0%
logo header
Rabu, 31 Januari 2024 14:16

Garuda Indonesia Sering Delay, Anggota Komisi V DPR RI Minta Menteri Perhubungan Tak Tinggal Diam

Rizal
Editor : Rizal
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar, Muhammad Fauzi. (Foto: Istimewa)
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar, Muhammad Fauzi. (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA – Kejadian delay pesawat dari maskapai Garuda Indonesia sepertinya sudah membuat gerah konsumen. Hal ini diungkapkan Anggota Komisi V DPR RI, Muhammad Fauzi yang sudah mendapati kejadian serupa berulang kali.

“Saya sendiri sudah mengalami sampai empat kali di waktu yang berdekatan. Waktu yang sama, maskapai yang sama dan rute yang sama selalu delay bahkan saya hitung sudah empat kali,” kata Muhammad Fauzi.

Menurutnya, hal ini sangat merugikan penumpang. Seperti yang kembali terjadi pada penerbangan GA617 UPG-CKG yang mengalami delay hingga satu jam.

Baca Juga : Cikal Bakal Generasi Emas 2045, Ketua DPRD Sulsel Motivasi Siswa SMA Metro School

“Parahnya semua penumpang sudah di atas pesawat tapi alasan kendala teknis yang juga tidak dijelaskan dengan baik kita menunggu di dalam pesawat kepanasan hingga lebih 1 jam,” katanya.

Padahal, lanjut Fauzi, di dalam pesawat banyak penumpang transit untuk umrah. Bagaimana dengan mereka jika ketinggalan penerbangan. “Adakah tanggung jawab maskapai?,” tegasnya.

Ia pun meminta Kementerian Perhubungan untuk tidak lagi tinggal diam dan membiarkan masalah seperti ini. Apalagi, maskapai Garuda adalah penerbangan premium yang harga tiket jauh lebih mahal dari maskapai lain.

Baca Juga : Rakorsus Pemkot Makassar Hadirkan Enam Pembicara dari Lima Negara, Bahas Soal Low Carbon City

“Transportasi itu kan hanya dua prinsip utamanya, yaitu keamanan dan kenyamanan. Menteri Perhubungan dan dirjen ini kemana. Fungsi mereka dimana terkait soal ini. Kasihan konsumen sering dirugikan,” katanya.

Selama ini, kata Fauzi, Menhub juga belum pernah sekali pun mengomentari persoalan ini. Padahal, kejadian serupa sering terjadi di daerah lain dan berulang.

“Saat waktunya akan saya sampaikan ke menteri dalam RDP. Agar ada tindakan yang tegas. Kesannya selama ini tidak ada. Kalau sudah diperingati harus ada tindakan jelas,” demikian Abang Fauzi, panggilan karibnya. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646