0%
logo header
Kamis, 31 Agustus 2023 08:34

Ditunjuk Sebagai Operator Pelabuhan, Ini Tarif Bongkar Muat STS Muara Berau PT PTB

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Sosialisasi STS Muara Berau PTB pelayanan bongkar muat kapal. (Istimewa)
Sosialisasi STS Muara Berau PTB pelayanan bongkar muat kapal. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, SAMARINDA — PT Pelabuhan Tiga Bersaudara (PTB) ditunjuk sebagai konsesi atau operator pelabuhan terminal alih muat batu bara Ship to Ship (STS) Muara Berau Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Dengan adanya penunjukkan dari Menteri Perhubungan tersebut, maka tarif pelayanan di STS Muara Berau telah ditetapkan.

Penetapan tarif tersebut tercantum dalam Surat Keputusan (SK) Nomor: PR.202/1/18/PHB 2023 tentang Rekomendasi Persetujuan Penetapan Tarif Awal Ship To Ship (STS) Perairan Muara Berau. Dimana nilai tarif tersebut adalah hasil laporan reviu yang dikeluarkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI.

Direktur Pengembangan Bisnis PTB Kamaruddin Abtami, mengungkapkan, tarif diberlakukan berdasarkan dua sistem pelayanan. Yakni untuk pelayanan ekspor dan pelayanan domestik.

Baca Juga : Paparkan Capaian, Lapas Narkotika Samarinda Berhasil Raih 19 Penghargaan di 2023

“Untuk domestik tarifnya itu rupiah tapi untuk asing diberlakukan USD. Untuk domestik 17.500-28.000 per ton, kalau asing dikonversi tergantung kurs dolar, kalau yang menggunakan TKBM 1,22 USD perton. Kemudian yang menggunakan alat mekanis 1,97 USD,” ujarnya saat ditemui di Aula Pertemuan Aston Hotel, Rabu (30/08/2023).

Sejauh ini, lanjutnya, jumlah mother vessel atau kapal kargo pengangkut barang yang melakukan alih muatan mencapai lebih dari seribu kapal dalam satu bulan. Dengan rincian terbanyak adalah kapal tongkang.

“Jumlah mother vessel perbulan rata-rata untuk kapal asing sekitar 115, kemudian untuk yang domestik sekitar 25-30. Tongkang sekitar 1600,” terangnya.

Baca Juga : Prestasi Lapas Narkotika Samarinda Raih Penghargaan Wilayah Bebas Korupsi

Dengan ramainya arus lalu lintas alih muat kapal, PTB menarget pemasukan sebesar Rp100 miliar per tahun. Dan nantinya sebesar 5 persen akan disetorkan ke Negara.

“Target kami sekitar 100 miliar rupiah pertahun. Target Pemerintah gak beda jauh sama kita, karena dia memberikan 5 persen saja ke PNBP. Dengan data yang kita hitung sekarang target kita adalah mungkin 100 hingga 120 miliar rupiah dalam 1 tahun,” jelasnya.

Kamaruddin mengatakan, dengan adanya kerjasama dalam pelayanan kepelabuhanan ini bisa menyokong pendapatan negara. Sementara itu, ia juga mengingatkan agar kepada stake holder agar proaktif untuk terus teregistrasi dengan sistem PTB.

Baca Juga : Kalapas Narkotika Samarinda dan Timnya Raih Predikat WBK 2023, Dapat Penghargaan dari Menkumham RI

“Dengan adanya kita, kami harap juga pendapatan pemerintah akan lebih naik dan terkontrol,” kata dia.

“Kita harapkan di masa transisi, proaktif semua stake holder yang ada debgan PTB karena nanti yang tidak teregistrasi ke sistem online kita tidak bisa melakukan kegiatan di STS Muara Berau,” pungkasnya. (*)

Penulis : Jaka Permana
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646