0%
logo header
Selasa, 06 Februari 2024 20:37

Gagas Program Royco Nutrimenu, Unilever Indonesia Ikut Berkomitmen Cegah Stunting

Chaerani
Editor : Chaerani
Direktur Nutrition Unilever Indonesia Amaryllis Esti Wijono (kedua kanan), artis Indonesia Citra Kirana, dan Kepala Biro Perencanaan BKKBN, Hasto Wardoyo (kedua kiri) saat menghadiri Konfrensi Pers Peringatan Hari Gizi Nasional 2024: Royco, BKKBN, dan NU Care-LAZISNU Perkuat Edukasi "Isi Piringku" Demi Keluarga Masa Depan Sehat Penuh Maslahat, secara virtual, Selasa, (06/02). (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)
Direktur Nutrition Unilever Indonesia Amaryllis Esti Wijono (kedua kanan), artis Indonesia Citra Kirana, dan Kepala Biro Perencanaan BKKBN, Hasto Wardoyo (kedua kiri) saat menghadiri Konfrensi Pers Peringatan Hari Gizi Nasional 2024: Royco, BKKBN, dan NU Care-LAZISNU Perkuat Edukasi "Isi Piringku" Demi Keluarga Masa Depan Sehat Penuh Maslahat, secara virtual, Selasa, (06/02). (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — PT Unilever Indonesia melalui brand Royco ikut ambil bagian dalam menekan angka stunting di Indonesia. Salah satu yang dilakukan dengan mengagas Progam Royco Nutrimenu, dengan memberikan edukasi kepada keluarga dalam menyajikan hidangan lezat sesuai pedoman “Isi Piringku”, tujuannya untuk mencegah berbagai permasalahan malnutrisi, khususnya stunting.

Kegiatan ini pun merupakan langkah nyata Rocyo dalam memperingati Hari Gizi Nasional 2024. Dimana moment tersebut dimanfaatkan untuk membangun jaringan dan berkolaborasi dalam memperluas pengetahuan terkait program tersebut. Dimana, Rocyo menggandeng sejumlah mitra strategis seperti Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (NU Care-LAZISNU) sebagai bagian dari Gerakan Keluarga Maslahat Nahdhatul Ulama (GKMNU).

Direktur Nutrition Unilever Indonesia Amaryllis Esti Wijono mengatakan, program Rocyo Nutrimenu ini telah digalakkan sejak 2019 lalu. Dimana program tersebut diawali dengan Training of Trainers (ToT) kepada kader kesehatan mengenai pedoman ‘Isi Piringku’ dan inspirasi ragam resep lezat bergizi seimbang.

Baca Juga : Cikal Bakal Generasi Emas 2045, Ketua DPRD Sulsel Motivasi Siswa SMA Metro School

“Sebagai brand bumbu masak andalan ibu untuk aneka sajian lezat bernutrisi bagi keluarga, Royco terus berkomitmen mendukung pemerintah mengatasi permasalahan malnutrisi, terutama stunting,” katanya di sela-sela Konfrensi Pers Peringatan Hari Gizi Nasional 2024: Royco, BKKBN, dan NU Care-LAZISNU Perkuat Edukasi “Isi Piringku” Demi Keluarga Masa Depan Sehat Penuh Maslahat, secara virtual, Selasa, (06/02/2024).

Lanjutnya, hingga saat ini 2023, program Royco Nutrimenu telah menjangkau 18 juta ibu dan remaja putri secara offline dan online, termasuk 900.000 santri di berbagai wilayah rawan stunting, dan mengubah 120 juta piring keluarga Indonesia menjadi lebih lezat bernutrisi.

“Pencapaian penting lainnya adalah mendukung misi Kementerian Kesehatan RI untuk menyebarluaskan pentingnya MPASI bergizi seimbang dengan mendorong para ibu memperkaya pengetahuan mereka, serta menghadirkan buku resep panduan kreasi aneka masakan MPASI sesuai pedoman ‘Isi Piringku’,” ujarnya.

Baca Juga : Rakorsus Pemkot Makassar Hadirkan Enam Pembicara dari Lima Negara, Bahas Soal Low Carbon City

Ia menyebutkan, berdasarkan data dari Institute Pertanian Bogor atau IPB University, 10 wilayah di Bogor yang menerapkan program Royco Nutrimenu MPASI pada tahun lalu mencatatkan penurunan angka anak beresiko stunting sebesar 37 persen. Kesuksesan ini tentunya merupakan hasil kolaborasi dengan sejumlah mitra, seperti, BKKBN melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan untuk pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting.

