REPUBLIKNEWS.CO.ID, GORONTALO — Dalam rangka mendorong geliat investasi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Utara memperkuat keandalan pasokan listrik di wilayah tersebut.
Upaya ini dilakukan dengan mengoperasikan tiga Proyek Strategis Nasional (PSN). Antara lain, Gardu Induk 150 kilo volt (kV) Otam (Ext), Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Otam – Tutuyan dan Gardu Induk 150 kV Tutuyan (New).
“Sebelum dioperasikan kami terlebih dahulu melakukan pemberian tegangan pertama (energize) pada 18 Februari 2022 lalu,” kata Manager Unit Pelaksana Proyak (UPP) Sulawesi Utara Ndaru Seto Widiatmoko, kepada Republiknews.co.id, Jumat (04/03/2022).
Baca Juga : Tenri Indah Nilai Kader Posyandu Ujung Tombak Layanan Kesehatan di Masyarakat
Ia menjelaskan, ketiga proyek kelistrikan ini merupakan bentuk dukungan PLN terhadap pertumbuhan investasi di Sulawesi Utara khususnya di Kabupaten Bolaang Mongondow dan Bolaang Mongondow Timur. Pasalnya wilayah tersebut dinilai memiliki potensi sumber daya mineral yang cukup besar.
Pemberian tegangan pertama berhasil dilakukan pada SUTT 150 kV Otam – Tutuyan yang terbentang sepanjang 99,04 kilometer sirkuit (kms) mulai dari Kabupaten Bolaang Mongondow sampai dengan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dengan jumlah tower sebanyak 151 tower. Kemudian dua Line Bay untuk GI 150 kV Otam (Ext) dan Trafo berkapasitas 30 Megavolt Ampere (MVA) untuk GI 150 kV Tutuyan (New).
“Sebelumnya pasokan listrik di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur itu disuplai melalui GI 150 kV Otam yang jaraknya cukup jauh sehingga sering terjadi drop tegangan. Adanya GI 150 kV Tutuyan (New) nantinya akan meningkatkan keandalan listrik di daerah tersebut,” ujarnya.
Baca Juga : Pemkab Gowa Genjot Optimalisasi Aset Tanah untuk Pacu PAD dan Investasi
Dengan begitu diharapkan tidak akan lagi terjadi drop tegangan kelistrikan. Selain itu dengan beroperasinya GI 150 kV Tutuyan (New) maka PLN juga siap melakukan penyambungan ke PT Arafura Surya Alam (ASA) sebesar 20 MVA yang direncanakan pada Juni 2022 mendatang.
