0%
logo header
Kamis, 28 Oktober 2021 20:29

Hari Sumpah Pemuda, Puluhan Pemuda Geruduk DPRD Polman

Rizal
Editor : Rizal
Aksi unjukrasa di Sekretariat DPRD Polman memperingati Hari Sumpah Pemuda, Kamis (28/10/2021).
Aksi unjukrasa di Sekretariat DPRD Polman memperingati Hari Sumpah Pemuda, Kamis (28/10/2021).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, POLMAN — Refleksi Hari Sumpah Pemuda selalu diperingati pada 28 oktober. Sumpah pemuda merupakan hasil pertemuan parah pemuda Indonesia pada tanggal 28 oktober 1928. Dari hasil pertemuan parah pemuda lahirlah ikrar sumpah pemuda.

Ippank yang bertindak sebagai Koordinator Lapangan, dalam orasinya mengatakan, Sumpah Pemudah tidak lahir begitu saja dengan mudah, ada sebuah sejarah yang panjang yang telah menyatukan parah pemuda Indonesia untuk membentuk suatu persatuan dalam merawat kesadaran nasionalisme untuk terlepas dari penjajahan kolonialisme dan imperialism global.

“Maka melalui Aksi demonstrasi yang kami laksanakan ini, akan lebih mempertegas gerakan pemuda di erah sekarang ini, bahwasanya kemajuan suatu bangsa tidak terlepas dari perjuangan parah pemuda, sesuai dengan catatan sejarah yang telah di ikrarkan sebelumnya,” kata dia, saat menggelar Aksi unjukrasa di Kantor DPRD Polman, Kamis (28/10/2021).

Baca Juga : Kades Lasori Paparkan Keunggulan Desanya di Hadapan Tim Penilai Lomdeskel Sultra

Masih kata dia dalam orasinya, Dengan kondisi sekarang ini, kami sebagai pemuda masih sajah dihantui oleh ulah para pihak birokrasi Negara yang belum mengindahkan amanat Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33 ayat (3) yang menekankan bahwa bumi, air,udara dan kekeyaaan alam lainnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besarrnya untuk kemakmuran rakyat.

“Tapi kenyataan hari ini pemerintah justru tidak hadir untuk mengimplementasikan amat unangundang tersebut. Malah pada sektoral pertanian justru mengalami ketimpangan, dan ketidak stabilan ekonomi,” kata dia.

Terkhusus di Kabupaten Polewali Mandar,  sejak tahun 2018 mengalami penyempitan lahan Pertanian 100 Ha/Thn, juga hasil panen sejak 2018 mengalami penurunan dari 386 ribu ton merosot ke angka 209 ton ditahun 2019. Ini merupakan dampak dari alih fungsi lahan pertanian yang terus terjadi bahkan tidak mampu dehentikan oleh pemerintah.

Baca Juga : Desa Lasori Ikut Lomdeskel Tingkat Provinsi, Sekda Buteng Sampaikan Komitmen Membangun Dari Desa

“Jika ini terus menerus terjadi justru akan mengundang konflik-konflik horizontal di kalangan masyarakat akibat alih fungsi lahan yang terus terjadi. Bahkan Polman sendiri telah dicanangkan sebagai wilayah penyandang pangan bahkan menjadi swasembadaya pangan. Ada empat tuntutan yang menjadi titik penekanan kami,” pungkasnya. (Rudi Fathir)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646