0%
logo header
Rabu, 12 Agustus 2020 17:49

Gubernur Sulsel Tinjau Lahan di CPI, Persiapan Pembangunan Twin Tower

Gubernur Sulsel Tinjau Lahan di CPI, Persiapan Pembangunan Twin Tower

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Nurdin Abdullah dan Sekretaris Pemprov Sulsel, Abdul Hayat Gani melakukan peninjaun di Center Point of Indonesia (CPI), Rabu (12/08/2020).

Turut hadir, Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulsel Bambang Priono, dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Firdaus Dewilmar serta pihak pengembang. Mereka meninjau lahan reklamasi yang menjadi aset Pemprov di CPI tersebut.

“Yang pertama saya ingin sampaikan ini pembelajaran yang baik sekali, kita begitu sinergi kompak menyelesaikan sebuah persoalan,” kata Nurdin Abdullah.

Baca Juga : Lokarasa Eats & Drink Tawarkan 6 Menu Spesial Harga Rp15 Ribu

Nurdin menyebutkan, CPI adalah aset yang luar biasa yang dimiliki oleh Pemerintah Sulsel, ini berkat kerja sama dengan pihak swasta. Kedantangannya untuk meninjau lahan yang ada sebelum dilakukan pembuatan alas haknya.

“Ada Kanwil Pertanahan, Pak Kajati, pengembang, supaya di kemudian hari tidak ada masalah. Semuanya clear, ini sesuatu yang menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa tidak ada masalah tanpa solusi kuncinya adalah sinergi,” sebutnya.

Gubernur mengapresiasi Kakanwil BPN Sulsel dan Kejati Sulsel, yang begitu care untuk melakukan penertiban aset kita. Serta melihat beberapa aset-aset yang memang perlu masih perlu diclearkan, sehingga Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memiliki kepastian.

Baca Juga : IOH Bersama Lintasarta dan Pemkab Tubaba Implementasikan Faskes Berbasis Digital

Di tempat ini akan hadir beberapa bangunan strategis yang akan dibangun. Diantaranya Twin Tower.

Bagunan ini juga tidak menggunakan APBN dan tidak menggunakan APBD. Sekema kerjasamanya adalah murni business to business (B to B) antara Perseroda Sulsel dengan pihak swasta.

Proyek Twin Tower di kawasan CPI ini digadang-gadang akan menjadi ikon baru Sulsel. Gedung tersebut nantinya akan menjadi pusat layanan kantor pemerintahan, hingga sektor usaha bisnis dan jasa.

Baca Juga : Keluarga Korban Kekerasan Seksual Perempuan Disabilitas di Lutim Desak Pelaku Ditersangkakan

“Kemungkinan Twin Tower itu karena di situ integrated pengembangannya, tidak ada lagi kantor-kantor yang tersebar di mana, jadi kita sudah satu gedung,” jelasnya. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646