Kemudian, IPB University melalui program edukasi seputar nutrisi dan MPASI melalui kegiatan ToT kepada para ibu dengan bayi berusia di bawah 2 tahun. Selanjutnya, PNM Mekaar melalui program Ibu Sehat Keluarga Sejahtera (BU KARSA), dengan mengedukasi dan memberdayakan perempuan prasejahtera agar lebih melek nutrisi, dan mengedukasi peran keluarga, baik ayah atau ibu dalam memastikan terpenuhinya kebutuhan nutrisi meski umumnya ibu atau calon ibu memiliki tanggung jawab lebih besar.

“Karena pemenuhan nutrisi harus dipahami dan dimulai sedini mungkin, maka edukasi akan menargetkan perempuan di berbagai tahapan usia, termasuk para ibu dengan anak usia MPASI melalui perluasan kolaborasi,” terangnya.

Baca Juga : HUT POM AL ke-78, Danny Pomanto Ikut Fun Bike Sejauh 8 Kilometer

Untuk memperluas manfaat di 2024, program “Royco Nutrimenu” terus mengembangkan jaringan kolaborasinya dengan menyasar perempuan di berbagai tahapan usia. Seperti pada remaja putri sebagai bekal pengetahuan untuk mencegah potensi gizi buruk pada keluarga mereka di masa depan. Dalam program ini, Royco berkolaborasi dengan NU Care-LAZISNU sebagai bagian dari GKMNU, khususnya pada pilar NUCare Sehat yang berfokus pada tindakan preventif seputar kesehatan, termasuk lewat edukasi nutrisi dengan tambahan modul yang telah dikembangkan oleh GKMNU.

“Kerja sama ini menargetkan berbagai lapisan masyarakat sampai ke tingkat akar rumput. Antara lain, para santriwati di pesantren NU dan ibu Majlis Taklim, hingga menjangkau 50.000 santriwati dan 50.000 ibu,” terangnya.

Ia pun berharap, program ‘Royco Nutrimenu’ akan mampu menginspirasi lebih banyak ibu maupun calon ibu untuk mewujudkan keluarga Indonesia yang lebih sehat penuh maslahat berkat asupan nutrisi seimbang. Sehingga, bersama-sama menyambut Generasi Emas 2045 bebas stunting.

Baca Juga : Danny Pomanto Apresiasi Jappa Jokka Cap Go Meh 2024 Rekatkan Sosial Masyarakat

Sementara, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, Indonesia emas 2045 tidak dapat terwujud tanpa manusia yang sehat dan cerdas. Untuk itu sangat penting menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat, salah satunya melalui konsumsi makanan bergizi.

Hari Gizi Nasional 2024 mengangkat tema “MPASI Kaya Protein Hewani untuk Mencegah Stunting”, tema tersebut diangkat agar praktek makanan bergizi dimulai dari keluarga, diawali dari pemahaman orang tua akan pentingnya MPASI kaya protein hewani, sehingga mampu membiasakan anak makan bergizi agar bebas stunting.

Lanjutnya, di Indonesia, 4 dari 10 anak usia 6 hingga 23 bulan tidak mendapat MPASI sesuai standar gizi dan berpengaruh pada meningkatnya risiko stunting pada anak di bawah 2 tahun. Oleh karena itu, edukasi dan pendampingan praktek konsumsi bergizi harus diperkuat.

Baca Juga : Danny Pomanto Apresiasi Jappa Jokka Cap Go Meh 2024 Rekatkan Sosial Masyarakat

“Selaku Menteri Kesehatan Republik Indonesia, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Unilever yang telah berkontribusi dalam upaya penurunan stunting. Semoga kolaborasi yang terbangun dapat terus bermanfaat untuk anak Indonesia yang sehat dan bebas stunting,” katanya.

Ia menjelaskan, stunting adalah kondisi yang disebabkan kekurangan gizi kronis, ditandai dengan tinggi badan yang berada di bawah standar usia dan berpotensi menimbulkan gangguan metabolik saat anak dewasa. Berbagai upaya telah dilakukan banyak pihak hingga berhasil menurunkan prevalensi stunting menjadi 21,6 persen pada 2023, namun kolaborasi masih dibutuhkan untuk mencapai target pengurangan stunting menjadi 14 persen pada 2024.

