REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun ini, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UIP Sulawesi menyalurkan bantuan kepada 16 perempuan tangguh di enam daerah di Sulawesi Selatan.
Beasiswa dibidang pendidikan dan ekonomi ini merupakan Program Kartini YBM PLN. Para perempuan penerima bantuan ini adalah tulang punggung keluarga yang tersebar di Makassar, Gowa, Takalar, Maros, Pangkep, dan Wajo.
Ada pun mereka dari berbagai peran baik, pelaku usaha mikro, guru TK, guru SD, guru mengaji, hingga pedagang kecil.
Baca Juga : Transformasi Sektor Jasa Keuangan Butuh Peran Perempuan
“Program ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan nyata bagi perempuan yang tetap berdaya di tengah keterbatasan serta berkontribusi bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya,” terang General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, dalam keterangannya, kemarin.
Ia menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pemberdayaan perempuan agar semakin mandiri dan berdaya saing.
“Semangat Kartini tercermin dari ketangguhan para perempuan ini dalam menjalankan peran ganda sebagai penggerak ekonomi keluarga sekaligus pendidik di masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga : Lepas JCH Makassar, Munafri Tekankan Pentingnya Memaknai Haji Sebagai Perjalanan Spiritual
Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi stimulus untuk meningkatkan kesejahteraan serta memperluas dampak positif kepada para penerima bantuan.
Salah satu penerima manfaat, Ernawati Yusuf, yang berprofesi sebagai guru TK, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat membantu keberlangsungan ekonomi keluarganya.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami, khususnya perempuan yang terus berjuang melalui pendidikan dan usaha kecil untuk menopang keluarga. Kami merasa diperhatikan dan semakin termotivasi untuk terus berkarya dan mandiri,” tuturnya.
Program Kartini YBM PLN merupakan bagian dari pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah pegawai muslim PLN yang difokuskan pada pemberdayaan masyarakat. Khususnya perempuan di sektor pendidikan dan ekonomi.
“PLN UIP Sulawesi menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendorong perempuan Indonesia menjadi lebih berdaya, mandiri, dan berkontribusi dalam pembangunan sosial ekonomi yang berkelanjutan,” terang I Made Gusti.
