REPUBLIKNEWS.CO.ID, BUTON TENGAH Pemerintah Kabupaten Buton Tengah bersama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buteng resmi melepas 14 tenaga kesehatan untuk mengikuti pelatihan pengembangan tujuh layanan unggulan. Pelepasan berlangsung di aula kantor Bupati Buteng, Senin (29/6), dan dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara RSUD dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), serta perjanjian kerja sama (PKS) dengan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (BPD Sultra).
Pelaksana Harian Sekretaris Kabupaten Buteng, Abdullah, yang mewakili Bupati, menyampaikan apresiasi atas langkah strategis RSUD Buteng. Ia menegaskan, kualitas rumah sakit tidak hanya bergantung pada sarana prasarana, tetapi juga tata kelola yang baik serta sumber daya manusia yang profesional dan berkompeten.
“Saya berharap seluruh peserta pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat kita,” ujar Abdullah.
Ia menambahkan, kerja sama yang dijalin dengan Dukcapil dan PT BPD Sultra merupakan terobosan penting yang mempermudah layanan bagi masyarakat sekaligus berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Abdullah juga mengingatkan agar seluruh jajaran RSUD menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mengoptimalkan kinerja sejalan dengan dukungan anggaran dari pemerintah daerah.
Sementara itu, Direktur RSUD Buteng, dr. Soraya Wildhani Jamil, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan sejak RSUD berdiri. Program yang didukung penuh oleh Kementerian Kesehatan dan Pemkab Buteng ini bertujuan mengembangkan tujuh layanan unggulan, yaitu hemodialisa (cuci darah), onkologi, kardiovaskular, stroke, Intensive Care Unit (ICU), neonatal, dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK).
“Pengembangan layanan ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan sekaligus menghadirkan layanan spesialistik yang lebih lengkap. Harapannya, masyarakat Buteng tidak lagi bergantung pada rujukan ke rumah sakit di luar daerah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tertentu,” jelas dr. Soraya.
Pada kesempatan yang sama, RSUD Buteng juga meluncurkan program inovasi “SI BAYI CERIA” (Sistem Integrasi Bayi Lahir Cepat mendapatkan Identitas) melalui MoU dengan Dukcapil. Melalui program ini, setiap bayi yang lahir di RSUD dapat langsung memperoleh dokumen administrasi kependudukan, termasuk akta kelahiran, dalam waktu 1×24 jam secara terpadu.
“Inovasi ini dihadirkan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat. Orang tua tidak perlu lagi mengurus administrasi secara terpisah karena seluruh proses dilakukan secara terintegrasi,” ucap dr. Soraya.
Adapun kerja sama dengan PT BPD Sultra, lanjutnya, meliputi penyediaan layanan perbankan dan fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di lingkungan rumah sakit. Langkah ini disebut sebagai bagian awal modernisasi layanan rumah sakit sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan daerah melalui pemanfaatan ruang layanan perbankaTransformasi yang dijalankan RSUD Buton Tengah ini menjadi upaya strategis untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin cepat, modern, dan mudah diakses, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kabupaten Buton Tengah secara optimal.
