0%
logo header
Minggu, 20 Juli 2025 18:22

FPLB Kritik IPMIL Raya: Pemuda Harus Objektif Kawal Pembangunan Tambang di Luwu

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
FPLB Kritik IPMIL Raya: Pemuda Harus Objektif Kawal Pembangunan Tambang di Luwu

REPUBLIKNEWS.CO.ID, LUWU — Ketua Forum Pemuda Latimojong Bersatu (FPLB), M. Azriel, menyampaikan tanggapan kritis terhadap pernyataan Pengurus Besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu Raya (PB IPMIL Raya) yang menyoroti aktivitas pertambangan dan pembangunan smelter di Luwu Raya.

Azriel menegaskan pentingnya objektivitas dalam menyampaikan aspirasi, dan mengingatkan agar tidak menyebarkan tuduhan yang tidak berdasar.

“Investasi seperti PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) dan PT Masmindo Dwi Area (MDA) di Latimojong tidak datang tanpa dampak positif. Banyak pemuda lokal yang sebelumnya menganggur kini memiliki pekerjaan. Warung-warung ramai, ekonomi bergerak. Itu fakta yang harus diakui,” tegas Azriel, 19 Juli 2025.

Baca Juga : FORDES Dinilai Perkuat Sinergi Pemkab, Masyarakat, dan Perusahaan dalam Pembangunan Daerah

Ia menilai tudingan yang mengaitkan pembangunan proyek dengan bencana longsor di Rante Balla tanpa kajian valid sebagai langkah yang tergesa-gesa.

“Apakah ada riset? Apakah PB IPMIL Raya sudah turun langsung ke lapangan? Jangan sampai mahasiswa hanya jadi juru bicara ketakutan, bukan bagian dari solusi,” katanya.

Azriel mengakui bahwa setiap proyek industri pasti memiliki risiko. Namun, menurutnya, tugas generasi muda adalah mengawal agar risiko tersebut tetap terkendali melalui pengawasan partisipatif, bukan menolak mentah-mentah.

Baca Juga : Pemerintah Desa Pastikan Fordes Tidak Sekadar Simbol, Fokus pada Program dan Kesejahteraan Warga

“Kami bukan corong perusahaan, tapi kami juga bukan pembenci kemajuan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan pemuda dan masyarakat lokal dalam pengambilan keputusan. Menurutnya, perusahaan kini lebih terbuka berdialog dengan masyarakat dan pemerintah desa jika didekati dengan cara yang konstruktif.

“Kami melihat sudah ada ruang partisipasi, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya,” tambahnya.

Baca Juga : Dari Rante Balla hingga Dusun Nase, MDA Konsisten Bangun Layanan Air Bersih

Menanggapi tuntutan PB IPMIL Raya soal keadilan sosial dan kompensasi, Azriel mendorong mahasiswa untuk aktif mengawal pelaksanaan program tanggung jawab sosial (CSR).

“Kita harus turun ke lapangan, cek apakah CSR berjalan. Dorong jika belum. Jangan hanya mengeluarkan pernyataan dari kejauhan,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa penolakan terhadap proyek strategis tanpa disertai solusi justru dapat memperlebar ketimpangan antarwilayah.

Baca Juga : Masmindo Dukung Turnamen Voli Karang Taruna Marinding, Perkuat Solidaritas Pemuda

“Luwu jangan hanya jadi penonton kemajuan. Kita butuh pembangunan, tapi harus adil dan berkelanjutan,” tegas Azriel.

Ia menutup dengan ajakan kepada PB IPMIL Raya untuk berdialog dengan elemen pemuda di kampung halaman.

“Kami di Latimojong ingin duduk bersama, bukan saling menuduh. Kalau ada yang salah, mari kita perbaiki, tapi jangan korbankan masa depan,” pungkasnya.

Baca Juga : Masmindo Dukung Turnamen Voli Karang Taruna Marinding, Perkuat Solidaritas Pemuda

FPLB, lanjut Azriel, akan terus mendorong penguatan kapasitas pemuda lokal agar terlibat aktif dalam pembangunan, baik sebagai tenaga kerja, pelaku usaha, maupun pengawas sosial.

“Pembangunan bukan untuk ditolak, tapi untuk dikawal. Dan kami siap mengawal demi Luwu yang maju, adil, dan berkelanjutan,” tandasnya.(*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646