0%
logo header
Senin, 10 Agustus 2026 23:48

Harga Pakan Naik Ditengah Anjloknya Harga Telur, Heriwawan Siap Kawal Nasib Para Peternak

Rizal
Editor : Rizal
Anggota Komisi B DPRD Sulsel, Heriwawan saat menerima aspirasi gabungan pengusaha dan peternak ayam petelur Sulawesi Selatan di halaman kantor sementara DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Senin (10/8/2026). (Foto: Humas DPRD Sulsel)
Anggota Komisi B DPRD Sulsel, Heriwawan saat menerima aspirasi gabungan pengusaha dan peternak ayam petelur Sulawesi Selatan di halaman kantor sementara DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Senin (10/8/2026). (Foto: Humas DPRD Sulsel)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Gabungan pengusaha dan peternak ayam petelur Sulawesi Selatan menggelar aksi demonstrasi di halaman kantor sementara DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Senin (10/8/2026).

Di tengah aksi tersebut, para peternak membagikan ayam dan telur kepada masyarakat yang melintas. Aksi ini menjadi simbol keprihatinan peternak yang mengaku sudah sekitar empat bulan mengalami kerugian.

Harga telur di tingkat peternak anjlok, sementara harga pakan tetap tinggi sehingga biaya produksi semakin berat.

Baca Juga : Terlambat Laporkan Akuisisi, KPPU Denda PT Semangat Logistik Andalan Rp2 Miliar

Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi B DPRD Sulsel, Heriwawan. Ia menegaskan, perjuangan para peternak merupakan bagian dari perjuangan DPRD Sulsel dan aspirasi tersebut akan dikawal semaksimal mungkin.

“Perjuangan bapak ibu sebagai peternak adalah perjuangan kami di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan,” tegas Heriwawan.

Legislator Fraksi Partai Demokrat itu memastikan aspirasi yang disampaikan peternak tidak berhenti di meja DPRD Sulsel. Jika persoalan tersebut berkaitan dengan regulasi atau kebijakan nasional, pihaknya siap mengawal dan mengomunikasikannya melalui anggota DPR RI asal Sulsel.

Baca Juga : BI Sulsel Cegah Peredaran Uang Rupiah Palsu Berbasis 3 Pendekatan

Menurut Heriwawan, DPRD Sulsel akan melihat secara menyeluruh persoalan yang dihadapi peternak, mulai dari tingginya biaya pakan hingga rendahnya harga jual telur. Pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dinilai perlu mengambil langkah agar kondisi tersebut tidak semakin membebani peternak.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Sulsel, Zulfikar Limolang, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Kita tindaklanjuti, gelar RDP dulu, panggil dinas terkait, Dinas Peternakan, Dinas TPHP, Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Nanti kita lihat seperti apa permasalahan yang sebetulnya,” kata Zulfikar.

Baca Juga : BI dan BOTASUPAL Sulsel Musnahkan 4.144 Lembar Uang Palsu

Menurutnya, apabila persoalan tersebut membutuhkan intervensi pemerintah pusat, Komisi B DPRD Sulsel siap meneruskan aspirasi tersebut ke Kementerian Pertanian bersama Komisi IV DPR RI yang membidangi sektor pertanian dan peternakan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari para pengunjuk rasa, harga telur di tingkat peternak saat ini hanya berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp21.000 per kilogram. Harga tersebut masih jauh dari target awal Rp24.000 maupun Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp26.500 per kilogram.

Jika dihitung dalam satuan rak, harga telur di tingkat peternak saat ini hanya sekitar Rp38.000 hingga Rp40.000 per rak saja. Kondisi tersebut membuat peternak harus menanggung kerugian setiap hari karena harga jual telur tidak sebanding dengan biaya produksi. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646