0%
logo header
Selasa, 28 November 2023 10:20

Ekosistem Bisnis Terbentuk, IDP: Ayo Dukung Program Tanam Pisang

Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani berbincang dengan PJ Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin saat menghadiri Penandatanganan MoU antara Provinsi Sulsel dengan PT. Yas Export International tentang pembelian hasil budidaya pisang cavendish.
Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani berbincang dengan PJ Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin saat menghadiri Penandatanganan MoU antara Provinsi Sulsel dengan PT. Yas Export International tentang pembelian hasil budidaya pisang cavendish.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani mengajak seluruh pihak termasuk masyarakat untuk mendukung program gerakan tanam pisang yang dicanangkan Pj. Gubernur Provinsi Sulsel, Bahtiar Baharuddin.

Terlebih telah dilakukan Penandatanganan MoU antara Provinsi Sulsel dengan PT. Yas Export International tentang pembelian hasil budidaya pisang cavendish, Senin (27/11/2023) di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel.

“Ini sebenarnya peluang bisnis yang bagus mengingat bahwa kebutuhan pasar internasional untuk pisang khususnya pisang cavendish masih cukup besar di mana kita ketahui bahwa selama ini baru 1% kebutuhan pisang cavendish yang dapat dipenuhi dari Indonesia khususnya dari Provinsi Lampung,” kata Indah.

Baca Juga : Wawancara Kandidat Paritrana Award, Indah Paparkan Upaya Pemda Lutra Beri Perlindungan Jaminan Sosial

“Peluang bisnis ini tentu sangat baik untuk masyarakat mengingat pemerintah dalam hal ini Pemerintah Provinsi Sulsel yang didukung begitu banyak pemangku kepentingan lainnya, sudah memikirkan rantai bisnisnya mulai dari hulu sampai ke hilir,” sambung bupati perempuan pertama di Sulsel ini.

Pemerintah Kabupaten Luwu Utara pun, kata Indah, ikut mengambil bagian dalam menyukseskan program ini apalagi potensi dan manfaatnya cukup besar.

“Kita berharap program ini dapat berlangsung dengan baik, tidak hanya diucap tapi langsung dikerjakan karena sekali lagi rantai pasok dan bisnisnya sudah dipikirkan begitu matang. Jadi mulai dari hulu sampai dengan pasarnya bahkan yang tidak tercover/ produk yang tidak terakomodir juga dipikirkan akan menjadi produk olahan lainnya,” terang Indah.

Baca Juga : Pembangunan Dua Sabo Dam Di Sungai Radda Rampung

Bupati yang karib disapa IDP ini menarget, di Luwu Utara lahannya bisa tersedia banyak mengingat potensinya cukup baik dengan ketinggian rata-rata yang cocok untuk menanam pisang terutama cavendish. Tersedia juga lahan PTPN yang belum dikelola, begitu pun dengan program ketahanan pangan di desa kemudian pelibatan pondok-pondok pesantren yang masih memiliki lahan secara optimal.

“Ayo sukseskan program pemerintah yang pada akhirnya berujung pada kesejahteraan masyarakat karena pada umumnya untuk tanam pisang itu di kebun rakyat bukan industri. Ekosistem bisnisnya sudah dibentuk jadi sekarang waktunya bekerja. Hari ini akan dimulai dengan pasar Arab dan pihak lainnya seperti Lulu Hypermart yang berada di 22 negara. Jadi sekali lagi yuk kita kerja, kita tanam sekarang, kita petik tahun depan,” ajak IDP yang hadir didampingi Kepala DP2KUKM, Aji Saputra dan Kabag Ekonomi, Alwi Parimpun.

Sebelumnya, Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, menuturkan terimakasih kepada PT Yas Exports Internasional yang memiliki 260 cabang perusahaan di negara-negara yang mengonsumsi pisang.

Baca Juga : Harap Kualitas LPPD Semakin Baik, Indah Perkuat Komitmen Pimpinan Perangkat Daerah

“Ini yang kita mau tanam di Sulawesi Selatan dan ekosistem bisnisnya sudah saya bangun dan kita sudah ada kontrak farming. Jadi saya serius membangun ekosistem bisnisnya dari hulu sampai hilir. Ini tanaman bisnis, bukan tanaman biasa dan punya nilai ekonomi,” ungkap Bahtiar.

Sementara itu President Director PT. Yas Exports Internasional, Shihab Yooseph mengungkapkan, perusahaannya sudah memiliki 260 hypermart di seluruh dunia dan di Indonesia ada 6 hypermart serta dalam waktu dekat akan dibangun satu, khusus di Kota Makassar.(*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646