pembangunan TMMD hingga candaan sederhana terdengar mengiringi langkah mereka saat meninggalkan area masjid menuju rumah masing-masing.
Baca Juga : TMMD Kodim 1415 Selayar Dinilai Jadi Solusi Akses Pertanian Warga
Momen tersebut menjadi bagian dari komunikasi sosial (komsos) antara TNI dan masyarakat di lokasi pelaksanaan TMMD.
Letkol Czi Yudo Harianto mengatakan, ibadah berjamaah bersama masyarakat tidak hanya menjadi kewajiban sebagai umat Muslim, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan emosional antara prajurit dan warga.
“Melalui salat Jumat berjamaah ini, kami ingin membangun kedekatan dengan masyarakat. Komsos tidak selalu dilakukan secara formal, tetapi juga bisa melalui kebersamaan dalam kegiatan ibadah seperti ini,” ujarnya.
Baca Juga : Diguyur Hujan, Satgas TMMD Tetap Tuntaskan Jalan Tani di Selayar
Ia menambahkan, keberadaan Satgas TMMD di Batangmata Sapo tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun hubungan sosial dan kekeluargaan dengan masyarakat.
“TMMD itu hakikatnya kemanunggalan TNI dan rakyat. Ketika prajurit bisa berbaur, bercengkrama, dan beribadah bersama masyarakat, maka kedekatan emosional itu akan semakin kuat,” tambahnya.
Menurutnya, kedekatan antara personel Satgas dan masyarakat menjadi modal penting dalam mendukung kelancaran seluruh program TMMD ke-128 yang saat ini berlangsung di Kelurahan Batangmata Sapo dan Desa Tamalanrea, Kecamatan Bontomatene.
Baca Juga : Di Tengah Pembangunan TMMD, Prajurit Tetap Utamakan Disiplin dan Kesehatan
Program TMMD ke-128 Kodim 1415/Selayar sendiri terus melaksanakan berbagai kegiatan fisik maupun nonfisik dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui budaya gotong royong dan kebersamaan.