Kepala Biro Perencanaan BKKBN, Hasto Wardoyo menyampaikan terima kasih kepada PT Unilever melalui brand Royco yang telah mendukung upaya pemerintah dalam mengedukasi masyarakat dan meningkatkan jangkauan dalam perbaikan gizi anak melalui DASHAT di Kampung Keluarga Berkualitas.

Baca Juga : Danny Pomanto Apresiasi Jappa Jokka Cap Go Meh 2024 Rekatkan Sosial Masyarakat

Menurutnya, kegiatan DAHSAT diharapkan dapat menjadi wadah untuk mengedukasi orangtua tentang menu gizi seimbang, yang bertujuan agar calon ibu, ibu hamil dan menyusui, serta anak-anak baduta mendapat asupan gizi yang seimbang. Sehingga dapat mengoptimalkan 1.000 HPK dan mencegah terjadinya stunting baru melalui pemberian makanan yang dapat mendukung dan mengoptimalkan tumbuh kembang baduta.

“Saya berharap kolaborasi BKKBN dengan PT. Unilever – Royco dapat terus berlanjut ke depannya dan bersama-sama mengedukasi masyarakat Indonesia dalam mengentaskan stunting di Indonesia,” akunya.

Ketua Pengurus Pusat NU Care-LAZISNU Habib Ali Hasan Al Bahar menjelaskan, LAZISNU memiliki salah satu pilar terkait kesehatan. Sehingga, ketika berbicara kesehatan, stunting pun menjadi hal yang dianggap penting untuk mendapatkan perhatian.

Baca Juga : Danny Pomanto Apresiasi Jappa Jokka Cap Go Meh 2024 Rekatkan Sosial Masyarakat

“Kerja sama kami dan Unilever akan mendukung pilar-pilar program untuk merealisasikan Keluarga Maslahat, yakni keluarga yang kuat lahir dan batin serta jasmani dan rohani,” katanya.

Dengan jaringan yang meluas ke seluruh pelosok Indonesia, pihaknya saat ini mendapatkan bagian dari kekuatan.

“Ketika kami bisa bekerja sama dan berkolaborasi, Insya Allah kami akan siap menghadirkan puluhan ribu ibu-ibu dan puluhan ribu santriwati untuk mendapatkan edukasi agar memahami pentingnya gizi yang baik untuk pencegahan stunting. Kami sangat membuka pintu, dan mendukung program ini 1.500 persen, sehingga mampu menurunkan angka stunting di Indonesia untuk Indonesia kuat, Indonesia sehat,” tegasnya.

Baca Juga : Danny Pomanto Apresiasi Jappa Jokka Cap Go Meh 2024 Rekatkan Sosial Masyarakat

Citra Kirana yang akrab disapa Ciki, selebritas yang sangat peduli dengan kesehatan keluarganya ikut menanggapi.

Ia mengatakan, sebagai seorang ibu, dirinya akan terus mengedukasi diri untuk dapat menyajikan hidangan lezat dan bergizi seimbang yang tidak hanya mendukung tumbuh kembang anak, tetapi menyehatkan seluruh anggota keluarga.

“Tidak pernah ada kata cukup untuk belajar, jadi aku mengapresiasi upaya edukasi yang dilakukan Royco beserta seluruh mitranya di program ‘Royco Nutrimenu’, dan percaya bahwa hal ini terus dibutuhkan oleh semua ibu ataupun calon ibu,” katanya.

Baca Juga : Danny Pomanto Apresiasi Jappa Jokka Cap Go Meh 2024 Rekatkan Sosial Masyarakat

Ciki juga berbagi tips untuk para ibu, salah satunya dalam menyusun menu di rumah dianggap tidak ribet.

“Dengan bahan-bahan yang sama, kita bisa berkreasi mengolah aneka hidangan sesuai usia anggota keluarga. Apalagi ada Royco yang membantuku memilih bumbu masakan dengan mudah. Buat suami, aku cukup menambahkan Royco Merah yang bisa membuat rasa masakan menjadi MANTAP; sedangkan untuk Athar, ada Royco Spesial Hijau tanpa micin yang aku andalkan di masa MPASI,” katanya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646