0%
logo header
Jumat, 26 Januari 2024 10:21

Indosat Kantongi Sertifikasi Efisiensi Manajemen Energi, Jadi Operator Telekomunikasi Pertama di Asia

Chaerani
Editor : Chaerani
Berhasil Kantongi Sertifikasi Efisiensi Manajemen Energi, Indosat jadi operator telekomunikasi pertama di Asia. (Dok. Indosat Ooredoo Hutchison)
Berhasil Kantongi Sertifikasi Efisiensi Manajemen Energi, Indosat jadi operator telekomunikasi pertama di Asia. (Dok. Indosat Ooredoo Hutchison)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Indosat Ooredoo Hutchison berhasil mendapatkan akreditasi sertifikasi ISO 50001:2018 atas penerapan efisiensi Sistem Manajemen Energi (EnMS), dan peningkatan kinerja energi yang berkelanjutan.

Pencapaian ini menjadikan Indosat sebagai operator telekomunikasi pertama di Asia Tenggara yang menerima sertifikasi tersebut. Hal ini tentunya menjadi penegasan atas komitmen perusahaan untuk meminimalisir dampak lingkungan lewat keunggulan operasional yang berkelanjutan.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan, pihaknya menyampaikan terima kasih atas dukungan dari semua pihak terhadap komitmen Indosat dalam menekan dampak lingkungan dari proses operasional yang dilakukan.

Baca Juga : Ketua DPRD Sulsel Ikut Sambut Kedatangan Presiden Joko Widodo di Makassar

“Akreditasi ini merupakan salah satu tonggak penting perjalanan tanpa akhir kami dalam memberdayakan Indonesia khususnya dalam pengelolaan dan pemanfaatan energi secara efisien,” katanya dalam keterangannya, kemarin.

Lewat sertifikasi tersebut pihaknya berharap dapat memaksimalkan upaya berkelanjutan dalam mendukung agenda transformasi digital di Indonesia. ISO 50001:2018 merupakan standar internasional yang diberikan oleh UAY Audit UK Limited, anggota IRQAO (International Register of Quality Assessed Organizations). Dimana merupakan lembaga sertifikasi yang memberikan penilaian terhadap sistem manajemen energi.

“Proses audit yang telah dilaksanakan, menambah kredibilitas Indosat dalam pemanfaatan energi dalam operasional bisnisnya secara efisien dan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga : AHY Resmi Dilantik Jadi Menteri ATR/BPN, Ketua Demokrat Sulsel Ngaku Surprise

Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (EBTKE) 2022, konsumsi energi di Indonesia mencapai 3.067.653.600 Gjoule atau setara 852.126 GWh. Upaya penghematan melalui konservasi energi ini mencapai 56.098.914 Gjoule setara 15.583 GWh, atau sekitar 2 persen dari total konsumsi energi dengan penurunan emisi sebesar 8,5 juta tCO2e.

Sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam pengelolaan dan pemanfaatan energi secara efisien, Indosat turut meningkatkan kapasitasnya dalam menjaga aspek lingkungan dengan memenuhi standar internasional dalam setiap kegiatan operasional bisnisnya.

Menurut Vikram, keberhasilan mendapatkan sertifikasi ISO 50001:2018 tersebut mencerminkan dedikasi manajemen Indosat terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan.

Baca Juga : Tindaklanjuti Keluhan Warga Bira, Komisi C DPRD Makassar Gelar RDP Bersama PT Ale Bata Ringan

“Jadi tidak hanya unggul dalam industri telekomunikasi Tanah Air, tetapi juga menegaskan sikap proaktif Indosat dalam berkontribusi pada upaya konservasi energi global,” tegasnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646