0%
logo header
Sabtu, 11 Mei 2024 15:06

Ikatan Keluarga Besar PPSP IKIP Ujung Pandang Bina UMKM Agar Berdaya Saing

Chaerani
Editor : Chaerani
Suasana Sosialisasi dan Diskusi Inkubator Bisnis UMKM yang digelar IKB PPSP IKIP Ujung Pandang, di Madalle Coffee & Eatery, Kompleks Centra Poin Indonesia (CPI) Makassar, Sabtu, (11/05/2024). (Dok: Chaerani/Republiknews.co.id)
Suasana Sosialisasi dan Diskusi Inkubator Bisnis UMKM yang digelar IKB PPSP IKIP Ujung Pandang, di Madalle Coffee & Eatery, Kompleks Centra Poin Indonesia (CPI) Makassar, Sabtu, (11/05/2024). (Dok: Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Ikatan Keluarga Besar (IKB) Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) IKIP Ujung Pandang menginisiasi pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Proses pendampingan pun dilakukan melalui Inkubator Bisnis UMKM IKB PPSP IKIP Ujung Pandang yang pertama kali diperkenalkan. Peresmiannya pun ditandai dengan digelarnya Sosialisasi dan Diskusi Inkubator Bisnis UMKM yang berlangsung di Madalle Coffee & Eatery, Kompleks Centra Poin Indonesia (CPI) Makassar.

Ketua Inkubator Bisnis UMKM IKB PPSP IKIP Ujung Pandang Yuliasni mengatakan, Inkubator Bisnis UMKM ini berada dibawah Departemen Koperasi dan UMKM IKB PPSP IKIP Ujung Pandang. Dimana Inkubator Bisnis tersebut akan menjadi pusat pembinaan dan penguatan bagi para pelaku UMKM binaan agar dapat berdaya saing.

Baca Juga : Incar Rekomendasi Demokrat di Pilwalkot Parepare, Andi Nurhaldin Ikuti Fit dan Proper Test

“Kami bersepakat dan berinisiatif untuk membuat sesuatu yang tidak hanya sekadar seremonial, tetapi bermanfaat bagi semua teman-teman yang memiliki usaha dan yang berada dalam IKB PPSP IKIP Ujung Pandang,” katanya di sela-sela kegiatan, Sabtu, (11/05/2024).

Di dalam Inkubator Binsin UMKM ini terdapat sekitar 25 pelaku UMKM yang menjadi bagian dari IKB PPSP IKIP Ujung Pandang. Dimana pelaku UMKM ini bergerak di bidang fashion hingga kuliner dengan sistem konvensional.

Selain itu, para pelaku UMKM tersebut terbagi dalam kelompok pelaku usaha baru (startup), hingga menengah, termasuk juga pengelompokkan yang masuk sebagai pelaku UMKM kategori Startup, UMKM yang pernah mendapatkan pendampingan, hingga UMKM yang telah maju.

Baca Juga : Harap Berpaket dengan Dhevy Bijak, Harbi Syam Siap Tantang Arham Basmin di Pilkada Luwu 2024

“Dalam pendampingan yang kami berikan yaitu dengan penguatan, bimbingan, pelatihan dan lainnya. Termasuk memberikan jaringan ke permodalan, hingga marketing,” ujarnya,

Dari Inkubator Bisnis UMKM ini nantinya para pelaku UMKM binaan, khususnya yang baru startup tidak hanya menjual produk, tetapi memiliki pengetahuan lainnya. Seperti bagaimana manajemen usaha, mengelola keuangan bisnis, hingga memperbaiki kualitas dan kemasan produk agar dapat bersaing dan mendobrak pasar yang lebih luas.

Selain itu, pemanfaatan perkembangan teknologi sebagai wadah pemasaran dan marketing juga akan menjadi fokus utama dalam proses pendampingan.

Baca Juga : Ikuti Uji Kelayakan di Demokrat Sulsel, Appi Bicara Soal Peluang Dipaketkan dengan ARA

“Jadi nanti mereka setelah keluar dari inkubator sudah bisa mandiri, bisa ikut pasar, dan bersaing di luar. Baik lokal, regional, maupun nasional. Harapannya menjadi solusi bagi pertumbuhan UMKM dan berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian daerah,” harap Yuli.

Sementara, Sekretaris Jenderal IKB PPSP IKIP Ujung Pandang Abdul Waris menjelaskan, PPSP atau Proyek Perintis Sekolah Pembangunan berada dalam lingkup IKIP Ujung Pandang yang saat ini adalah Universitas Negeri Makassar (UNM). PPSP ini dibentuk sebagai tempat untuk mengetes setiap kurikulum nasional yang akan diberlakukan.

“Hanya saja PPSP ini sudah tidak ada sekarang. Dari sinilah para alumni membentuk perkumpulan yang disebut IKB PPSP IKIP Ujung Pandang,” terangnya.

Baca Juga : Pilwali Makassar, Rusdin Abdullah Sapa Masyarakat dengan Program Rudal Mendengar

PPSP ini kemudian di dalam SK Kepengurusan membawahi banyak bidang. Di antaranya, sosial, pendidikan, pengabdian masyarakat, dan ekonomi. Kemudian, dari bidang ekonomi inilah salah satu usaha kita untuk memberikan pelatihan kepada usaha kecil yang dimiliki anggota, bahkan menjadi sasaran inkubator tersebut.

“Inkubator inilah yang menjadi pusat pelatihan untuk para anggota. Misalnya bagi mereka yang baru memulai disinilah tempatnya belajar mengetahui hal-hal yang perlu dipersiapkan agar bisa menjadi pelaku UMKM yang dapat bersaing,” katanya.

Apalagi, Inkubator Bisnis UMKM ini bisa menghubungkan dengan pihak-pihak yang bisa disinergikan. Seperti perbankan dalam hal permodalan, dan lainnya.

Baca Juga : Pilwali Makassar, Rusdin Abdullah Sapa Masyarakat dengan Program Rudal Mendengar

“Inkubator ini baru dibentuk dan diresmikan hari ini dengan memberikan pelatihan sebagai tanda pembukaan program,” jelas Abdul Waris.

Dalam sosialisasi dan diskusi tersebut juga dihadiri langsung Ketua Koperasi dan UMKM IKB PPSP IKIP Ujung Pandang Andi Dorawati.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646