0%
logo header
Rabu, 26 Juni 2024 13:02

Indah Minta Kades Pastikan Keaktifan Desa Tangguh Bencana

Redaksi
Editor : Redaksi
Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani menyerahkan Bantuan Stimulan kepada salah satu warga terdampak bencana angin puting beliung di Desa Tarobok Kecamatan Baebunta dan Desa Muktitama Kecamatan Baebunta Selatan, Selasa (25/6/2024).
Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani menyerahkan Bantuan Stimulan kepada salah satu warga terdampak bencana angin puting beliung di Desa Tarobok Kecamatan Baebunta dan Desa Muktitama Kecamatan Baebunta Selatan, Selasa (25/6/2024).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, LUWU UTARA — Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani meminta kepala desa untuk memastikan keaktifan Desa Tangguh Bencana (Destana) di wilayah masing-masing.

Hal itu disampaikan Indah usai menyerahkan Bantuan Stimulan bagi warga terdampak bencana angin puting beliung di Desa Tarobok Kecamatan Baebunta dan Desa Muktitama Kecamatan Baebunta Selatan, Selasa (25/6/2024).

“Kalau ada kejadian bencana yang dilakukan pertama adalah penyelamatan jiwa sebab hakekatnya adalah memastikan keselamatan jiwa. Untuk itu didorong pembentukan desa tangguh bencana, dan saya minta pak desa tolong pastikan destana betul-betul aktif diikuti dengan pembentukan forumnya,” kata Indah didampingi Kalaksa BPBD, Muslim Muchtar.

Baca Juga : Pilkada 2024, Golkar Lutra : Tidak Ada Pilihan Lain Selain Kader

Bukan tanpa alasan, Indah mengatakan menurut data Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) tahun 2021, dari 157 desa/kelurahan di Luwu Utara, 152 termasuk desa rawan bencana.

“Makanya yang bisa kita lakukan dan terus dorong saat ini adalah upaya mitigasi dan adaptasi. Misalnya tidak lagi bermukim di daerah yang rawan dan kepada pemerintah tidak lagi memberikan izin untuk membangun di daerah berpotensi bencana. Ini sebagai upaya kita dari adanya korban jiwa dan hilangnya harta benda masyarakat,” terang Indah yang juga Mahasiswa Manajemen Bencana Pascasarjana Universitas Hasanuddin ini.

Terkait bantuan yang diserahkan Indah pada hari ini, Ia mengatakan pemerintah memberi atensi khusus untuk mengganti kerusakan rumah warga karena merupakan kebutuhan dasar.

Baca Juga : SIDAK LUTRA Untuk Tata Kelola Keolahragaan Dan Perencanaan Prestasi Atlet Di Luwu Utara

“Ini adalah BTT atau Biaya Tak Terduga. Sebenarnya dana yang kita berikan kalau dilihat dari rentang waktunya memakan waktu yang cukup lama karena ada prosedur yang harus kita lalui tapi ini bukan pertama kalinya,” tuturnya.

“Digantikan uang bapak/ ibu yang sudah digunakan untuk perbaikan rumah berdasarkan hasil asessment. Kenapa diatensi karena rumah adalah kebutuhan dasar, kalau bersoal maka akan menganggu yang lainnya,” jelas Indah. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646